0851-0461-2299

Kepala RS Fuda Masuk Daftar Dokter Terbaik di Guangzhou

News - January 23,2019 00:00 WIB

Post

Prof Niu Lizhi menghadiri upacara penghormatan “Dokter Terbaik di Guangzhou” pertama yang diadakan di Southern Media Building. Prof Niu Lizhi, direktur RS Kanker Fuda, mendapatkan penghargaan “Dokter Terbaik Provinsi Guangdong” Prof Niu adalah satu- satunya dokter dari rumah sakit non- pemerintah yang lolos dalam seleksi ini. 

 

Seorang penulis baru- baru ini mengikuti Prof Niu Lihi di FUDA Cancer Hospital, Guangzhou untuk melihat aktivitas apa saja yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari kantor ke kafetaria, dari ruang operasi ke bangsal selama 12 jam merekam aktivitas sang dokter terbaik Guangdong, selama satu hari.

 

Prof Niu Lizhi

 

Pagi hari, cahaya menyinari jendela lantai 6 FUDA Cancer Hospital, Guangzhou. Prof Niu terbangun dari tidurnya dan bersiap pergi ke rumah sakit seperti biasa untuk memulai harinya yang sibuk.

 

Sebelum Operasi

 

Pukul 07.15, pintu lift di lantai enam terbuka. Prof Niu langsung masuk menuju kantornya sambil membawa koper, ia bergegas ke kantin untuk sarapan, ia memesan semangkuk bubur, bakpao sayur dan panekuk untuk memulai harinya. 

 

“Ada sebuah operasi di Kampus Selatan pagi ini.” Setelah menyelesaikan sarapannya ia buru- buru memakan buburnya dan bergegas menuju lantai lima untuk memulai kunjungan pasien dari kamar ke kamar sebelum operasi. 

 

Prof Niu Lizhi Memeriksa Pasien

 

Pukul 07.25, Prof Niu kembali ke kantornya dan mengenakan jas putih. Setelah selesai kunjungan perawatan ia cepat- cepat turun dan memasuki ruang ICU di lantai lima untuk memeriksa kondisi pasien. Ia mengunjungi salah satu pasien yang paling dikhatirkannya dalam beberapa hari terakhir. Setelah menjalani cryosurgery, pasien mengalama pendarahan di dadanya, yang merupakan situasi berbahaya. Prof Niu merasa sedikit malu sambil bertanya kepad perawat yang bertugas mengenai indikator pasien. “ Kasusnya lebih kritis kita harus mendiskuskannya dengan dokter lain. “

 

Setelah keluar dari ruang ICU, Prof Niu kembali memeriksa bangsal umum lagi. Hal ini merupakan salah satu kebiasaannya yang sudah ia lakukan selama bertahun- tahun. Sesibuk apapun anda, anda tetap harus mengunjungi bangsal, tegasnya. 

 

Proses Operasi

 

Pada pukul 7.40, Prof Niu bergegas menuju bagian rumah sakit lainnya untuk melakukan operasi pada pukul 8.15. Setibanya di ruang operasi iapun langsung mengganti baju bedah, menggenakan masker dan mencuci tangannya sebelum memulai oeprasi pertamanya di hari itu. 

 

Seorang pasien kanker hati asal Vietnam telah berbaring. Ia memiliki riwayat hepatitis B selama bertahun- tahun. Setelah melalui banyak operasi kondisinya belum terkontrol dengan efektif. Jadi ia datang ke FUDA untuk melakukan NanoKnife. Bafi Prof Niu, operasi ini sangat normal. 

 

Prof Niu Lizhi Bersama Tim Di Ruang Operasi

 

Berbaring di meja operasi adalah pasien kanker liver dari Vietnam. Dia memiliki riwayat hepatitis B selama bertahun-tahun. Setelah banyak operasi, kondisinya belum terkontrol secara efektif, jadi dia datang ke FUDA untuk membuat pisau nano. Bagi Niu Lizhi, ini hanya operasi yang sangat normal.

 

Prof Niu bersama dengan timnya melakukan operasi di bawah panduan CT scan dan USG, dengan ahli ia memasukan kedua jarum elektroda nano-knife di antara tumor dengan tepat sasaran. 

 

Di dalam ruang operasi Prof Niu kembali mondar- mandir antara ruang monitor CT dan ruang operasi untuk memastikan posisi jarum eletroda tepat sasaran. 

 

Pukul 10 operasi pertama nano-knife pun selesai dengan sukses. Prof niu selanjutnya mengganti gaun operasinya dan bergegas menuju bagian utara rumah sakit. Untuk mengikuti diskusi serta analisa kasus yang sulit. 

 

Setelah Operasi

 

Pukul 10.20 Prof Niu muncul di bagian utara rumah sakit untuk berdiskusi selama 10 menit dengan dokter lainnya. Lalu ia kembali menuju ruangan kerjanya dan mengambil kesempatan untuk mendiskusikan rencana perawatan dengan dokter lainnya. Pintu kantor pun kembali terbuka atas dorongan bukan pasien, melainkan keluarga pasien atau dokter yang mencarinya untuk berkonsultasi, dan handphonenya tidak berhenti berdering. 

 

Pukul 10.30 diskusi untuk kasus yang sulit akan segera dimulai, Prof Niu dan beberapa dokter dari departemen lain ikut berpartisipasi pada diskusi kasus spesial tersebut. Diantaranya adalah kasus pasien dengan kanker endometerial lanjut yang berusia 46 tahun, dengan tingkat kesulitan operasi yang sangat rumit. “Pasien ini sebaiknya mendapatkan perawatan konservatif terlebih dahulu seperti Kemolokal dan Cryotherapy, dan operasi setelah ukuran tumor mengecil.”

 

Prof Niu Lizhi Bersama Tim Dokter

 

Pukul 11.45, setelah diskusi selesai Prof Niu sekali lagi pergi ke ICU untuk melihat kondisi pasien setelah operasi. Pasien sebelumnya di pagi hari masih dalam kondisi kritis dan terus memburuk. Pendarahannya terjadi hingga ke luar dada tanpa alasan yang jelas. Setelah memonitor beberapa indikator ia berkata kepada suster “Tolong panggil dokter yang mengurusnya, kita harus mendiskusikan pasien ini.”

 

Waktu Istirahat Prof NIu

 

Pukul 12.00 kantin rumah sakit mulai menyediakan makan siang. Makan tepat waktu adalah hal yang tidak mudah untuk Prof Niu. Terkadang ia harus melakukan operasi dadakan, terkadang makan siangnya tertunda hingga sore. Ia mengatakan kepada kami saat di wawancara bahwa ia harus menghadiri seminar dari rumah sakit lain siang nanti. Ia buru- buru menghabiskan makan siangnya untuk mendengarkan seminar tersebut. Baru saja ia duduk handphonenya sudah berdering kembali keluarga pasien meneleponnya untuk berkonsultasi tentang operasi. 

 

Pukul 12.25 Prof Niu mengambil 2 makanan dan pergi ke ruang konferensi untuk mengikuti seminar. Ia masih punya operasi di siang nanti. Ia mendengarkan untuk beberapa menit dan langsung menuju ruang operasi lebih awal. Tiba- tiba saja handphonenya berdering dan ia dibawa ke ruangan dokter untuk memeriksa kondisi pasien. 

 

Setelah mengunjungi kamar pasien di lantai 5, seorang pasien kanker payudara di korsi roda mendekatinya, pasien ini mendirikan sebuah organisasi pencari dana di internet, biaya pengobatan terakhirnya didapatkan dari dana sumbangan. 

 

Operasi

 

Pukul 1, operasi kedua dimulai, Prof Niu mengenakan gaun operasinya dan memasuki ruang operasi, setelah pasien berbaring setelah dianestesi. Seorang pasien kanker hati, 10 hari yang lalu ia menemukan sebuah tumor ganas di hatinya. Rumah sakit lokal menyarankan kemoterapi, tapi pasien menolak, ia mengunjungi Prof Niu untuk nano-knife. 

 

Operasi yang sama dilakukan dibawah CT scan dan USG. “Jika USG tidak jelas, kami gunakan CT scan, supaya tumor tertusuk jarum di lokasi yang lebih akurat. “ kata prof Niu sambil menjelaskan. 

 

Sore hari pukul 4, prof Niu keluar dari ruangan operasi bergegas mengunjungi keluarga pasien dan berkata “ Operasi berjalan dengan mulus, ada 2 tumor yang sudah teratasi dengan baik.” kata prof Niu dengan penuh percaya diri, sehingga keluarga merasa lega.

 

Prof Niu Lizhi Bersama Tim Dokter Sedang Berdiskusi

 

Setelah mengganti gaunnya dengan jas putih, tanpa istirahat prof Niu langsung menuju ruang konferensi, dimana sebuah tim ahli datang ke rumah sakit untuk inspeksi, sehingga ia sebagai presiden harus hadir. Sang jurnalis menyadari bahwa ia hanya minum segelas air saja seharian. 

 

Pukul 5 sore, inspeksipun selesai, dan pergantian shift dokter dimulai. Sejumlah keluarga pasien sudah menunggu prof Niu di ruang kerjanya untuk waktu yang lama. Seorang keluarga membawa data medis papanya, mereka datang jauh- jauh dari JIangsu ke Guangzhou untuk berkonsultasi dengan prof Niu. Prof Niu yang baru saja tiba berkata “Maaf, saya sudah membuat anda menunggu lama, saya akan segera melihat kasus ayah anda.”

 

Setelah melihat kasusnya beberapa saat, prof Niu dengan sabar menjelaskan tentang kondisi pasien saat itu. Ia terus menenangkan keluarga “Jika anda membawa ayah anda kami akan melakukan pemeriksaan lebih jelas, Jangan pesismis dan jangan mudah menyerah. Jika ada cara kami akan bekerja keras.” kata penyemangat ini seperti memberikan keluarga rasa aman. 

 

Memeriksa Pasien

 

Dalam sekejap saja waktu sudah menunjukkan pukul 7, dan makan mulai sudah disajikan. “saya sudah lama tidak makan malam di rumah selama bertahun- tahun.” Bagi Prof Niu dia hampir tidak pernah selesai bekerja. Walaupun jam kerjanya sudah habis, ia akan tetap berada di rumah sakit hingga akhir. “Saya sudah terbiasa melihat pasien yang baru saja menjalani operasi sebelum saya pulang setiap hari, karena kondisi pasien yang kritis selalu berubah setiap saat, jadi saya harus perisa beberapa kali dalam sehari. “

 

Di rumahpun ia tidak berani bersantai. “Saya paling takut menerima telepon mendadak di malah hari, semua orang akan sangat panik, takut sesuatu yang buruk akan terjadi.”

 

Sebelum pergi Prof Niu datang ke ICU lagi untuk yang ketiga kalinya. Ia menengok seorang pasien yang paling membuatnya khawatir seharian. Keluarga pasien mengelap air mata mereka sambil menunggu. “situasinya sangat kritis,” kata Prof Niu.

 

Deretan Buku dan Penghargaan Prof Niu Lizhi

 

Setelah keluar prof Niu terlihat lebih depresi, ia terdiam untuk waktu yang lama di kantornya. Setelah berkonsultasi dengan dokter jaga, ia memutuskan untuk mengeluarkan surat sakit keras. Ia berkata kepada penulis “Terkadang tenaga dokter sangat terbatas dimuka dunia ilmu medis, banyak hal yang menyebabkan dokter tidak bisa berbuat apa- apa, jadi bagi dokter kami harus meningkatkan penelitian dan teknik kami. “

 

Pukul 8 malam, pekerjaannya selesai di hari itu. Ia meninggalkan rumah sakit dengan mobil tuanya. 

 

Wawancara

 

P: Bagaimana anda mendeskripsikan dokter yang baik?

Niu : Hal ini tergantung dari perspektif apa, dari pandangan pasien atau akademis. Tapi apapun itu, pertama harus JUJUR, Setia kepada ilmu dan hati anda. Berpikir apakah yang ada lakukan benar- benar akan membantu pasien apa tidak. Dokter yang baik tidak hanya perlu memiliki pandangan yang baik pula, dokter yang baik harus memiliki kemampuan untuk penelitian. Karena medikal berdasarkan ilmu alam, penelitian dan terus berkembang. Perkembangan medis saat ini dikarenakan penelitian terdahulu, dll. Jadi dokter yang baik tidak hanya didasari performanya saat operasi tapi juga para peneliti, yang tanpa henti berusaha menemukan teknik baru. 

 

P: Sebagai dokter apa yang paling ingin anda sampaikan untuk pasien?

N: Saya ingin berterima kasih kepada pasien saya. Terkadang kemampuan dokter untuk menolong pasien sangat terbatas, tapi saya percaya penghiburan dan perhatian kepada pasien dapat membantu mental mereka. Dokter yang baik harus menempatkan pasien di tengah- tengah kehidupannya dan menyelesaikan masalah, ketakutan dan kekhawatiran pasiennya. Saya sering mengunjungi kamar pasien untuk menunjukkan kepedulian saya dan juga dukungan baik secara fisik maupun mental. 

 

P: Beberapa pasien kanker stadium lanjut tidak memiliki pengobatan yang pasti. Bagaimana menurut anda?

N: Hingga saat ini di dunia kanker masih belum ada obatnya. Penyakit ini masih menjadi tanda tanya, dimana manusia masih belum bisa menaklukannya. Banyak peneliti yang masih melakukan penelitian dan mencoba beberapa cara. Banyak peneliti yang sudah gagal, tetapi beberapa masih mencoba hingga kegagalan ini bisa mencapai sebuah keberhasilan. Penelitian merupakan sebuah proses, jika kita tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu. Jadi kanker tidak bisa dibilang tidak terobati, kanker masih bisa diobati dan ditangani, tapi kebanyakan kita masih belum berhasil saja.