0851-0461-2299

Mata Terkurai Bisa Jadi Tanda Tumor

News - April 12,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Dalam kehidupan sehari- hari, seiring dengan berjalannya umur, kelopak mata turun/ terkurai sering kali dirasakan masyarakat pada umumnya akibat proses penuaan. Banyak dari antara mereka yang berpikir bahwa gejalan ini adalah hal yang biasa, akibat usia yaitu kelopak mata menjadi longgar.

 

 

Sama seperti masyarakat pada umumnya, Ibu Masrofah Binti Masripan asal Indonesia juga percaya bahwa kelopak mata atas kirinya turun akibat penuaan. Hingga suatu hari, kelopak mata kiri atasnya mempengaruhi penglihatannya, iapun berpikir untuk segera mengunjungi rumah sakit untuk bertemu dokter mata.

 

 

 

 

Tumor thymus - kelopak mata turun

 

Pada tahun 2005, Ibu Masrofah menderita kelopak mata kiri atas turun parah bahkan hingga mempengaruhi penglihatannya, iapun segera mengunjungi rumah sakit setempat di Indonesia, sesudah melakukan berbagai pemeriksaan mendasar, ia didiagnosa dengan Timoma, dan dokter juga menyarankan agar ia segera dirawat dan menjalani operasi. Ketika Masrofah mendengar pertaan dokter, iapun merasa ketakutan lalu menolak untuk dioperasi dan hanya meminum obat yang diberikan dokter. Setelah 5 tahun mengkonsumsi obat tersebut, ia merasa gejalanya mulai membaik, dan atas persetujuan dokter ia diperbolehkan untuk berhenti minum obat.

 

 

Setelah berhenti minum obat, ibu Masrofah percaya bahwa penyakitnya itu sudah hilang. Namun pada Maret 2015, ketika ia hendak berjalan pulang ke rumah tiba- tiba saja ia merasa sesak nafas, sehingga ia harus dibawa ke rumah sakit setempat dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor Timomanya telah berkembang dengan sangat cepat. Setelah berdiskusi dengan keluarganya mereka memutuskan untuk membawa ibu Masrofah ke rumah sakit di Malaysia untuk menjalani serangkaian pengobatan berupa kemoterapi dan radiasi. Meskipun gejala sesak nafas membaik, tetapi munculah gejala- gejala dari efek samping kemoterapi dan radioterapi lainnya seperti batuk, diare dan pneumonia yang cukup parah, hingga rasa mual yang membuatnya tidak bisa makan dan tidur.

 

 

 

 

Selain itu muncul juga efek samping seperti bintik- bintik putih dan hitam pada kulitnya yang tadinya sehat kemerahan, rambut rontok, penurunan berat badan secara drastis dan juga batuk pada siang dan malam hari yang sangat mengganggu hingga ia tidak bisa tidur sama sekali di malam hari. Kondisinya saat itu sangat kurus kering, hanya tersisa kulit saja yang membungkus tulang, keluarga yang melihat hal itupun menjadi sangat sedih dan prihatin dengan keadannya. Hingga akhirnya mereka berdiskusi dan memutuskan untuk meninggalkan pengobatan yang dilakukan di Malaysia. Lalu harus berobat ke mana?

 

 

Implantasi partikel iodine, tumor terkontrol dan stabil

 

Setelah meninggalkan pengobatannya di Malaysia, ia mulai mengunjungi berbagai rumah sakit di beberapa negara, tetapi pengobatannya tetap tidak memuaskan, keluargapun mulai cemas dan putus asa hingga salah satu anaknya menemukan informasi tentang RS Kanker Fuda, dan segera datang kekantor perwakilannya di Jakarta untuk berkonsultasi. Setelah mendapatkan infomasi yang jelas, akhirnya mereka yakn dan mantap untuk pergi berobat ke RS Kanker Fuda di Guangzhou.

 

 

 

 

Pada 6 Juni 2017, Masrofah menerima cryoablasi tumor perikardial di Rumah Sakit Kanker Fuda yaitu pembekuan tumor, Selanjutnya pada 31 Juli, ia menjalani "cryoablasi tumor perikardial dan implantasi partikel iodine"; Dan pada 9 Oktober 2017 ia kembali melakukan cryoablasi yang ketiga kalinya untuk tumor di mediastinum, dan hasilnya tumor terlihat mengecil dan dalam keadaan stabil hingga saat ini.

 

 

 

 

Setelah pengobatan di Rumah Sakit Kanker Fuda, keluarga merasa sangat puas,  senang dan bahagia terutama karena berat badan Ibu Masrofah kembali ke beratnya yang semula di tahun 2005 sebelum dia terdiagnosa sakit. Kondisi mentalnya pun ikut membaik, nafsu makan dan kualitas tidur kembali normal, bahkan rambutnya yang rontok juga sudah tumbuh kembali.

 

 

 

 

"Dokter di Guangzhou telah menyelamatkan hidup saya, saya yakin Tuhan juga telah menjawab doa saya setiap hari dimana melalui tangan dokter Fuda saya bisa disembuhkan dan mendapat hidup kembali sehat seperti dulu hahaha ..."  Iapun segera datang menghampiri dokter untuk berjabat tangan pada saat kunjungan. Sekarang ibu Masrofah menjalani kesehariannya dengan optimis dan senyuman bahagia. Kondisinya yang sekarang jauh berbeda dibandingkan saat ia pertama kali tiba di Fuda; kurus kering, seperting kulit membungkus tulang saja, bahkan berat bada sudah hampir 2 kali lipat dibanding dengan dulu.

 

 

Kelopak mata turun bisa jadi penyakit serius

 

 

Gejala seperti kelopak mata turun adalah satu pertanda Timoma. Jika seseorang memiliki gejala tersebutkan diharapkan untuk segera memeriksakan tekanan darah, lipid dalam darah, gula darah, dll. Jika terdapat kelainan, maka perlu melakukan permeriksaan lebih lanjut seperti CT scan, dll. Deteksi dini sebuah penyakit pada stadium awal akan menghasilkan efek pengobatan yang lebih baik juga.

 

 

Kelopak mata turun merupakan salah satu gejala awal dari banyak penyakit. Jika gejala ini dianggap remeh lalu dibiarkan saja, maka tidak hanya akan mempengaruhi keindahan wajah seseorang, namun juga dapat mengakiibatkan kecacatan dan bahkan kematian. Beberapa penyakit umum yang berhubungan dengan kelopak mata turun:

 

 

  1. Diabetes

Kelopak mata terkulai akibat diabetes biasanya terjadi pada para lansia yaitu mengalami salah satu sisi kelopak mata turun secara tiba- tiba dan gula dalam darah tinggi. Gejala ini merupakan sinyal kinerja kelumpuhan saraf mata akibat diabetes.

 

 

  1. Aneurisma intrakranial

Penurunan kelopak mata yang disebabkan oleh aneurisma biasanya juga disertai dengan sakit kepala hebat, muntah, kejang, pingsan, dll., Kemungkinan pecahnya aneurisma menyebabkan pendarahan subaraknoid, dan pasien harus dengan gejala tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit pada bagian saraf/ neurologis untuk tindakan secepat mungkin.

 

 

  1. Lesi batang otak menyebabkan kelopak mata turun:

Pasien dengan salah satu kelopak mata turun, pupil besar, kemungkinan besar disebabkan oleh lesi batang otak, kasus ini sering terjadi pada anak-anak, orang tua  dengan penyakit serebrovaskular.

 

 

  1. Myasthenia gravis

Kelopak mata turun akibat myasthenia gravis secara perlahan, pertama terjadi di salah satu mata dan kemudian mata lainnya. Gejala klinisnya ringan di pagi hari dan berat di malam hari, dengan perbedaan yang jelas dalam satu hari.