0851-0461-2299

Teknologi Presisi Tumor Terkemuka “Ablasi 3D”

News - June 26,2019 00:00 WIB

Post

 

 

-- Pertukaran Dokter Guangzhou- Amerika di RS Kanker Fuda

 

 

Pada 12 Juni 2019 lalu, Dr Zhao lei beserta rombongannya dari Universitas Harvard, datang mengunjungi RS Kanker Fuda untuk melakukan pertukaran dokter serta diskusi mendalam dengan para ahli onkologi di RS Kanker Fuda. Dalam pertemuan ini mereka terus membahas mengenai masa depan dari terapi ablasi. Kedua belah pihak juga berbicara mengenai teknologi terbaru yaitu ‘teknologi 3D” yang diharapkan kedepannya teknologi ini dapat membuat ablasi menjadi lebih akurat dan aman untuk digunakan.

 

 

Penerapan Panduan Radiografi Dalam Ablasi

 

Zhaolei ialah seorang ahli dalam bidang radiologi yang terkenal secara Internasional datang jauh- jauh dari Universitas Harvard untuk membahas bagaimana cara mengembangkan teknologi radiografi 3D ini supaya lebih akurat dalam proses ablasi.

 

 

Pada kesempatan kali ini Zhaolei dan timnya khusus mendatangi RS Kanker Fuda untuk mengamati proses ablasi Nano-knife pada pasien kanker hati dan juga pasien kanker pankreas. Setelah operasi Dr Zhaolei memuji teknologi luar biasa yang dimiliki oleh RS Fuda, dan juga ia sempat berdiskusi dengan Prof Niu Lizhi, wakil presiden dari RS Fuda mengenai bagaimana menerapkan tekonologi 3D dalam penggunaan Nano-knife supaya ablasi Nano-knife menjadi lebih akurat dan lebih aman.

 

 

 

 

Ablasi telah menjadi jalan keluar baru untuk mengobati tumor, terutama bagi pasien yang tidak mau menjalani pembedahan atau yang tidak cocok untuk dioperasi, namun tetap mencapai pengobatan yang diinginkan yaitu membunuh tumor. Dengan ablasi efek samping lebih sedikit, luka yang lebih sedikit dan recovery yang lebih cepat dibandingkan operasi pembedahan. Pada beberapa kankerseperti kanker hati, ablasi menunjukkan hasil yang baik, terutama dengan fasilitas medis yang kian maju, sehingga tumor dapat deteks lebih dini dibanding dengan periode- periode sebelumnya. Sehingga metode ini sangat cocok untuk digunakan pada tumor ganas stadium awal- akhir.

 

 

 

 

 

 

Saat ini, ablasi yang dilakukan masih menggunakan bimbingan gambar CT scan, USG atau resonansi magnetik lainnya yang masih dalam dua dimensi. Sehingga tekadang dokter tidak bisa melihat tumor dengan gambaran menyeluruh, jika kurang cermat, maka hasil akan menjadi berbeda. Oleh karena itu dalam ablasi tumor, perlu dilakukan pemotretan berulang- ulang, sehingga foto harus direkonstruksi dan membutuhkan keahlian khusus dokter untuk menggabungkan foto- foto tersebut dalam imajinasi mereka, supaya saat ablasi tumor dapat benar- benar bersih. Sehingga proses ini sangat bergantung dengan pengalaman atau jam dokter tersebut.

 

 

 

 

Teknologi 3D Dapat Memimpin Ablasi

 

 

Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi 3D semakin banyak digunakan dalam dunia kedokteran. Jika teknologi 3D juga dapat digunakan dalam ablasi, maka beberapa tumor yang tidak terlihat jelas dapat ditampilkan dengan akurat melalui teknologi 3D tersebut. Sehingga memungkinkan para dokter untuk melihat dengan tepat dimana lokasi, ukuran dan juga hubungan dengan organ- organ disekitarnya, terutama pembuluh darah, saraf, usus yang dapat terlihat dengan jelas dan membuat operasi lebih aman.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ablasi yang jika dipadukan dengan teknologi 3D merupakan arah pengembangan teknologi medis masa depan. Dalam pertukaran para dokter ini diharapkan industri medis dapat mengembangkan teknologi 3D ini. Dr Zhaolei juga sangat puas dalam perjalanan ini, sekarang ia mengerti bagaimana pentingnya perkembangan teknologi 3D ini terutama dalam praktek Ablasi, ia berharap dapat sesegera mungkin menggunakan alat ini dalam praktek klinis sehingga dapat bermanfaa bagi lebih banyak pasien lagi.