0851-0461-2299

Penanganan Tepat Untuk Tumor Berbahaya HCCA

News - March 29,2019 00:00 WIB

Post

 

Mr. Zhou yang berumur 50 tahun didiagnosa dengan Hilar Kolangiokarsinoma atau HCCA. Dimana tumor berada pada pembuluh darah hati dan juga saluran empedu (Segitiga Kalot), dan jika tumor terus menekan pembuluh darah di portal hati, maka sangat mudah terjadi kerusakan pada jaringan disekitarnya dan dapat menyebabkan komplikasi hingga ablasipun tidak dapat dilakukan. Jadi para ahli mengatakan bahwa HCCA merupakan penyakit dengan ‘Jalan Buntu’ dimana semua jalan keluar untuk melakukan pengobatan tertutup selama beberapa tahun ini.

 

 

 

 

 

Apa itu HCCA?

 

 

HCCA adalah tumor ganas yang jarang ditemui secara klinis dan juga dikenal sebagai kolangiokarsinoma tingkat tinggi atau tumor Klastin yang mengarah pada tumor ganas yang ditemukan pada pertemuan antarai saluran hati bagian kiri dan kanan. Namun tumor ini adalah salah satu kanker extrahepatik empedu yang paling umum ditemui.

 

 

 

 

Pada umumnya HCCA stadium awal tidak memiliki gejala khusus. Gejala klinisnya yang paling sering ditemui ialah sakit kuning yang merusak namun tanpa rasa nyeri, jika terus memburuk akan disertai dengan gejala lainnya seperti rasa nyeri di perut, anoreksia (kekurangan gizi) dan pegal- pegal.

 

Gejala umum lainnya dikarenakan penyakit kuning yang ganas seperti gatal- gatal pada kulit, urin yang bewarna kuning pekat, dan warna tinja putih atau pucat, bahkan penurunan berat badan dan gagal hati pada stadium lanjut. Pada kebanyakan kasus, gejala awal dari HCCA umumnya dapat terkendali, namun jika tumor terus tumbuh dan menyerang secara agresif hingga ke rongga perut dan menyerang pembuluh darah serta jaringan di hati, maka dapat menyebabkan metastsis pada kelenjar getah bening.

 

 

Dikarenakan lokasinya yang sangat spesial, dan sifatnya yang agresif, tumor ini biasanya menyerang pembuluh darah arteri hati, dan juga pembuluh darah balik portal, sehingga menjadi penyakit yang sulit diatasi. Karena lokasi tumor yang berdekatan dengan berbagai jaringan serta pembuluh darah penting di hati, tumor ini juga dapat tumbuh hingga membungkus saluran empedu, yang merupakan poisisi yang sangat sensitif untuk pendarahan saat melakukan operasi. Inilah alasan mengapa tumor HCCA, menjadi ‘Jalan Buntu bagi para ahli bedah.

 

Apakah yang membuat pengobatan HCCA sangat sulit?

 

Seperti yang kita ketahui, saluran empedu adalah sistem pengumpulan hati, Hati akan mengekresikan cairan empedu, yang akan disalurkan melalui saluran kecil empedu intrahepatik ke portal hepatik dan kemudian dari empedu masuk ke saluran empedu umum, lalu ke kantong empedu dan kemudian ke usus untuk digunakan dalam proses pencernaan.

 

Jika ditemukan tumor di hati, maka saluran empedu akan tertutup sehingga cairan empedu tidak dapat disalurkan ke kantong empedu, dan menyebabkan kolestasis serta penyakit kuning yang sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan penyakit kuning yang merusak hingga gagal hati yang dapat membahayakan nyawa pasien tersebut. Tindakan utama yang harus dilakukan ialah pemasangan stent atau ring pada saluran empedu yang tersumbat, sehingga cairan empedu dapat terus mengalir, dan tidak mengakibatkan sakit kuning, serta dapat mengembalikan fungsi hati.

 

 

Pengobatan HCCA dengan operasi sangatlah sulit karena tumor yang berada pada hepatik portal ada di pusat pertemuan saluran pembuluh darah utama dan jaringan penting lain. Sehingga tumor ini tidak dapat diambil atau dipotong dengan oeprasi. Dan umumnya kanker ini tidak sensitif dengan kemoterapi dan radioterapi.

 

 

 

 

Maka dari itu penanganan dengan menggunakan Nanoknife sangatlah cocok untuk dilakukan pada kasus seperti ini. Nanoknife yang praktis digunakan sangat sedikit efek samping, sehingga kerusakan terhadap pembuluh darah juga dapat diminimalisirkan, pengobatan ini juga aman untuk kantong empedu sehingga ablasi tumor pada hepatik hilar dapat dilakukan. Jarum nanoknife langsung ditusukan pada tumor hepatik portal, hingga mengakibatkan perforasi, apoptosis serta nekrosis sel tumor akibat sengatan listrik

 

 

 

 

Menurut Prof Niu Lizhi, wakil presiden RS Kanker Fuda dan juga ahli bedah Zhou, pembuluh darah, kantong empedu, arteri dan vena berkumpul jadi satu sehingga salah satu tusukan akan berakibat fatal karena dapat melukai jaringan sekitar. Tusukan lurus yang akurat tepat sasaran hingga ke pusat tumor harus dilakukan dengan perlahan, untuk menghindari “jalan buntu” tersebut.

 

Prof. Niu berkata menjalani proses ini seperti menyelesaikan labirin, Kami tidak boleh mengenai dindingnya jadi kami harus berputar melewati “jalan tikus”untuk menghindari serangkaian rintangan. Namun akhirnya berkat profesionalisme, operasipun berjalan dengan mulus.

 

 

Setelah operasi berlangsung, Tumor di tubuh Mr. Zhou jauh mengecil, kesehatannya juga telah  kembali pulih.

 

 

 

 

Baru- baru ini, Amerika adalah negara yang paling cepat dan yang paling banyak menangani HCCA dengan Nanoknife. Professor Martin dari Amerika baru saja mempublikasikan hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa Nanoknife berhasil mengablasi tumor HCCA pada 26 orang pasien. Pasien yang telah menjalani Nano-knife, tumor mereka telah mengecil saluran empedu kembali normal. Pada 2015, RS Kanker Fuda memperkenalkan pengobatan Nanoknife pertama kali di Tiongkok. Serta mempublikasikan berbagai jurnal mengenai ‘Ablasi Kanker dengan Nanoknife.’Dan hingga saat ini telah menangani lebih dari 500 kasus dengan Nanoknife terbanyak se Asia.