+62851-0461-2299

Prognosis Kanker Hati Terpanjang, Setelah Nano-knife

News - September 07,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Kanker hati adalah tumor ganas ke-5 yang paling umum ditemui di dunia, dengan prognosis yang buruk. Alasan utamanya ialah akibat diagnosis dini yang sulit dilakukan. Sehingga saat terdeteksi, pasien tersebut telah memasuki stadium menengah hingga akhir. Prognosis keseluruhan dalam 5 tahun ialah sekitar 10%- 15%, pada kanker hati besar (> 5cm) dekat pembuluh darah, saluran empedu dan organ vital lainnya. Meskipun pembedahan merupakan standar emas untuk pasien kanker hati, namun pasien yang memiliki kesempatan untuk pembedahan tersebut tidak mencapai 20% dari keselurhan pasien kanker hati, dan pasien yang tidak dioperasi memiliki resiko kekambuhan yang lebih tinggi, sehingga prognosisnya menjadi lebih terbatas. Dalam beberapa tahun terakhir, radiofrekuensi ablasi, ablasi gelombang mikro, cryoablasi serta perawatan minimal invasif lainnya telah digunakan untuk perawatan kanker hati. Nano-knife merupakan salah satu teknik ablasi terbaru.

 

 

RS Kanker Fuda yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Jinan, telah membuat banyak prestasi dalam perawatan minimal invasif sehingga menghasilkan beberapa “Keajaiban” yang luar biasa karena telah merawat banyak pasien kanker dengan stadium lanjut dan kritis, disaat yang lainnya masih bergumul “Tidak berani melakukan atau Ingin melakukannya”

 

 

 

 

Beberapa hari yang lalu muncullah berita baik, ablasi Nano-knife dilakukan di RS Kanker Fuda pada seorang pasien dengan kanker hati besar, setelah 40 bulan berlalu, tidak ada kekambuhan pada pasien tersebut. Pasien berada dalam koondisi fisik yang baik, hal ini juga mencatat sebuah rekor baru dalam literatur domestik. Dimana periode bertahan hidup terpanjang setelah ablasi dilakukan pada tumor yang begitu besar. Pencapaian yang sangat memuaskan karena tim dokter berhasil memperpanjang prognosis hidup pasien, sehingga memungkinkan pasien “Hidup berdampingan dengan kanker.”

 

 

 

 

Beginilah isi jurnal diatas:

Seorang laki- laki berusia 48 tahun yang memiliki hepatitis selama bertahun- tahun. Pada Oktober 2011, ditemukan sebuat tumor pada lobus kiri livernya. Lalu ia didiagnosis dengan “Kanker Hati Primer, Liver sirosis” setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit setempat. Pada 24 November 2011, ia dirawat di rumah sakit lainnya dan menjalani prosedur dekompresi seta pembedahan lobus kiri hati. Desember 2015, ia menumukan bahwa tumornya kambuh kembali lalu pergi ke RS kami untuk perawatan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan Total Bil: 29,9μmol / L, bilirubin direk: 14,5μmol / L, Alanine Aminotransferase 36 U, Aspartat Aminotransferase 71 U / L, Alkaline Phosphatase 78 U / L. Setelah melakukan evaluasi serta konsultasi bersama tim dokter ahli yang menyatakan bahwa tumor telah menyerah kubah hati sehingga pasien masih memiliki kesempatan untuk dioperasi. Tetapi pasien tersebut monolak untuk menjalani operasi, sehingga dokter menarankan untuk melakukan Nano-knife di bawah panduan CT scan. Untuk dapat mengendalikan pertumbuhan tumor, meredakan gejala, ablasipun dilakukan pada 31 Des 2015. Setelah operasi pasien kembali pulih dengan baik, tanpa komplikasi serius, serta transaminase pasca operasi juga ikut meningkat. Pengobatan transaminasepun dilakukan untuk melindungi fungsi hati yang lebih rendah dibanding sebelumnya.

 

Setelah 40 bulan:

Tes laboratorium mengungkapkan: bilirubin total: 14,7 μmol / L, bilirubin direk: 4,4 μmol / L, Alanine Aminotransferase 18 U / L, Aspartat Aminotransferase 21 U / L, Alkaline Phosphatase 76 U / L .

 

 

 

 

Prestasi ini merupakan salah satu prestasi yang luar biasa. Sehingga "Histologi Kanker Hati" yang didukung oleh Rumah Sakit Penelitian Kanker dari Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok, lembaga penelitian medis tertinggi di Cina, menerbitkan sebuah makalah tentang pencapaian ini. Majalah ini mewakili tingkat tertinggi perawatan kanker hati di Cina. Publikasi majalah ini sebagian besar membahas tentang teknologi ablasi Nano- knife yang ada di RS Kanker Fuda yang berada di garis terdepan dalam pengobatan ablasi kanker hati.

 

Kepala ahli bedah, yang merupakan kontributor utama untuk tesis ini, serta Profesor Niu Lizhi, wakil direktur Rumah Sakit Kanker Fuda, mengatakan: "Rumah sakit swasta hanya berasal dari akar rumput saja, dan mereka tidak memiliki informasi yang cukup. Jika kita ingin menciptakan sebuah keajaiban, maka kita sendiri harus memperjuangkan supaya keajaiban itu dapat terjadi, sehingga lebih dikenal lagi oleh banyak pasien serta masyarakat untuk membantu pengobatan mereka.”

 

 

RS Kanker Fuda akan terus berlajar untuk merawat pasien- pasien kanker serta menciptakan sebuah “Keajaiban baru” dalam menangani pasien- pasien stadium lanjut dengan pengobatan minimal invasif.

 

 

 

 

Sistem perawatan tumor dengan Nano-knife merusak dinding tumor dan melepaskan aliran listrik kecil pada pusat sel kanker, sehingga mematikan sel kanker. Ablasi ini dapat menginduksi apoptosis sel tumor dengan lebih akurat serta menyeluruh tanpa mengakibatkan kerusakan permanen pada jaringan normal disekitarnya, sehingga mengurangi komplikasi.

 

 

 

5 Gejala Utama, Tanda- tanda Kanker Hati:

 

  1. Nyeri pada bagian hati :

Sebagian besar pasien dengan kanker hati stadium lanjut memiliki nyeri pada bagian hati, dan merupakan gejala pertama yang paling sering ditemui, dengan tingkat kejadian lebih dari 50%. Nyeri di hati biasanya terletak di sisi kanan atau di bawah xiphoid. Biasanya sakitnya bisa saja hilang timbul atau terus menerus, nyeri bersifat tumpul atau menyengat, Jika memiliki gejala tersebut, maka anda harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya kanker hati. Setelah timbulnya gejala tersebut, tumor akan tumbuh dengan cepat, menyerang diafragma, hingga menyebabkan rasa sakit, yang bersifat radial, hingga terkadang dapat menjalar ke bahu kanan, punggung kanan dan pinggang kanan.

 

  1. Lemah serta Penurunan Berat Badan :

Penurunan berat badan drastis adalah gejala umum pasien kanker hati, terutama karena masalah pencernaan dan kapasitas penyerapan nutrisi setelah kerusakan fungsi hati. Yaitu karena adanya hambatan dalam penyerapan nutrisi, sehingga seseorang dapat dengan cepat mengalami penurunan berat badan. Karena kurangnya energi dalam tubuh, pasien sering merasa lemas

 

 

 

  1. Rasa tidak nyaman pada lambung :

Rasa yang tidak nyaman pada lambung membuat pasien kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan, bahkan mual dan muntah, diare yang berkaitan dengan enteritis, sehingga menunda waktu untuk mengobati kanker hati.

 

 

  1. Cenderung Mudah Untuk Berdarah :

Pasien kanker hati dengan kelainan fungsi hati, membuat pembekuan dalam darah menurun, sehingga pada pasien mudah mengalami pendarahan gusi dan ekimosis subkutan. Dan biasanya pasien juga mengalami pendarahan gastrointestinal terutama pasien dengan portal hipertensi yang disebabkan oleh varises esofagus, sehingga dapat menyebabkan kematian pada kebanyakan pasien kanker hati.

 

 

  1. Gejala Lainnya :

Penyakit kuning: urin kuning hingga kemerahan seperti teh, mata kuning, Asites, distensi abdomen, oliguria, sedikit urin, peningkatan frekuensi BAB. Feses hitam (jika terdapat pendarahan pada sistem pencernaan), hingga hematemesis. Sakit perut, perut berdarah, tekanan darah menurun. Penurunan gula darah: paroksismal, berkeringat. Koma hati: kejang- kejang, dll.