0851-0461-2299

Permintaan Pasien Kanker: Tumor Saya Tiada Habisnya

News - January 11,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Bagi pasien kanker setelah operasi, hal yang paling ditakuti untuk didengar adalah tumornya tumbuh kembali. Bibi Zhao dari Shandong merasa sangat menderita: setiap kali operasi selesai harus “mengamati” dan “menunggu” dan selanjutnya tumorpun tumbuh kembali. Ia telah menderita kanker paru- paru selama 11 tahun, paru- paru atasnya sudah dipotong akibat tumor, setelah dipotong tumorpun tumbuh kembali, seperti tidak ada habisnya, “hidup saya sungguh sangat melelahkan, terlalu lelah, kapan saya bisa bebas!”

 

 

Baru-baru ini, tumor paru-paru Bibi Zhao tumbuh lagi. Dia dan suaminya datang menemui Dr. Xu Kecheng untuk bertanya, Apakah langkah selanjutnya yang harus saya lakukan, bagaimana supaya tumor saya tidak tumbuh kembali?

 

 

Pada pagi 3 Januari siang, Bibi Zhao bertemu Profesor Xu Kecheng lagi, tanpa banyak bicara air matanya pun bercucuran, ia berkata “Penyakit ini benar- benar membuat hidup saya sengsara!”

 

 

Pada pemeriksaan medis 2007 tahun silam, tanpa indikasi apapun bibi Zhao didiagnosis dengan adenokarsinoma paru di kiri atas. Setelah berpikir matang, ia pergi ke RS 301 Beijing untuk dioperasi. Pada saat itu adalah waktu untuk mengejar pelajaran, karena anak perempuan mereka akan masuk perguruan tinggi dan mengikuti ujian masuk perguruan Shandong. Mereka ingin mengantar anaknya ke sekolah dengan bahagia. Tetapi sekarang mereka harus menyembunyikan segalanya, dan pergi berobat ke Beijing.

 

 

Operasi berjalan dengan sangat lancar, karena ditemukan sejak dini, tidak ada kemoterapi setelah reseksi tumor. Bibi Zhaopun keluar dari rumah sakit dan pulang ke kampungnya di Shandong. Dua tahun kemudian, tahun 2009, ia mengira bahwa ia telah pulih sempurna, namun hasil pemeriksaan membuatnya shok, tumornya kembali tumobuh di paru-paru kanan bagian bawah. Kali ini Bibi Zhao melakukan 6 rangkaian kemoterapi. Setelah itu tumor dapat terkontrol dengan baik, hingga 2014, ia menemukan tumornya semakin besar, operasipun dilakukan kembali. Siapa yang tahu pada tahun 2015 akhir, tumornyapun muncul kembali di paru- paru kiri bawah berukuran 13×11mm, kali ini operasi besar tidak mungkin dilakukan kembali, jadi kali ini hanya dilakukan ablasi. Pada pemeriksaan tahun 2017, Paru- paru kiri atas ditemukan lesi yang baru, dan pada pemeriksaan 2018, lesi tersebut membesar hingga 13×12mm.

 

 

Berbicara tentang sejarah yang sulit ini, Bibi Zhaopun menangis. Tumor ini seperti mimpi buruk baginya, selama 10 tahun silam tumor datang dan pergi dari tubuh bibi Zhao, dan semakin lama semakin hebat sehingga menghancurkan harapannya. “Setiap kali selesai pengobatan diperbolehkan pulang, tidak ada tindakan pencegahan supaya tumor tidak kembali, tidak lama setelahnya tumorpun tumbuh kembali!” Ia merasa takut dan putus harapan, sehingga tidak bisa tidur di malam hari.

 

 

Saat itu ada seorang saudari yang merupakan anggota Asosiasi Rehabilitasi Kanker Cahaya Hidup di Provinsi Guangdong, mungkin anda bisa menemui Ketua kami, dan berkunjung ke studio amal Prof Xu Kecheng, seorang ahli pengobatan kanker yang terkenal. Mungkin saja beliau bisa membantu.

 

 

“Penyerapan hidrogen?” Zhao Ayi baru pernah mendengarnya. Karena ia percaya dengan Prof Xu, ia dan suaminyapun bersedia untuk mencobanya. Merekapun berangkat dari rumahnya menghabiskan waktu 2 jam di perjalanan dan tiba di Health Studio milik Prof Xu di Sunshine Hotel. “Menghirup selama 2 hari, saya berasa sangat nyaman, matapun cerah, pekerja disana sangat ramah, membantu saya hingga hari ketiga, walau tenaga saya tidak cukup kuat untuk keluar dari rumah.” Dia bertanya- tanya apakah ia bisa melewatinya, bisakah menggunakan pengganti hidrogen di rumah.

 

 

Profesor Xu Kecheng menunjukkan bahwa bibi Zhao tidak bisa sepenuhnya berharap dengan penyerapah hidrogen saja, Terapi hidrogen ini hanyalah salah satu terapi pembantu. Sangat penting untuk menghilangkan tumor terlebih dahulu, Saat ini ia bisa saja menjalani Cryoablasi. Cryoablasi adalah pengobatan minimal invasif dengan tusukan perkutan, Dibandingkan operasi, cryoablasi semenyakitkan operasi. Sehingga jaringan tumor membeku hingga “mati” tanpa harus membuangnya, dan juga mengurangi resiko metastasis dibandingkan operasi konvensional. Selain itu, saat pembekuan, antigen tumorpun dilepaskan dan tubuh menstimulasikan kekebalan terhadap tumor yaitu “Kekebalan pembekuan”

 

 

Xu Kecheng menekankan bahwa pasien harus mencapai tujuan untuk bertahan hidup, "menyingkirkan tumor " pengobatan yang menyumbang 30%, rehabilitasi 70%. Pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan ablasi adalah salah satu cara untuk “eleminasi” tumor. Tetapi sel- sel kanker tidak mungkin benar- benar hilang. Terkadang jika angin berhembus ia muncul dan hidup kembali, dan mungkin bermetastasis. Tidak sedikit pasien di TIongkok yang sudah menjalani serangkaian pengobatan kanker extra, namun akhirnya meninggal dunia akibat kanker yang kambuh dan metastasis selama masa rehabilitasi.

 

 

"Perhatikan secara keseluruhan rehabilitasi kedua, perubahan sel kanker, perubahan lingkungan mikro, perubahan tubuh manusia, ini sangat penting!” kata Prof Xu. Bukti laporan dasar laboratorium menunjukkan, hidrogen secara selektif dapat menahan oksidasi dan peradangan. Mempertahankan mitokondria dan mengatur kekebalan tubuh, menghambat proliferasi sel- sel kanker untuk bermigrasi dan invasi, serta mempromosikan program bunuh diri sel kanker.

 

 

Mengontrol kanker dengan hidrogen, bergaris lurus dengan "prinsip ABC", yaitu, tersedia (Available), mendasar (Basic) dan murah (Cheap). Mengoperasikan perangkat atomisasi hidrogen-oksigen juga mudah dan nyaman untuk digunakan. Sehingga pasien dapat melakukannya di rumah sendiri.