0851-0461-2299

Secarik Kertas Terima Kasih Dari Pasien

News - January 10,2019 00:00 WIB

Post

 

Pagi ini, "Moments"  rumah sakit dipenuhi oleh berita ini. Semua orang meneruskan moments WeChat ini, dan mereka semua terharu oleh ucapan terima kasih dari pasien Zhang Shu.

Semua orang meneruskan “Moments” Wechat suster kepala Ji Hui ke teman- teman mereka.

 

Zhang, seorang pasien lantai 4, Ia tinggal di rumah sakit selama hampir 200 hari, dan lusa ia akan bersiap- siap untuk pulang kerumah, sebelum keluar dari rumah sakit, ia merasa sangat puas dengan pengobatan dan pelayanan rumah sakit Fuda, bersiap untuk pulang kerja, tiba- tiba keluarga secara khusus memanggil masuk ke kamarnya dan memberi bunga dan juga surat ucapan terima kasih yang sudah dimodifikasi berulang kali dalam 2 hari. Ia berkata harus memberikan surat terima kasihnya kepada dokter dan perawat di rumah sakit yang telah menjaganya sebelum ia pulang. 

 



 

"Presiden Xu yang Terhormat, Wakil Presiden Prof Niu yang Terkasih, Direktur Zhu, direktur lantai empat yang terhormat, serta Dr. Wang Feng, dan kepala suster Ji Hui:

Nama saya Zhang * quan, soerang pasien kanker usus besar yang kambuh di Lanzhou pada tahun 2017 silam setelah 1,5 tahun operasi. Pada 15 Juni 2018 dipindahkan ke RS Fuda dari RS Dunhuang. Setelah menjalani perawatan selama hampir 200 hari disini, hasil pemeriksaan saya menyatakan tumor terkendali. Pada saat ketika saya akan meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah, saya berpikir bahwa saya akan merindukan kalian yang tidak kenal siang dan malam merawat dan menjaga saya.

Di bawah kepemimpinan yang tepat dari Dekan kehormatan Xu, wakil dekan Prof Niu, di bawah kepemimpinan Direktur Zhu Xibing, bimbingan serta perawatan Dr. Wang Feng serta perawatan suster kepala Ji Hui dan sekelompok saudara perempuan yang baik lainnya, perhatian penuh serta intervensi Direktur Yang Yang, departemen radiologi, dan radioterapi yang telah membantu kami selama rangkaian pengobatan telah bekerja keras dengan giat. Saya sangat terharu ketika saya akan meninggalkan rumah sakit ini. Saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada anda tiada henti. RS Fuda pasti dapat meyelamatkan 100 dan lebih banyak orang untuk hari esok yang gemerlap dan cemerlang.

 

 


 

“Terkadang obat yang sangat membantu adalah penghiburan." Kalimat ini adalah kalimat yang ditulis Dokter dari Barat Trudeau yang diukir di batu nisan. Alasan mengapa ia dapat melakukan perjalanan melalui ruang dari waktu untuk waktu yang lama di dunia adalah karena kata ini telah menyemangati dan memberi harapan bahwa manusia - dokter tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi juga saling menyemangati bagi dokter. Pentingnya perawatan kemanusiaan dapat menjadi senjata ajaib bagi perawatan medis.

 

 


 

 

Pada awal tahun baru, Pan Ayi, yang berusia lebih dari 60 tahun di lantai 4 Rumah Sakit Kanker Fuda, mengambil tangan kepala perawat Ji Hui dengan erat dan berterima kasih padanya serta menyerahkan secarik surat ucapan terima kasih. "Ini adalah surat untukmu yang ditulis oleh paman Zhang. Tidak menulis ini hati Paman Zhang tidak tenang. Kalian tidak mau menerima apapun, setidaknya terimalah surat yang kami tulis ini. Kalian sudah bekerja keras untuk merawatnya sekian lama, benar- benar sebuah budi yang sangat berharga untuk diingat selama- lamanya.”

 

“Selalu banyak orang yang antusias di rumah sakit ini, jadi jika saya sendirian disini untuk mendengarkan diagnosis dokter saya tidak merasa khawatir.”kata paman Zhang sambil tertawa kepada suster. Cerita menyentuh ini adalah sebagian kecil cerita mengenai lingkungan medis yang harmonis di RS Kanker Fuda.


 

Hari ini adalah hari dimana paman Zhang keluar dari rumah sakit setelah melewati 200 hari perawatan yang lengkap, keberhasilan mencegah kanker berkembang, kondisi tubuh yang jelas lebih baik .
 

 

Pada hari-hari awal rawat inap, selain menjawab pertanyaan dokter, paman Zhang hanya berbaring di tempat tidur dan tidak mau berkomunikasi dengan siapapun. Perawat di lantai tersebutpun terus berinisiatif untuk mengajaknya bicara, dan menyambutnya setiap kali melihatnya, namun ia tetap diam saja. Kepala perawat Ji Hui yang mendengar beberapa hal lucu dan menarik membisikannya ke telinga paman Zhang dan meminta semua orang untuk lebih memperhatikannya. Saat berbicara dengan keluarganya, ia menyemangati istrinya. Staf medis akhirnya mengetahui bahwa Pan ayi percaya pada Buddha, lalu segera membawanya pergi ke kuil dekat rumah sakit untuk bersemedi dan menghilangkan stresnya. Selama 200 hari dirawat inap, paraw perawat membawa kegembiraan dan tawa kepada paman Zhang. Mengundangnya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan di rumah sakit. Presiden kehormatan Xu Kecheng, wakil presiden Niu Lizhi, Direktur Zhu Yibing, dokter, Dr Wang Feng, kepala perawat Ji Hui yang memerlakukan paman Zhang seperti orang tuanya sendiri dengan rasa hormat dan penuh cinta.

 

 

 

 

Mendengarkan dengan seksama suara pasien dan cerita mereka mengenai pelayanan pasien di rumah sakit dan luar rumah sakit. Pelayanan medis tidak hanya “menyembuhkan” penyakit tetapi juga hati seseorang.

 

 

 


 

Kisah dokter-pasien yang hangat dan mentuh hati di bangsal RS kami menembus pelayanan medis, sehingga memenangkan hati pasien dengan tindakan yang sederhana dan praktis secara bertahap menjadi “RS dengan hati yang hangat.”Staff medis berkomitmen keras untuk merawat pasien dengan senyuman, menenangkan pasien secara manusiawi dan mewujudkan layanan yang membangun rumah sakit supaya harmonis, aman dan beradab sehingga menerima pengakuan dari pasien dalam dan luar negeri. 

 

 













 

Surat ucapan terima kasih yang singkat tidak cukup mengungkapkan rasa terima kasih dan kepuasan pasien kepada staf medis yang merupakan pencapaian terbesar dan hadiah yang paling berharga untuk mereka.