0851-0461-2299

Insomnia Jangka Panjang

News - April 02,2019 00:00 WIB

Post

 

 

 

Bagi banyak orang 5 tahun hanyalah waktu yang singkat, namun bagi Bibi Guo yang mengalami siklus hidup dan mati tidaklah mudah. Pada 2013, Bibi Guo menderita insomnia setiap malamnya. Suaranya yang jernih berubah menjadi serak, batuk berdarah di pagi hari, dan sakit di bagian bawah kanan perut. Tetapi karena terlalu sibuk, ia terus menahan diri hingga suatu pagi batuknya semakin parah. Batuknya mengeluarkan darah hingga akhirnya ia segera di bawa ke rumah sakit dan didiagnosa kaner paru- paru stadium lanjut.

 

 

Mengabaikan Insomnia dan Menarik Diri sangat berbahaya

 

 

“Kondisi keuangan anda bagus, namun anda mengalami sulit untuk tidur dalam waktu yang lama karena nyeri di dada, mengapa tidak datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih cepat?” tanya dokter. Bibi Guo menyesal mendengar pertanyaan itu, terutama saat ia mendengar bahwa RS Kanker Fuda banyak menangani pasien dengan kanker paru- paru stadium awal dan akhirnya sangat baik. Diapun meneteskan air mata, namun saat ini pada 2015, bibi Guo telah dirawat di RS Kanker Fuda dan kondisinya telah stabil kembali. Dalam tiga tahun terakhir, Bibi Guo merasa bahwa dirinya sudah kembali sehat, jadi ia memutuskan untuk berhenti minum obat.

 

Pada Oktober 2018, Bibi Guo kembali batuk berdarah, jadi ia menyadari bahwa penyakitnya kambuh kembali. Sehingga Bibi Guo dan suaminya segera menghubungi staf medis di RS Kanker Fuda. Dibawah pengaturan yang relevan, ia berobat kembali di RS Kanker Fuda untuk menjalani pengobatan.

 

 

 


Terapi Cryoablasi untuk mengecilkan tumor

 

 

Setelah melakukan CT scan, ditemukan jenis tumor Bibi Guo, Adenokarsinoma Paru berdiferensiasi T4NxM1 stadium IV dengan metastasis di kedua paru- paru. “Kali ini ditemukan kedua tumor di kedua paru- paru dan semuanya tumor ganas atau kanker. Keadannya lebih parah dibanding sebelumnya. Tumor terbesar ditemukan mencapai 7.5 cm. Jika dilakukan 2 kali tindakan sekaligus maka akan terjadi pendarahan parah. Jadi kami meutuskan untuk memberinya perawatan secara terpisah.”

 

Pada 30 November, Bibi Guo menerima cryoablasi argon- helium tumor d bagian paru kirinya. Setelah beristirahat selama setengah bulan, pada 20 Desember dilakukan cryoablasi argon- helium pada tumor di paru kanan. Operasi ini bertujuan untuk membagi dua tumor 7.5 cm di paru- paru kiri dan di saat bersamaan bertujuan untuk menghilangkan hemoptisisnya (batuk berdarah) hingga memperbaiki napsu makan Bibi Guo. Suami Bibi Guo berkata “staf medis disini sangat telaten. Ketika perawat melihat volume darah yang keluar meningkat, perawat segera memberitahu dokter. Dan dokter akan segera datang untuk melihat kondisinya, ia juga menambahkan obat untuk menghentikan pendarahan. ‘Fuda’ benar- benar menjadi rumah sakit yang dibutuhkan saat keadaan darurat.”

 

 

 

“Saya sangat puas dengan hasil kedua perawatan. Setelah operasi saya merasa bahwa sesak dada saya telah hilang. Batu besar yang menekan dada juga sepertinya telah sirnah. Seperti yang dikatakan Dr Zhou Liang, kemajuan teknologi benar- benar luar biasa. Teknologi ini adalah senjata terbaik untuk melawan kanker yang juga dapat menghancurkan pikiran negatif pasien.” Setelah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, Bibi Guo menyatakan terima kasihnya kepada Dr. Wang Feng dan Dr. Zhou Liang “Terima kasih sudah menghibur keluarga saya, hingga saya menjadi optimis. Bahkan sewaktu hati saya gugup dan khawtir akan banyak masalah untuk menjalani operasi. Saya beruntung Dr Wang Feng menghibur saya supaya saya tidak khawatir. Sehingga saya memberikan kepercayaan saya kepada Dr. Zhou Liang atas bimbingannya.” Dr Zhou Liang juga memiliki banyak pasien seperti Bibi Guo, jadi ia sangat paham mengenai perasaan Bibi Guo. “Kegelisahan pasien adalah hal yang wajar. Tanggung jawab dokter adalah menggunakan keahlian mereka, sehingga pasien merasa aman dan nyaman.”

 

 

 

 

Selama lima tahun ini, Bibi Guo sangat berterima kasih atas perjalananny melawan kanker bersama keluarganya yang terus membimbing hingga ia menjadi lebih kuat. Ia tidak banyak menyesali ‘kelalaiannya’ dulu, tapi juga menganggapnya sebagai suatu pembelajaran. Dalam pengobatan terutama kanker harus selalu ingat untuk mendengarkan saran dokter dan tidak berhenti minum obat sesuka hati. Jika melihat kebelakang, Bibi Guo berkata “Tidak peduli seberapa sibuk bekerja, namun kesehatan tubuh tetap yang paling utama dan harus diperhatikan.” Dan juga menemukan rumah sakit yang tepat untuk merawat anda berperan sangat penting. “Kanker memang penyakit yang menyiksa. Tetapi kita harus merubah pikiran tersebut, keberanian untuk menemukan pengobatan yang tepat adalah kuncinya. Jangan pernah meremehkan sinyal dari penyakit kanker. Deteksi dan pengobatn dini sangat penting. Kita juga harus memperhatikan setiap tahap perawatan. Jika kita sehat maka kita bisa menikmati hidup lebih lagi.”

 

 

Cara terbaik untuk mengobati kanker paru-paru adalah dengan deteksi dini, diagnosis dini, dan perawatan dini. Karena itu, penting untuk memperhatikan skrining pemeriksaan fisik. Saat ini, target utama skrining kanker paru-paru adalah "dua tinggi dan satu rendah", yaitu, mengunci area berisiko tinggi kanker paru-paru dan kelompok berisiko tinggi penyakit lainnya Sangat disarankan untuk melakukan CT scan pada usia 45 tahun. Jika hasilnya menunjukkan sesuatu maka harus segera ditindak lanjuti dan diikuti secara teratur. Jika nodul paru tumbuh dengan cepat, maka intervensi harus dilakukan. Perokok jangka panjang disarankan melakukan skrining lebih awal, karena perokok memiliki resiko tinggi terkena kanker paru- paru dibanding yang tidak merokok.

 

 

 

Gejala awal kanker paru-paru

 

 

1. Batuk berdarah, dikarenakan tumor tumbuh dan menyebar

 

2. Batuk kronik yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama meski sudah minum obat.

 

3, Suara serak, jika tumor berkembang lebih lanjut hinggi sisi yang sama dengan saraf laring, maka akan mengakibatkan kelumpuhan pada pita suara sebelah kiri. Jika terjadi perubahan suara, maka harus ditanggapi dengan serius.

 

4, Nyeri dada, kanker paru mudah menyebabkan nyeri dada. Kebanyakan kita berpikir nyeri dada adalah hal yang biasa karena terlalu lelah, sedikit istirahat. Faktanya rasa sakit ini disebabkan karena kanker paru- paru terutama dengan penyebaran ke dinding pleura atau dinding dada.