NanoKnife: Penggobatan Kanker Invasif Minimal Pilihan Rumah Sakit Kanker Terbaik Di Dunia

News - November 27,2018 00:00 WIB

Post

Perkembangan teknologi yang ada kini membawa pengobatan kanker memasuki tahap yang lebih modern. Operasi pebedahan ataupun kemolokal tidak menjadi satu-satunya pengobatan untuk mengatasi atau membunuh sel kanker yang bersarang di tubuh. Kini ada pula teknik NanoKnife yang semakin populer dan diklaim mampu membunuh sel kanker dengan lebih efektif.

 

Apa Itu NanoKnife?

 

NanoKnife merupakan teknologi ablasi tumor terbaru yang menyerang selaput sel kanker dengan memanfaatkan tegangan tinggi yang dikeluarkan dari jarum elektroda, membentuk eletropolarasi permanen (IRE). Teknik ini mampu merusak keseimbangan sel dan membuat sel kanker mati dalam waktu singkat.

 

Bentuk Nano Knife yang Digunakan Untuk Operasi Kanker

 

Metode pengobatan yang di klaim efektif ini telah memiliki izin aplikasi klinis dari Food and Drugs Amerika dan juga telah mendapatkan pengakuan dari CE (Conformité Europeenne) Uni Eropa. Departemen Kesehatan di Tiongkok juga telah menyetujui pengobatan ini sejak Juni 2015 silam dan telah ada beberapa rumah sakit yang menerapkan teknologi ini untuk mengatasi penyakit kanker, termasuk FUDA Cancer Hospital Guanzhou, China yang telah membuka kantor representatif di Jakarta yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai RS Kanker FUDA.

 

Kelebihan NanoKnife

 

NanoKnife termasuk pengobatan yang bisa diterapkan pada berbagai jenis tumor atau sel abnormal baik itu di kanker prostatkanker servikskanker rektumkanker payudarakanker paru-parukanker sarkomakanker kulitkanker pankreaskanker liverkanker tulangtumor otak, kanker mulut, kanker mata, kanker lidah dan sebagainya. Bahkan sel abnormal atau tumor yang terdapat di bagian anus, saluran empedu, saluran kencing, dan kandung empedu, dapat diatasi dengan metode pengobatan NanoKnife.

 

Tak hanya itu saja, metode pengobatan NanoKnife juga memiliki kelebihan dibanding dengan beberapa metode pengobatan lain. Berikut beberapa di antaranya:

  • Proses Ablasi Yang Cukup Singkat

NanoKnife memiliki durasi ablasi yang cukup singkat. Saat melakukan ablasi pada sel abnormal atau tumor pada yang berukuran 3 cm misalnya, durasi ablasi yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 menit. Hal ini karena setiap pasang jarum akan memancarkan tegangan dengan kecepatan 90 mikrodetik.

  • Mengobati Secara Menyeluruh

Tak peduli dengan letak tumor, ukuran ataupun bentuk dari tumor, prosedur pengobatan alternatif kanker dengan NanoKnife mampu mengablasi tumor atau sel abnormal secara menyeluruh. Area pengobatan dan area yang tidak dilakukan pengobatan dapat terlihat dengan jelas.

  • Melindungi Jaringan Tubuh Lainnya Dengan Lebih Baik

Jika ada beberapa prosedur pengobatan kanker tanpa operasi yang memengaruhi jaringan lain, berbeda dengan NanoKnife. Prosedur NanoKnife mampu melindungi pembuluh darah, saraf dan jaringan penting lain yang berada di sekitar zona ablasi. Dalam proses NanoKnife pada jaringan hati misalnya, bagian tubuh seperti arteri hepatika, vena hepatika, portal dan saluran empedu intrahepatik dapat terlindungi dengan baik.

  • Bagian Tubuh Yang Diablasi Dapat Dengan Cepat Digantikan oleh Sel Normal

NanoKnife dilakukan melalui elektroforesis yang tidak akan mengeluarkan panas.  Hal ini jelas berbeda dengan proses pengobatan ablasi konvensional yang menerapkan sistem kenaikan dan penurunan suhu untuk mengubah protein dan DNA tubuh pasien.

 

Karena prinsip dari NanoKnife eadalah menginduksi timbulnya apoptsis pada sel tumor, maka jaringan-jaringan yang mengalami apoptosis akan dibersihkan, dan memicu regenerasi dan pemulihan jaringan normal.

  • Dapat Beradaptasi Dengan Berbagai Kondisi Pasien

Pada pengobatan konvensional, beberapa tindakan pengobatan tidak bisa dilakukan karena jaringan abnormal berada di bagian tubuh tertentu seperti dekat dengan pembuluh darah besar, saluran empedu ataupun saluran pankreas.

 

Nah, karena NanoKnife tidak merusak pembuluh darah, ataupun saraf dan saluran lainnya, NanoKnife dianggap sebagai pengobatan paling aman dan efektif pada beberapa kondisi tertentu.

 

Operasi Kanker Dengan Teknologi NanoKnife

 

Pengobatan dengan metode NanoKnife ini memungkinkan pasien untuk tidak kambuh. Berapapun dan dimanapun lokasi tumor dapat diobati secara menyeluruh tanpa merusak jaringan tubuh lainnya.

 

Karena proses NanoKnife dapat dipandu dengan alat CT Scan atau pun MRI maka dokter dapat menemukan lokasi tumor, menentukan posisi jarum, menemukan area target ablasi dan luasnya ruang lingkup ablasi. Dengan adanya bantuan CT Scan dan MRI, dokter kanker terbaik dapat lebih mudah mengamati perubahan jaringan yang terjadi di sekitar area ablasi, menjamin hasil pengobatan atau efektivitasnya, dan keamanan selama proses pengerjaan sehingga mampu membantu mempercepat pemulihan pasca tindak NanoKnife dilakukan.

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Pelaksanaan NanoKnife

 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan NanoKnife. Selain terkait riwayat kesehatan pasien, berikut beberapa hal yang harus diketahui:

  • Proses pegobatan NanoKnife membutuhkan anestesi menyeluruh atau anestesi total. Hal ini karena tegangan mildetik yang dipancarkan dapat menyebabkan getaran pada otot sehingga perlu untuk dilakukannya anestesi total.
  • Meski NanoKnife mampu diterapkan pada berbagai jenis tumor dengan letak, ukuran ataupun bentuk tumor apapun, prosedur NanoKnife juga tidak bisa diterapkan pada semua kondisi. Pada kondisi dimana terdapat logam di sekitar tumor (stent, partikel radioaktif, atau alat pacu jantung) prosedur NanoKnife tidak dapat diterapkan. Termasuk pada pasien yang menderita aritmia atau pasien dengan infark miokard.

Metode pengobatan NanoKnife memang bisa menjadi solusi untuk mengatasi penyakit kanker yang diderita seseorang namun metode ini masih terbilang baru dan belum banyak negara yang mengadaposinya, termasuk negara di Asia. Tak mengherankan jika metode pengobatan NanoKnife memerlukan biaya yang tidak sedikit karena berbagai macam keunggulan yang dimilikinya.

 

FUDA Cancer Hospital Terapkan NanoKnife

 

Tak hanya menerapkan pengobatan Cryosurgery, FUDA Cancer Hospital Guangzhou sebagai rumah sakit kanker terbaik di asia juga telah menerapkan metode pengobatan NanoKnife pada beberapa kasus penyakit kanker. Setidaknya hingga tahun 2018, telah ada 100 kasus kanker yang ditangan dengan prosedur NanoKnife oleh FUDA Cancer Hospital yang kini juga telah membuka kantor representatif di Indonesia yang berada di kawasan Kelapa Gading, yaitu RS Kanker FUDA

 

Rumah sakit China, FUDA Cancer Hospital secara klinis sudah mendapat pengakuan akan kemampuannya melakukan NanoKnife. Bahkan FDA Tiongkok menyebutkan FUDA Cancer Hospital mendapatkan pengakuan lima yang pertama untuk:

  • Rumah sakit pertama di Tiongkok yang memperkenalkan NanoKnife
  • Chief President FUDA Cancer Hospital, Prof. Xu Kecheng dan Prof. Niu Lizhi menerbitkan monografi pertama NanoKnife dengan judul "NanoKnife Teknik Ablasi Baru Kanker – Ireversibel Elektroporasi". Manografi ini diterbitkan pada Agustus 2014
  • Pada 2 Juli 2015, NanoKnife pertama kali dilakukan di FUDA Cancer Hospital pada pasien kanker pankreas berusia 61 tahun dari Timur Tengah.
  • Pada 8 Maret 2016, NanoKnife berhasil dilakukan untuk yang ke-100 kalinya oleh FUDA Cancer Hospital kepada pasien dengan berbagai macam kanker, termasuk kanker yang sulit seperti hati dan pankreas. Ini membuat FUDA Cancer Hospital menjadi rumah sakit pertama di Tiongkok yang paling banyak melakukan NanoKnife.
  • FUDA Cancer Hospital juga menjadi rumah sakit dengan penerbitan penelitian tentang NanoKnife terbanyak. Penelitian ini dipublikasi di jurnal bergensi seperti Journal of Interventional Radiology dan China Journal of Radiology.