0851-0461-2299

Hubungan Tumor Marker Dan Tumor

News - May 16,2019 00:00 WIB

Post

 

Musim semi telah tiba, cuaca yang baik sangat cocok untuk melakukan pemeriksaan medis rutin. Tidak sulit untuk mendeteksi tumor, karena sekarang banyak pemeriksaan tumor yang dapat dilakukan. Seperti Alpha fetoprotein (AFP), Carcinoembryonic antigen (CEA), dan Cancer Antigen (CA-125).

 

 

Terkadang semakin kita memeriksakan tumor marker dalam darah, semakin kita merasa bingung dalam mengartikan hasil pemeriksaan tersebut. Pertama, hasil tumor marker sangat kompleks sehingga sulit untuk ditafsirkan, Kedua banyak orang yang tidak mengetahui arti dibalik hasil tersebut. Apa benar angka tumor marker dalam kadar normal juga menunjukkan tidak adanya tumor dalam tubuh? Jika level tumor marker tidak normal apakah artinya dalam tubuh kita terdapat tumor? Ketika tumor marker positif, apakah berarti kanker? Banyak orang yang mempertanyakan tentang hasil tes dari tumor marker.

 

 

Maka dari itu kami mengundang Dr. Liu Shupeng dari RS Kanker Fuda untuk menjawab seputar pertanyaan diatas.

 

 

 

 

Q1 : Apa itu pemeriksaan tumor marker?

A1 : Banyak orang yang merasa khawatir ketika menemukan bahwa ‘tumor marker’ mereka berada diatas batas normal. Jadi apa sebenarnya tumor marker? Apa arti dari pemeriksaan ini? Menurut Dr Liu, pemeriksaan ini sebenarnya hanyalah metode ilmiah untuk mendeteksi zat yang ada dalam darah, sel- sel, jaringan dan cairan tubuh yang berhubungan dengan tumor. Tumor marker yang paling umum yaitu; AFP, CEA, CA-125, dll.

 

 

 

 

Memang betul bahwa tumor marker mencerminkan adanya sel tumor dalam tingkat tertentu, dan level tumor marker juga dapat mencerminkan stadium tumor, serta ukuran dari tumor itu sendiri. Namun sejauh ini, tidak ada tumor yang memiliki 100% tumor marker yang spesifik dan akurat. Jadi dengan kata lain, tidak ada tumor marker yang 100% dapat menentukan jenis tumor. “banyak tumor marker yang cenderung tidak spesifik, jadi deteksi beberapa kanker dengan tumor marker sama seperti mencari jarum di dalam jerami.”

 

Q2 : adakah hubungan yang erat antara tumor marker dan kanker?

A2 : Ada beberapa hubungan, tapi mereka tidak bisa sepenuhnya sama satu dengan yang lain. Tumor marker sering kali dihubungkan dengan kanker, ketika tumor marker dinyatakan positif, banyak orang menjadi tegang. Beberapa orang bahkn berpikir bahwa itu adalah kanker. Dalam kasus ini, Dr Liu menjelaskan bahwa tumor marker memang memiliki efek untuk memberikan peringatan, tetapi tumor marker tidak dapat digunakan sebagai dasar diagnosis utama untuk tumor. Selama pemeriksan fisik, kadar tumor marker yang tinggi tidak selalu menandakan tumor, tetapi sebagai sebuah peringatan bagi kita untuk lebih memperhatikan kesehatan kita.

Kenaikan level tumor marker juga mendeteksi keadaan yang bukan tumor seperti; Hepatitis kronik, Hiperplasia prostat yang jinak, endometriosis, dan konsumsi beberapa obat juga dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Dengan kata lain, ketika anda memiliki tumor, tumor marker tidak selalu tinggi. Sekarang AFP yang sangat spesifik dapat mendeteksi 70% kanker hati, dengan kata lain, sekitar 70% pasien dengan Kanker hati primer memiliki level tumor marker yang tidak normal, dan sisa 30% pasien lainnya normal.

 

 

 

 

Dr Liu mengatakan diagnosa tumor tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemeriksaan tumor marker. Hanya dengan observasi yang dilakukan terus- menerus mengenai perubahan yang dinamis pada tumor marker yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan. Jika anda memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan tumor, atau tumor marker terus menerus meningkat setiap kali melakukan pemeriksaan, maka anda perlu curiga dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti CT, USG, dan pemeriksaan lainnya, hingga pemeriksaan patologi jika diperlukan untuk memastikan diagnosa.

 

 

 

 

Beberapa tumor marker yang umum

 

Saat ini tumor marker yang paling umum digunakan ialah; alpha- fetoprotein (AFP), carcinoembryonic antigen (CEA), cancer antigen 125 (CA- 125), cancer antigen 153 (CA 153), prostatic acid phosphatase (PAP), dll. Apakah arti dari tumor markers ini, dan bagaimana cara kita memahaminya? Dr Liu mencoba menjabarkannya dengan sederhana.

 

 

 

 

1. Alpha-fetoprotein (AFP)

 

Kadar normal AFP: 0- 8 U/ml. AFP adalah tumor marker terbaik untuk mendiagnosis Kanker Hati primer, efektifitas diagnosa dengan AFP mencapai 60% - 70%. Jika serum AFP > 400 u/ ml selama 4 minggu, atau sekitar 200- 400 U/ml selama 8 minggu, maka orang tersebut dapat didiagnosa dengan Kanker hati primer, dan dianjurkan melakuan pemeriksaan radiologi.

 

Jadi AFP dapat digunakan untuk menandakan kanker hati (kebanyakan), beberapa kasus kanker testis dan tumor ovarium. AFP adalah tumor marker dengan tingkat sensitivitas > 80%. Dengan kata lain > 80% kanker hati primer dapat terdeteksi dengan kadar AFP yang tinggi. Kadar normal serum AFP < 5.8 U/ml. Jika tumor marker mencapai 400 U/ml selama 4 minggu berturut- turut, maka terkonfirmasi tumor.

Pengecualian untuk pasien dengan hepatitis kronik dan juga periode aktif hepatitis, karena saat itu juga dapat menyebabkan serum AFP meningkat.

 

 

 

 

 

2. Carcinoembryonic Antigen (CEA)

 

Kadar normal serum CEA berkisar 0 - 5 U/ml. CEA adalah glikoprotein embrio antigen yang ditemukan pada fetus, jaringan dengan kanker usus besar yang dimiliki spektrum tumor marker yang luas. CEA yang positif menunjukkan keganasan tumor yaitu 70% pada kanker usus besar, 60% kanker lambung, 55% kanker pankreas, 50% kanker paru- paru, 40% kanker payudara, 30% kanker ovarium dan kanker uterus. CEA khusus menargetkan kanker pencernaan (kebanyakan), kanker lambung, beberapa kasus kanker payudara, paru- paru dan cholangiokarsinoma.

 

Sebagian besar serum CEA berada di epitelium tumor saluran pencernaan, jadi biasanya CEA menandakan kanker saluran pencernaan. Sekitar 70% - 80% pasien dengan kanker saluran pencernaan memiliki kadar CEA yang tidak normal dalam darah. CEA memiliki tingkat spesifikasi y ang tinggi, jadi jika lebih dari 10 U/ml, maka pasien dapat didiagnosa dengan tumor ganas.

 

Jika CEA berkisar antara 0- 39 U/ml kemungkinan terdapat; kanker pankreas, kanker kantong empedu, kanker lambung, kanker saluran pencernaan. Biasanya serum CEA positif pada; 80% - 90% pasien kanker pankreas, 50% pasien kanker lambung, dan 60% pasiern kanker usus besar dan 64% pasien kanker hati.

Terkecuali pada; pasien pankreatitis, kolesistitis, kolestatik kolangitis, cirosis, hepatitis yang juga dapat meningkatkan kadar serum CEA 

 

 

3. Cancer Antigen 125 (CA- 125)

 

CA-125 adalah antigen yang ditemukan pada jaringan epitel kanker ovarium, dan merupakan tumor marker yang paling banyak diselidiki karena berhubungan dengan kanker ovarium. Serum ini penting pada pemeriksaan awal dan juga diagnosis, pengobatan dan perjalanan tumor. Keakuratan serum CA-125 untuk mendeteksi kanker ovarium pada jaringan epithel mencapai 70%.

 

Jika CA-125 berkisar antara 0- 8.5 U/ml bisa saja menandakan; kanker ovarium (kebanyakan), kanker payudara, kanker pankreas, kanker saluran lambung, dll. Tumor marker ini sangat penting terutama untuk wanita, karena merupakan antigen utama yang diakui secara internasional dapat mendeteksi kanker ovarium.

Terkecuali pada; pasien dengan endometerosis, penyakit inflamasi pelvis, adenomiosis, kista ovarium, dll, dimana CA-125 dapat meningkat juga pada trimester pertama kehamilan.

 

Antigen Spesifik Prostat (PSA)

Kadar serum PSA berkisar 0- 6.5 U/ml menandakan adanya kanker prostat. Tumor marker ini khusus untuk mendeteksi prostat pada laki- laki.

Terkecuali; pembengkakan prostat, prostatitis, penyakit ginjal dan saluran urin yang juga dapat meningkatkan kadar PSA.

 

 

 

 

4. Cancer antigen 15-3 (CA15-3)

 

CA15-3 dapat digunakn sebagai indikator diagnosa kanker payudara, pemeriksaan setelah operasi dan metastasis. Serum ini 60% sensitif pada kasus kanker payudara awal, 80% pada stadium akhir atau dengan penyebaran.

 

 

 

 

5. Prostatic Acid Phosphatase (PAP)

 

Peningkatan kadar PAP dalam darah adalah indikator penting dalam diagnosa stadium kanker prostat, perkembangan tumor dan perjalan kanker prostat itu sendiri.

Terkecuali pada prostatitis dan hiperplasia prostat jinak yang juga dapat meningkatkan kadar PAP.

 

 

-----------------------------------------------------------

 

 

Jadi tumor marker yang positif tidak dapat menyebabkan kanker. Karena 100% tumor marker yang spesifik hingga saat ini belum ditemukan, setiap tumor marker memiliki hasil positif yang rancu, jadi jika tumor marker positif, maka perlu diikuti dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

 

Dr Liu mengatakan, jika salah satu tumor marker sedikit meningkat, anda tidak usah terlalu khawatir. Karena hasil tersebut perlu dianalisa oleh ahli untuk menghilangkan faktor lainnya, lalu lakukan pemeriksaan yang sama setelah 1 atau 2 bulan kemudian. Jika terus meningkat, (biasanya meningkat lebih dari 2.5% dengan signifikan), maka kemungkinan terdapat tumor, sehingga pemeriksaan radiologi harus dilakukan dengan tepat.

 

Pada umumnya, jika terjadi sedikit peningkatan (tidak terlalu tinggi dari batas normal), artinya kemungkinan untuk tumor itu tumbuh relatif rendah, jadi sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya atau observasi yang dinamis. Jadi anda tidak perlu khawatir, tetapi tetap harus diikuti perubahan hasil tersebut. Peningkatan menengah hingga peningkatan yang tinggi atau peningkatan terus- menerus pada beberapa marker menandakan kemungkinan terjadinya tumor sangat tinggi. Jika hal ini terjadi konsultasikan kepada dokter anda sesegara mungkin.

 

Biasanya gejala tumor tidaklah spesifik, sehingga banyak pasien yang terdiagnosa kanker stadium menengah hingga stadium lanjut disaat gejala yang tidak normal dirasakan, sehingga banyak pasien kanker yang kehilangan kesempatannya untuk melakukan pengobatan. Maka itu perlunya kesadaran untuk perawatan diri sendiri dengan pemeriksaan fisik yang teratur akan sangat membantu untuk deteksi kanker dini.