0851-0461-2299

Hidup Dengan Penuh Senyuman

News - March 14,2019 00:00 WIB

Post

 

Beberapa hari yang lalu baru saja kita memperingati Hari Wanita Sedunia dengan penuh kegembiraan dan juga bunga- bunga. Seperti seorang wanita muda asal Indonesia bernama Yohana yang dengan berani melawan kanker. Sikapnya yang sangat optismis dalam menjalani kehidupan memberikan dampak mendalam pada setiap orang yang berada di seklilingnya. Kami berharap setiap wanita dapat hidup dengan keberanian, optimis, dan penuh percaya diri seperti teman kami Yohana bahkan pada saat kelamnya ia tetap ceria dan optimis.

 

Saat petama kali bertemu dengan Yohana, kesan saya dia seorang yang lembut dengan senyum yang manis, penuh semangat dan vitalitas. Sampai tiba-tiba saja ia mengangkat tangannya dan kami melihat gelang pasien di tangannya yang menunjukkan bahwa ia sedang dirawat di RS Kanker Fuda. Saat itu kami tidak dapat percaya bahwa ia juga adalah seorang pasien kanker payudara.

 

 

Yohana datang dari Jakarta, Indonesia. Empat tahun yang lalu ia berhasil lulus dari Universitad kedokteran di Indonesia, lalu ia melanjutkan sekolahnya dengan beasiswa yang ia dapat di salah satu universitas di Chongqing, Cina. Disaat ia kembali ke Indonesia pada liburan musim panas, ia secara tidak sengaja menemukan benjolan sebesar kacang berwarna kuning pada payudaranya, dan sesegera mungkin ia pergi untuk melakukan pemeriksaan medis. Setelah pemeriksaan dokter memberitahunya dan keluarganya bahwa bejolan tersebut adalah kanker payudara. Mendengar vonis dokter ini, kesedihan dan keputusasaanpun membanjiri dirinya.

 

 

Dirumah ia berdiam di kamarnya sendirian, dengan sedih ia mencucurkan air mata. Namun tiba- tiba nama mantan menteri kesehatan Indonesia muncul di benaknya, yaitu ibu Endang yang juga penderita kanker. Ia langsung membuka laptopnya dan mencari semua informasi yang bisa ia dapatkan di internet, dan akhirnya ia menemukan RS Fuda dan mempelajari tentang metode minimal invasif, cryoterapi yang dapat membuat tubuhnya tetap utuh, namun bersih dari tumor. Lalu ia membulatkan tekadnya untuk mencoba melawan kanker dengan menggunakan teknologi medis tercanggih.

 

Setibanya Yohana di Fuda untuk cryoterapi dan serangkaian kemoterapi serta radioterapi. Pada periode ini, juga ada pemeriksaan darah dan juga injeksi leukogenik untuknya.

 

 

Selama perawatan di Fuda, Yohana menyempatkan dirinya untuk menikmati makanan- makanan enak di Guangzhou, dan juga menghabiskan waktunya di kafe favoritnya. Momen yang paling membahagiakan untuknya adalah disaat ia menemukan teman baru disini. Penerjemah asal Indonesia di Fuda juga terkadang ikut menemaninya untuk berwisata kuliner. Dan yang paling mengagetkan dimana Guangzhou juga memiliki gereja yang sangat indah, dimana ia dapat melakukan saat teduh setengah harian setelah pengobatan.

 

Untungnya pengalaman melawan kanker ini mengajarinya bagaimana untuk menghadapi hidup dengan bahagia, penuh pengampunan dan rasa ucapan syukur.

 

Selama pengobatan, ia mendapatkan banyak cinta dan kasih sayang dari semua staf medis di Fuda, sehingga iapun tidak sempat untuk meneteskan air mata. Ia berkata “semenjak saya jatuh sakit, saya mulai menyadari bahwa hidup sehat adalah baik. Jadi saya ingin menyemangati orang- orang yang sedang sakit. Perjalanan melawan kanker adalah sebuah perjalanan spesial yang Tuhan berikan untuk kita. Tidak perlu takut, karena untuk tetap hidup adalah kemenangan. Bahkan jika saya harus meninggalkan dunia ini lebih awal, saya akan tetap tersenyum!”

 

 

Ketika ia bercerita tentang pertama kalinya ia menerima cryoterapi di Fuda 4 tahun lalu “Ketika saya membuka mata dan bernafas dengan bebas. Saya menangis, air mata bahagia, yang terasa manis. Terlalu baik untuk menjadi kenyataan”

 

 

Sekarang Yohana bekerja sebagai guru. Selain bekerja, ia juga secara aktif mengikuti kegiatan sosial. “Saya mendapatkan banyakan kasih dari orang lain dulu, jadi sekarang saya ingin membalasnya juga.”

 

Ia ingin melakukan orang lain dengan lembut dan senyum yang hangat. Empat tahun lalu ia merasakan kepahitan di hidupnya, kelam dan penuh keputus asaan akibat kanker. Tapi untungnya sekarang ia belajar sebuah keindahan dan manisnya hidup dari pengalamannya. Jalani hidup anda seperti tidak ada hari esok, dan anda tidak akan pernah merasa kecewa. Hanya orang yang berpikir positif dan hidup dengan giat saja yang dapat memenangkan hidup ini, hiduplah dengan penuh kebahagiaan. Cintai hidup anda!