+62851-0461-2299

Rumah Sakit Kanker Tiongkok Ini Justru Jadi Pelita Harapan Bagi Pasien Mancanegara

News - November 18,2018 00:00 WIB

Post

Meski tidak banyak masyarakat lokal yang tahu tapi di mancanegara, FUDA Cancer Hospital justru berhasil mendatangkan lebih dari 30 ribu pasien kanker dengan stadium lanjut.

 

Ketika Divina Gracia Meer, ibu rumah tangga asal Filipina, didiagnosa kanker paru-paru stadium lanjut pada April lalu, kakak iparnya yang seorang dokter kandungan justru menyarankannya untuk berobat di FUDA yang berlokasi di Guangzhou.

 

Saran kakak iparnya itu berdasarkan pengalaman seorang teman yang juga seorang dokter yang mengantar ibunya berobat di FUDA. Dan Meer pun akhirnya menghubungi kantor perwakilan FUDA di Manila. Meer sendiri tinggal di provinsi Batangas, di Filipina. Hanya menunggu empat hari, Meer langsung diberi perencanaan pengobatan dengan segala detail tindakan yang biasa dilakukan FUDA untuk menangani kanker paru. Maka pada Juni, Meer pun terbang ke Guangzhou bersama suaminya tanpa menjalani pengobatan apapun di Filipina.

 

Pada September, Meer kembali datang ke FUDA untuk menjalani pengobatan siklus ketiga. Secara keseluruhan, kondisinya stabil. Hanya saja masih ada satu sel kanker yang aktif dari 14 sel kanker yang sebelumnya menggrogoti tubuhnya.

 

Lebih dari satu dekade, FUDA menjadi semacam rumah sakit yang nyaris tak pernah didengar oleh warga sekitarnya. Tapi sudah lebih dari 30 ribu pasien kanker dari mancanegara yang mencari kesembuhan atas berbagai jenis kanker yang mereka derita dengan stadium yang rata-rata sudah sangat lanjut. Sebagian besar dari pasien ini telah dinyatakan tidak lagi ada harapan untuk mengobati kanker mereka oleh tenaga medis di negara masing-masing.

 

Jika dibandingkan jumlah warga Tiongkok kaya yang pergi ke Amerika Serikat atau Jepang untuk berobat dengan pasien mancanegara yang datang ke Cina daratan untuk berobat, jumlahnya sangatlah kecil.

 

Dulu sekitar 2010 dan 2011, banyak pasien mancanegara berbondong-bondong datang ke Cina daratan untuk melakukan perawatan stem sel, prosedur yang sampai saat ini masih sangat kontroversial di dunia internasional. Tapi pada 2012, arus pasien mancanegara itu pun makin jarang, apalagi setelah otoritas kesehatan Cina daratan memerintahkan untuk menghentikan seluruh tindakan stem sel.

 

Tapi yang terjadi pada FUDA justru berbeda. Secara rata-rata FUDA menangani sekitar 1000 pasien mancanegara setiap tahunnya. Ini jumlah yang luar biasa jika dibandingkan dengan rumah sakit internasional lainnya di Tiongkok. Sebagian besar pasien FUDA berasal dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Eropa Timur.

 

Chief President FUDA, Prof. Xu Kecheng menjelaskan, strategi yang dipilihnya adalah pengobatan kanker dengan invasif minimal dan meningkatkan sistem imun pasien kanker.