0851-0461-2299

Efusi Pleura Ganas

News - April 06,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Beberapa hari yang lalu datanglah seorang pasien dengan kanker paru- paru yang parah. Masalah utama yang sulit ditangani ialah efusi pleura ganas (EPG) dimana ditemukan sel kanker pada cairan efusi pleura. Setelah berulang kali memompa air di dalam dada Zhou, menunjukkan bahwa hasil cairan efusi dari paru- paru Zhou tidak baik. Efusi tersebut telah menekan paru- paru kanan dengan sangat serius, sehingga paru- paru kanan yang masih dapat bekerja memompa darah ke jantung hanya tinggal sepertiganya saja. Dalam menghadapi kasus yang begitu sulit seperti ini, Bagaimanakah para ahli bisa menyelesaikannya?

 

 

Apa itu Efusi Pleura Ganas?

 

Efusi pleura ganas adalah kondisi klinis yang umum pada pasien kanker. Metode pengobatan tradisional yang biasa digunakan ialah menyuntikkan beberapa obat kemoterapi lokal. Namun pada beberapa pasien setelah beberapa injeksi obat di dada yang berulang menyebabkan efek yang tidak baik, yaitu menyebabkan efusi pleura eksudat sehingga pasien akan merasa kesakitan yang hebat. Namun hampir sepertiga dari pasien masih tetap menggunakan terapi ini walaupun hasilnya tidak akan membaik.

 

 

Jadi adakah cara yang lebih efektif?

 

 

Saat ini cara terbaru dan terbaik ialah menggunakan Torakoskop. Dengan alat ini kita dapat membuka sedikit dada kita, lalu menaburkan agen seperti ‘bedak’ hingga menempel keseluruh membran pleura di kedua sisi paru, untuk menghilangkan rongga yang tersisa sehingga tidak ada lagi efusi yang dapat keluar dan membuat pasien merasa kesakitan.

 

 

Efusi Pleura Terkontrol!

 

Zhou adalah seorang pasien kanker paru- paru, setelah kemoterapi tumornya tetap berkembang dan membesar hingga mengakibatkan efusi pleura yang sulit dikontrol dan dihilangkan. Ia telah menerima lebih dari selurusin tusukan di dadanya untuk mengeluarkan efusi tersebut sebelumnya, dan efusinya tidak kunjung membaik. Karena efusi sudah berada pada waktu yang cukup lama hingga akhirnya ia mengeras dan menjadi efusi yang berbentuk kotak serta banyak struktur berserat kecil yang juga terbentuk pada rongga dada.

 

 

 

 

Setelah beberapa kali berkonsultasi, akhrinya Zhou datang ke RS Kanker Fuda, Guangzhou untuk mencari pertolongan. Ketika pertama kali datang ke rumah sakit ini, keadaan Zhou sangat serius. Ia harus berhenti setiap langkah untuk mengambil napas, karena membutuhkan oksigen.

 

Setelah ia tiba, tim dokter harus barpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Zhou. Untuk mengatasi rasa sakitnya terlebih dahulu, operasi segera dilakukan. Dibawah torakoskop, Prof Niu Lizhi membuka dinding pemisah, memotong sebagian dari pleura dan mengelurkan efusi di setiap sisi. Setelah rongga kecil terbuka, ia mulai membuka rongga besar, hinga paru- paru kanan dapat terlihat. Lalu menaburkan ‘bedak’ perekat untuk mengobati efusi pleura ganas. Pengobatan inilah pengobatan yang direkomendasikan dan sesuai dengan pedoman di Eropa.

 

 

 

Setelah operasi, akhirnya Zhou dapat bernafas lagi dengan lancar lagi, ia merasa lancar untuk bernafas yang tidak ia dapati sebelumnya.

 

 

 

 

Prof Niu Lizhi pun mengatakan bahwa “ketika terjadi kasus seperti Efusi Pleura Ganas, maka penanganan pada efusi pleura biasanya tidak dapat dilakukan. Kita tidak bisa mengeluarkan cairan secara membabi buta. Jadi metode terbaru yang lebih maju dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang dialam pasien sesegera mungkin. “