+62851-0461-2299

kanker usus

Kanker Usus merupakan sebuah penyakit ganas. Mendengar penyakit ini saja banyak orang merasa ketakutan. Tidak sedikit pasien yang merenungkan nasib mereka selanjutnya setelah terkena penyakit ini. Sebagian dari kita pasti sudah pernah mendengar cerita pasien kanker usus yang sudah di operasi hanya bisa bertahan hidup selama setengah tahun lebih saja, ada juga beberapa penderita kanker usus yang dapat bertahan 4 atau 5 tahun, dan 8 hingga 9 tahun paling lama.

Pasien Kanker Usus stadium 4 berbagi pengalamannya

Kepercayaan Pasien Malaysia Kanker Kolorektal Stadium Lanjut

Pengobatan Awal Untuk Menyelamatkan Anus

Sebelum pengobatan, tumor bapak Chen yang seperti kembang kol dapat terlihat 10 cm dari anus. Sel tumor sudah mengkontaminasi sel darah sehingga tumor bermetastasis ke hati. Ia mengidap kanker Rektal Adenokarsinoma dengan TxNxM1 stadium 4 metastasis hati. Tingkat kesulitan pengobatan sangatlah tinggi.

Tim Intervensi berkata “Jika mengikuti pengobatan konvensional, maka rektum bapak Chen harus dipotong, dan ia selamanya harus menggunakan kantung kolostomi. Metode ini dibandingkan dengan metode PDT (Photodynamic Therapy) mengakibatkan luka yang cukup besar, dan membuat pasien kurang nyaman karena harus menggunakan kantung kolostomi.” Setelah berdiskusi dengan beberapa ahli dan memahami sepenuhnya kondisi Bapak Chen, tim Intervensi kami akhirnya memutusan untuk melakukan lokal intervensi kemoterapi dan juga PDT.

Teknologi Pengobatan Kanker Usus.

Teknik Konvensional yang Menyakitkan

Operasi Pemotongan: injuri yang besar, resiko tinggi, tumor harus dipotong supaya bisa dibuang, bagi pasien kanker usus memotong anus berarti pasien selamany harus menggunakan kantung kolostomi untuk buang air besar, sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup pasien menjadi menurun.

Kemoterapi dan radioterapi: Efek samping yang besar, disertai rambut rontok, mual dan muntah, sembelit atau diare, dll. Hanya sekitar 7% tumor dapat dihilangkan dengan kemoterapi dan sekitar 15% lainnya dapat bertahan hidup lebih lama. Selain itu perpanjangan ini tidak berarti penyakit ini dapat sembuh dengan sempurna, dan tidak berarti kualitas hidup pasien sama seperti dulu lagi.

C+P Cryoablasi terhadap tumor dapat dengan efektif memperpanjang umur dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pengobatan berbasis 3C+P di RS Kanker Fuda yaitu dengan pembekuan tumor merupakan hasil penelitian dari pakar ahli di Pusat Penelitian Cryoterapi Kanker Fuda. Metode ini menggabungkan diagnosis klinis serta keunggulan dari teknologi perawatan dari dalam maupun dari luar negeri, yang secara komprehensif menggunakan terapi cryoablasi (CSA), terapi intervensi pembuluh darah kanker (CVI), dan kombinasi immunoterapi (CIC) dengan teknik penelitian ilmiah terkini yang diakui secara internasional. Pengobatan ini merupakan sebuah terobosan baru bagi pasien dengan stadium lanjut, tumor yang kambuh dan tidak dapat direseksi, kanker dengan berbagai penyebaran, dan tumor yang tidak memiliki respons terhadap radioterapi serta kemoterapi.

Lokal Intervasi Kemoterapi (CVI)

Teknik ini merupakan teknik kemoterapi baru dengan menggunakan intervensi dan obat kemoterapi dosis kecil supaya konsentrasi obat dapat mencapai target tumor secara maksimal. Dengan memformulasikan berbagai obat kemoterapi dari partikel yang berukuran mikro hingga ke nano atau mikron kecil diintubasikan melalui pembuluh darah arteri paha hingga ke pembuluh darah arteri tumor secara langsung dengan metode intervensi. Partikel kecil dari obat kemoterapi akan secara selektif menembus dinding hingga ke dalam jaringan tumor dengan konsentrasi maksimal serta bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama (21 hari). Obat- obat kemoterapi yang berukuran kecil tidak menyebabkan embolisasi ,namun ikut mengalir bersama aliran darah dan dalam konsentrasi yang rendah ikut mengalir ke seluruh tubuh, dan tidak menyebabkan kerusakan berlebih pada jaringan normal seperti kemoterapi pada umumnya. Sehingga efek samping sistemik menjadi sangat kecil.

Kombinasi Immunoterapi (CIC)

Berbagai tindakan kombinasi imunoterapi dilakukan untuk membantu menghilangkan dan menon-aktifkan sel- sel kanker yang tersisa untuk memperpanjang hidup pasien dengan nol efek samping.

PDT (Photodynamic Therapy)

Salah satu pengobatan dengan menggunakan reaksi forokimia. Fotosensitizer akan diinjeksikan ke tubuh pasien melalui intervena. Setelah injeksi pasien harus menunggu beberapa jam hingga jaringan kanker menyerap semua fotosensitizer dalam jumlah besar sehingga terlihat menyala. Lalu sinar laser akan menyinari sel- sel kanker yang menyala hingga mati.

12 Ahli Kanker Terkenal di Mancanegara, Merencanakan Perawatan dengan Diagnosis yang Tepat

Tim Pakar Fuda

5 Keunggulan utama RS Kanker Fuda

●Merawat Pasien yang berasal lebih dari 100 negara, 10.000 pasien di Asia Tenggara
●Rumah Sakit Pertama di Guangzhou dengan sertifikat JCI.
●RS Khusus Kanker Nasional
●RS Kanker Utama di Guangzhou
●Rumah Sakit Onkologi Advance Level

Disini Mereka Mendapatkan Sebuah Kesempatan

Info

Ingin tahu lebih lanjut? Ingin mengetahui lebih banyak tentang pasien kanker? Isi formulir dibawah ini untuk berkonsultasi atau hubungi kami langsung ke nomer: 0851-0461-2299

Isi Data Di Bawah ini
  • Nama Pasien
  • Umur Pasien
  • Jenis Kanker yang Diderita
  • No HP
  • References:

    [1]Griffin-Sobel JP. War on cancer: victory or defeat? Nurs Clin North Am. 2008;43(2):277-282

    [2][50]Serda RE, Godin B, Blanco E, Chiappini C, Ferrari M.Multi-stage delivery nano-particle systems for therapeutic applications. Biochim Biophys Acta. 2011 Mar;1810(3):317-29

    [3][51]Nakayama M, Okano T [Drug delivery systems using nano-sized drug carriers].[Article in Japanese] Gan To Kagaku Ryoho. 2005;32(7):935-40.

    [4]Kim SH, Tan JP, Fukushima K, Nederberg F, Yang YY, Waymouth RM, Hedrick JL Thermoresponsive nanostructured polycarbonate block copolymers as biodegradable therapeutic delivery carriers. Biomaterials. 2011 Aug;32(23):5505-14.