+62851-0461-2299

5 Fakta Sebagai Pasien Kanker, Rahasia Hidup Berdampingan Selama 10 Tahun.

News - September 18,2019 00:00 WIB

Post

 

Xu Kecheng, seorang ahli gastroenterologi dan pengobatan kanker yang terkenal, adalah kepala dekan Rumah Sakit Kanker Guangzhou Fuda.

 

 

Pada tahun 2006, di usianya yang ke 66 tahun, saat ia menjabat sebagai Kepala RS Kanker ia mendapati dirinya juga menderita kanker saat melakukan pemeriksaan fisik

 

 

Setelah didiagnosis dengan kanker yaitu kanker hati, ia mulai melakukan rencana perawatannya. Sekarang sudah lebih dari 10 tahun berlalu, tidak ada kanker yang kambuh lagi karena ia meyakini 5 kebenaran berikut:

 

 

1. Banyak kanker berasal dari makanan.

 

 

Sebagai seorang spesialis gastroenterologi, Prof Xu memahami ada 3 pantangan makan untuk mencegah kanker yang tidak banyak diketahui orang.

 

 

“Penderita kanker tidak boleh diet, kata- kata ini tidak salah, tetapi jika kita suka makanan yang terlalu asin maka orang tersebut akan rentan terhadap kanker perut, kanker kerongkongan, Makan terlalu banyak minyak maka orang tersebut mudah terkena kanker usus besar, kanker pankreas, kanker prostat, kanker payudara, dll.”

 

 

Makan makanan yang rendah lemak dan tinggi serat dapat secara efektif mencegah kanker usus besar. Selain itu, beberapa makanan dengan antioksidan dapat menghilangkan oksigen jahat, mencegah karsinogen yang menyerang genetik, dan mencegah proliferasi sel yang tidak normal.

 

 

Makanan antioksidan termasuk:

 

Makanan yang mengandung karotenoid (seperti bayam, kembang kol, tomat, semangka, dll.), Polifenol (seperti teh hijau, bir, anggur merah, coklat, dll.), Sulfida (sayuran Allium seperti bawang putih dan bawang, kubis, dll.), Vitamin ( Termasuk vitamin C, E, B1, B2 dan B12, umum pada sayuran, buah-buahan, kacang tanah).

 

 

 

 

2. Kemoterapi pasca operasi kurang efektif!

 

 

Hal yang paling mendalam tentang saya adalah bahwa pada tahun-tahun ketika saya mendirikan Rumah Sakit Kanker, saya menerima banyak pasien kanker hati. Sebagian besar dari kanker mereka kambuh setelah dioperasi di rumah sakit lain, beberapa kambuh dalam dua tahun pertama dan beberapa kambuh dalam beberapa bulan saja setelah operasi.

 

Hampir semua dari mereka yang telah menerima kemoterapi, dan saat tumor yang tumbuh kembali, seringkali tumor tersebut tidak datang sendiri, melainkan "berkelompok", hingga memenuhi liver. Dan tidak hanya di hati, tetapi juga metastasis ke paru-paru, tulang, organ perut dan jaringan lainnya. Banyak pasien mengatakan kepada saya "hal-hal aneh": saat kemoterapi, seperti memperbanyak kanker.

 

Pengalaman pasien-pasien ini telah memperdalam keraguan saya: Apakah kemoterapi bermanfaat atau tidak? Apakah berbahaya bagi kanker hati, atau tidak ?

 

 

Untuk menjawab pertanyaan- pertanyan tersebut, saya secara rutin menelusuri literatur kaner setiap bulan. Dalam sepuluh tahun terakhir, saya telah membaca setidaknya 1.000 makalah SCI yang diterbitkan di majalah Amerika Serikat dan Eropa, berharap menemukan "peluru ajaib" untuk pasien kanker hati dan juga untuk diri saya sendiri.

 

Hasilnyapun cukup mengecewakan. Sebuah meta-analisis besar dari 57 studi yang melibatkan 4.756 kasus karsinoma kolangioseluler yang berusia 49-67 tahun. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa "kemoterapi adjuvan pasca-operasi atau radioterapi tampaknya tidak bermanfaat."

 

Karena itu, saya memutuskan untuk menolak kemoterapi. Mengapa? Karena saya merasa kanker seperti "berpindah tempat setelah kemoterapi." Kemoterapilah yang menyebabkan sel-sel kanker bermutasi kembali dan menjadi "Sel baru!" Bukan hanya tidak terbunuh oleh obat-obatan kemoterapi, tetapi sel kanker tersebut bisa menjadi lebih "ganas".

 

 

3. Tidak semua pasien kanker dapat menjalani operasi. Hanya 20% pasien kanker saja yang dapat menjalani operasi

 

Biasanya menderita kanker, semua orang akan berpikir operasi dan perawatan bedah, untuk mencapai efek "memotong sel kanker”

 

Tetapi ternyata hanya 20% pasien kanker yang dapat menjalani operasi karena tiga alasan ini:

 

- Kanker stadium dini pada dasarnya ialah asimptomatik. Ketika gejala mulai terasa, biasanya kanker sudah dalam ukuran yang cukup besar atau sudah bermetastasis, sehingga sulit untuk disembuhkan.

 

- Pasien telah berumur ditambah dengan penyakit lainnya.

 

- Pasien atau keluarga menolak untuk menjalani operasi.

 

 

Hampir tidak mungkin untuk "membunuh" seluruh sel kanker, sehingga dibutuhkan ide-ide baru untuk melawan kanker.

 

Prof Xu Kecheng mengatakan bahwa timbulnya kanker adalah penyakit sistemik. Meskipun reseksi bedah adalah metode yang paling penting untuk menyembuhkan kanker, tetapi "radikal" tidak berarti "penyembuhan."

 

 

Penelitian telah menunjukkan bahwa 70% dari pasien kanker payudara, bahkan pada masa "awal", sel kanker dapat hadir dalam darah tepi dan sumsum tulang. Sel kanker ini sering ada dalam bentuk "sel punca kanker", dan dalam keadaan "tidur".

 

 

Setelah matang, mereka akan "bangun" dan tumbuh dengan cepat untuk membentuk tumor baru. Oleh karena itu, pemotongan lewat operasi kanker payudara memang dapat menghilangkan sebagian sel kanker pada payudara, tetapi sel-sel kanker yang sudah ada pada sistemik masih tidak dapat “dibersihkan".

 

 

 

Kanker, tidak bisa dioperasi, bagaimana cara mengobatinya? Prof Xu memperkenalkan bahwa pengobatan kanker terkini semakin canggih. Untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi, teknologi tinggi harus digunakan untuk perawatan komprehensif.

 

 

 

4. Saya tidak percaya pada iklan

 

 

 

 

Banyak dokter spesialis yang memiliki pengalaman dalam diagnosis dan pengobatan. Beberapa pasien dengan hepatitis berangsur-angsur berubah dari hepatitis kronis menjadi sirosis, dan kemudian dari  sirosis menjadi kanker, membentuk tiga perubahan “hepatitis kronis - sirosis hati- kanker hati”

 

 

Tentu saja, hepatitis di sini mengacu pada hepatitis B atau C. Jika pasien hanya memiliki tiga besar atau tiga kecil, transaminase tidak meningkat, dan tidak ada kerusakan pada fungsi hati, maka kita menyebutnya pembawa virus hepatitis B.

 

 

Pasien dengan virus hepatitis B positif memiliki peluang lebih besar untuk terkena kanker hati, tetapi saat ini, lebih dari 95% dari mereka tidak dapat disembuhkan. Satu-satunya cara ialah dengan peninjauan secara teratur. Setelah kanker hati terditeksi, pasien harus dirawat tepat waktu, sehingga tingkat penyembuhan kanker hati dini dapat mencapai 90%.

 

 

"Saya pernah berbicara di konferensi-konferensi mengenai penyakit tumor hati besar. Banyak obat yang mengklaim dapat mengobatinya. Tetapi itu hanya iklan saja, banyak orang yang termakan oleh iklan tersebut. Sehingga mereka mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli obat= obatan tersebut”

 

 

 

 

 

5. Mengobati kanker lebih dulu

 

 

 

Xu Kecheng sering mengatakan bahwa beberapa pasien takut mati karena kanker. Ketika saya mengetahui bahwa saya menderita kanker, saya juga merasa takut.

 

 

“Banyak orang yang langsung sekarat akibat putus asa. Tetapi saya selalu berusaha untuk tenang dalam masalah ini. Lalu dengan cepat saya dapat menerima fakta- fakta seperti bahwa kanker adalah tumor ganas. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun hanya beberapa persen saja. Hal ini merupakan tantangan terbesar untuk saya.”

 

 

Xu Kecheng berkata, "Saya harus membiarkan diri saya bertahan hidup karena masih banyak hal yang harus dilakukan. Sebagai contoh, kanker adalah penyakit kronis. Untuk hidup berdampingan dengan kanker, kita harus mengambil perawatan yang paling aman. Jangan biarkan pasien menderita dua kali, biarkan pasien menjalani kehidupan yang bahagia. Pandangan-pandangan ini harus ditanamkan, kita harus membentuknya menjadi sebuah konsep dan model, dan kemudian mempromosikannya. "

 

 

Setelah lebih dari sepuluh tahun, kankernya belum kambuh. Dia masih memimpin tim penelitian untuk terus mengatasi penyakitnya. “Berbahagialah, seimbangkan pola makan, olahraga dengan benar, dan tetap bekerja keras.” Ini rahasianya.