0851-0461-2299

Adakah pengobatan kanker yang sederhana, efektif dan murah?

News - April 23,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Kanker sudah menjadi penyakit yang sangat umum. Di masa depan diperkirakan setiap 2-3 orang terdapat satu orang yang terkena kanker tiap waktu.

 

 

Kanker dapat diobati, berdasarkan statistik angka kematian akibat kanker di Amerika Serikat semakin lama semakin berkurang. Kanker telah menjadi penyakit kronis jika dengan perawatan dan rehabilitasi yang tepat, sama seperti penyakit lainnya; darah tinggi, diabetes. Sehingga diharapkan kedepannya pasien kanker dapat memiliki jangka hidup yang panjang seperti mereka.

 

 

Laporan terbaru dari National Cancer Centre menyatakan bahwa ditemukan lebih dari 3 juta kasus tumor tiap tahunnya di dunia, berarti sekitar 10.000 orang terdiagnosa kanker setiap harinya dan sekitar 7 orang terdiagnosa menderita kanker setiap menitnya. Dan perlu dicatat bahwa semakin lama penderita kanker berada pada usia muda, dengan kasus yang semakin serius atau berat.

 

 

Prof Xu Kecheng mengatakan bahwa dalam 1 cm tumor terdapat 1 miliar sel kanker didalamnya. Biasanya diperlukan waktu sekitar 10- 20 tahun untuk mengembangkan sel kanker dari tumor. Jika tidak dicegah, didiagnosis dini, dan dirawat sejak dini, maka kondisinya akan sangat berbeda.

 

 

 

Bagaimanakah sifat kanker?

 

 

 

Kanker bukanlah berasal dari ‘serangan mahluk asing’ namun kanker berasal dari sel normal yang menjadi tidak normal. Pada proses pembelahan dan replikasi sel- sel manusia, sebuah gen dalam sel dapat bermutasi. Didalam tubuh kita terdapat lebih dari 20.000 gen. Sebagian besar mutasi tidak berasal pada gen kunci atau gen utama, namun terdapat 100 gen yang berhubungan langsung dengan kanker. Jika salah satu dari 100 gen tersebut bermutasi menjadi kanker, maka kemungkinan orang tersebut untuk mengidap kanker menjadi lebih tinggi.

 

 

Prof Xu Kecheng telah merumuskan bahwa:

 

 

        1.  Semakin tua usia seseorang maka semakin banyak sel yang perlu dipecah, sehingga orang tua lebih mungkin terkena kanker daripada anak muda.

 

 

       2.  Semakin banyak kerusakan pada organ manusia, maka semakin banyak perbaikan yang harus dilakukan oleh sel. Sehingga sel harus banyak melakukan pembelahan sel, jadi semakin besar pula peluang orang tersebut memicu kanker, sehinga sel harus terus membelah untuk memperbaiki jaringan.

 

Sebagai contoh: sinar matahari dapat merusak sel- sel kulit kita sehingga menyebabkan kanker kulit. Merokok atau menghirup polusi udara yang parah akan merusak sel- sel paru sehingga menyebabkan kanker paru- paru. Memakan makanan yang terkontaminasi atau mengiritasi serta merusak sel- sel epidermis pada saluran pencernaan akan menyebabkan kanker tenggorokan, kanker perut, kanker kolorektal, atau kanker rektum. Virus Hepatitis B kronis yang merusak sel- sel hati dapat mengakibatkan kanker hati.

 

 

      3.  Jumlah mutasi pada sel setiap orang berbeda, tergantung seberapa banyak gen yang termutasi.

 

Sebagai contoh: seorang anak yang lahir dengan warisan beberapa mutasi genetik, meskipun tidak secara langsung dapat menyebabkan kanker, namun jumlah mutasi setiap kali sel membelah akan meningkat, sehingga lama kelamaan anak tersebut dapat terkena kanker. Misal, seorang membawa mutasi gen BRCA yang akan meningkatkan orang tersebut mengidap kanker payudara atau kanker ovarium.

 

 

 


Apakah kanker dapat dicegah?

 

 

“Kanker tidak berarti kematian!” ujar Prof Xu Kecheng, ia menakankan bahwa sejak tahun 1995, tingkat kematian akibat kanker di Amerika serikat terus menurun selama lebih dari 20 tahun, berkat pencegahan dan perawatan kanker. Jadi kanker dapat di cegah melalui aspek- aspek berikut seperti; berolahraga, tidak merokok, suasana hati yang gembira, makanan serta penyakit infeksi.

 

Menurut penelitian terbaru, 45,2% kematian akibat kanker pada orang dewasa di Tiongkok dapat dikaitkan dengan 23 faktor risiko sebagai berikut yaitu; merokok, minum- minuman beralkohol, kurangnya aktivitas fisik, asupan sayuran yang rendah, diet rendah serat, dan kebiasaan makan yang buruk dan tidak sehat. , berat badan berlebihan, faktor metabolisme seperti diabetes, serta faktor lingkungan dan infeksi

 

Sedangkan hasil analisa American Cancer Center, dari 1,44 juta orang Eropa dan Amerika ditemukan bahwa olah raga dengan teratur secara signifikan dapat mengurangi kejadian kanker. Terutama 13 jenis kanker antara lain; adenokarsinoma esofagus (42%), kanker hati (27%), kanker paru-paru (26%), kanker ginjal (23%), kanker jantung dan lambung (22%), kanker endometrium (21%), leukemia myeloid ( 20%), myeloma (17%), kanker usus besar (16%), kanker kepala dan leher (15%), kanker dubur (13%), kanker kandung kemih (13%), kanker payudara (10%).

 

 

Pada Agustus 2014, satu dari empat jurnal medis top dunia, The Lancet menerbitkan sebuah artikel studi yang berasal dari 5,24 juta orang Inggris. Setelah selama 7,5 tahun mengikuti dan menganalisa data mengenai kondisi hidup mereka, ditemukan bahwa ketika BMI (Indeks Masa Tubuh) meningkat 5 kali lebih banyak dari normal, maka resiko beberapa kanker juga meningkat sebagai berikut; risiko kanker rahim meningkat sebesar 62%, kanker kantung empedu 31%, kanker ginjal 25%, kanker serviks 10% , dan sekitar 9% kanker tiroid dan leukemia. Disaat yang sama BMI juga berkaitan erat dengan kanker hai, kanker usus besar, kanker ovarium, dan anker payudara pasca-menopause. Dengan berolahraga secara teratur, diet untuk menjaga berat badan secara efektif dapat mengendalikan obesitas dan juga mengurangi resiko terjadinya kanker.

 

 

 

 

 

 

Dengan merokok berarti kita juga menghirup zat- zat karsinogen masuk ke dalam tubuh. Setiap tahun 3 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat tembakau. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan bahwa pada 2020- 2030, sekitar 10 juta orang akan meninggal akibat tembakau setiap tahunnya. Berhenti merokok secara signifikan dapat mengurangi timbulnya kanker paru- paru. Semakin cepat anda berhenti merokok, maka akan semakin baik efeknya bagi tubuh anda. Sejak tahun 1990 hingga 2015, tingkat kematian akibat kanker paru- paru pada pria di Amerika Serikat telah menurun secara signifikan hingga 43%, sejalan dengan perubahan pembelian rokok per kapita.

 

 

 

Kurva penderita kanker pada perokok aktif dan pasif.

 

 

 

Tidak hanya para perokok namun perokok pasif juga memiliki resiko yang tinggi untuk mengidap kanker paru- paru. Di Cina sendiri, perokok pasif menyebabkan 100.000 kematian setiap tahunnya, banyak diantarana ialah anak- anak. Selain itu asap dapur dengan PM 2,5 dapat meningkatkan resiko kanker.

 

 

Apakah Minuman Beralkohol Jangka Panjang Dapat Menyebabkan Kanker?

 

 

Alkohol sendiri bukanlah zat karsinogentik dan tidak dapat menyebabkan mutasi genetik. Bahayanya adalah metabolisme tubuh yaiu Asetaldehida.

 

Setelah alkohol dalam bentuk etanol memasuki tubuh, tubuh akan melakukan dimetabolisme oleh alkohol dehidrogenase menjadi asetalehida. Asetaldehida kemudian diubah menjadi asam asetat oleh asetaldehida dehidrogenase. Asetaldehida dapat secara langsung meningkatkan DNA yang menyebabkan mutasi genetik. Sehingga Organisasi kesehatan dunia WHO telah mendaftarkan bahwa Asetaldehida sebagai zat karsinogenik utama!

 

 

 

 

 

Jadi kesimpulan yang didapat ialah minuman beralkohol dapat menyebabkan kanker. Dalam penelitian di Tiongkok, orang- orang Tiongkok yang suka minum minuman beralkohol memiliki kelainan gen ALDH2 atau kemampuan untuk perbaikan gen menjadi rusak, karena mereka sangat rentan terhadap alkohol dan asetaldehida.

 

 

 

 

 

 

 

Apakah kanker menular?

 

 

 

Sel- sel kanker sangat rapuh dan tidak dapat bertahan hidup ketika mereka meninggalkan lingkungannya. Setelah melakukan penelitian selama bertahun- tahun, masih belum dapat dipastikan jika kanker tidak menular.

 

 

Ada kemungkinan ‘Penularan’ secara tidak langsung. Sebagai contoh; pasien hepatitis B dan hepatitis C, lebih mungkin untuk terkena kanker hati. Orang yang terinfeksi HPV memiliki peluang yang lebih tinggi untuk terkena kanker serviks. Pembawa virus EB lebih berpeluang untuk terkena kanker nasofaring, Dan orang yang terinfeksi Helicobacter Pilori berpeluang tinggi untuk terkena kanker lambung.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Cara Kanker Membunuh?

 

 

 

  1. Kompresi dan penghancuran parsial

Tumor ganas, yang sudah menyebar atau tidak serta bertumbuh hingga besar dapat menekan berbagai organ penting disekitarnya, seperti pada tumor otak yang sering menekan saraf penting dan dapat menyebabkan kematian.

 

  1. Transfer

Penyebaran tumor pada organ- organ penting dapat mempengaruhi fungsi organ tersebut seperti pada otak, paru- paru, tulang dan hati.

 

  1. Cachexia

Keadaan kronis malnutrisi akibat penyakit kronis ini dapat juga menyebabkan kegagalan sistem tubuh. Penurunan berat badan yang drastis mengakibatkan hilangnya otot dan lemak dalam tubuh secara drastis juga. Sehingga terkadang Cachexia semacam ini sulit untuk diobati dan kembali seperti normal dulu.

 

 

 

Mengapa pengobatan kanker begitu sulit?

 

 

Kanker adalah penyakit ‘endogen’ Obat kemoterapi suntik dapat membunuh sel- sel kanker, dan juga membunuh sel- sel normal yang berkembang dengan cepat seperti sel folikel rambut dibawah kulit kepala, sel mukosa, sel- sel pada saluran cerna dan sumsum tulang. Inilah yang disebut “Membunuh seribu, namun menghancurkan diri 80%”

 

 

Mengobati kanker bukanlah sebagai penyakit tunggal, namun melakukan ribuan kombinasi bahkan puluhan ribu untuk mengobati penyakit ini. Misalnya pada kanker paru- paru, ada puluhan gen penggerak kanker paru- paru yang dikenal dalam dunia medis. Sel- sel kanker tidak hanya mempertahankan kemampuan evolusi dasar, tetapi juga kemampuan khususnya, sehingga menjadi sulit ditangani. Sehingga pengobatan untuk kanker paru- paru akan terus berubah untuk memperkecil efek obat- obatan.

 

 

Dalam beberapa kasus tumor ditemukan bahwa beberapa sel kanker secara alami sensitif terhadap obat- obat kemoterapi atau radioterapi. Dan beberapa jenis lainnya tidak sensitif sama sekali dengan kemoterapi ataupun radioterapi. Sel- sel sensitif yang terbunuh mengakibatkan sel- sel yang tidak sensitif dapat berkembang sesukanya dengan bebas. Jadi dengan kata lain, perawatan yang hebat akan menghilangkan ‘lawan’ yang sensitif, sehingga sel yang tidak sensitif meningkatkan perkembangan kanker.

 

 

Jika terdapat sel induk dalam kanker, maka tidak mungkin untuk membunuh sel induk tersebut dengan kemoterapi dan radiasi.

 

 

 

Adakah pengobatan kanker yang sederhana, efektif dan murah?

 

 

 

Tujuan dari perawatan kanker ialah supaya pasien kanker dapat bertahan hidup lebih lama dan bukan dalam jangka waktu yang pendek, tetapi bertahan dalam satu atau beberapa tahun, serta memiliki kualitas hidup yang baik. Namun saat ini metode pengobatan kanker tradisional belum dapat mencapai tujuan tersebut pada sejumlah besar pasien. Prospek immunoterapi yang menjanjikan harus terus diikuti dan dipantau.

 

 

Mengingat hal ini, ahli onkologi terkenal dari Akademi Tang Yu telah mengkedepankan konsep ‘Kontrol Kanker ala Tiongkok’ dengan cara ‘menghilangkan’ dan juga ‘memperbaharui’. Kuncinya ialah untuk terus menerapkan konsep ini dalam praktek klinis. Prof Xu Kecheng juga banyak membaca dan menyelidiki lieratur- literatur tentang “Hidrogen untuk Kesehatan.” Selain mendalami penelitian di Jepang, ia juga pergi ke berbagai tempat untuk meneliti pasien dengan penyerapan hidrogen dengan membuka tempat terapi hidrogen gratis di studionya sendiri. Dia menemukan bahwa dengan molekul hidrogen, dapat merekonstruksi sel- sel yang baik sehingga memiliki efek positif terhadap pencegahan serta pengendalian kanker.

 

 

 

 

 

 

Hidrogen juga dapat digunakan sebagai antioksidan selektif yang kuat untuk menghancurkan radikal bebas yang buruk. Zat ini juga dapat digunakan untuk melawan peradangan yang merupakan penyebab utama dari berbagai penyakit. Selain itu hidrgen juga dapat mengatur jalur serta sinyal seluler untuk melindungi sel mitrokondria. Jadi zat ini memiliki berbagai efek positif untuk lebih dari 100 penyakit seperti penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, penyakit pada pernafasan, dan kanker. Mengontrol kanker dengan hidrogen sejalan dengan prinsip ABC yaitu Tersedia (Available), Mendasar (Basic) dan juga Murah (Cheap),