Post

Meski kanker lambung bukan termasuk penyakit yang umum, Anda tetap harus waspada akan penyakit ini. Sebab kanker lambung termasuk penyakit kanker yang mematikan. Secara global, kanker lambung merupakan penyebab kematian kanker nomer 2 yang bisa terjadi pada pria ataupun wanita.

 

Penyakit kanker yang menggrogoti organ pencernaan lambung ini memang bisa dialami siapa saja. Namun, Anda yang berusia diatas 55 tahun lebih berisiko untuk terkena kanker lambung.

 

Penyebab Kanker Lambung

 

Hingga saat ini, penyebab pasti dari penyakit kanker, termasuk kanker lambung belum diketahui secara pasti. Namun beberapa hal ditengarai menjadi penyebab dan faktor risiko seseorang terkena kanker lambung.

 

Berikut beberapa penyebab dan faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena kanker lambung: 

  • Konsumsi Makanan Tertentu

Makanan yang Anda konsumsi memang akan berpengaruh terhadap kesehatan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan seperti daging asap, garam, ikan asin, acar dan makanan yang mengandung aflatoksin lebih berisiko untuk terkena penyakit kanker lambung. Kurangnya asupanan buah dan sayur juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung.

  • Merokok

Tak hanya meningkatkan risko terkena kanker paru saja, merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung. Hal ini karena zat-zat berbahaya yang terkadung pada rokok dapat terhirup dan merusak sel-sel dinding pada lambung. Anda yang perokok berisiko dua kali lipat terkena kanker lambung.

  • Infeksi Bakteri Pyloria

Infeksi bakteri penyebab luka dinding lambung yaitu Pyloria dapat meningkatkan risiko terkena kanker lambung.

  • Obesitas

Anda yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas lebih berisiko untuk terkena penyakit kanker, termasuk kanker lambung. Karena itu, disarankan untuk mengontrol berat badan dengan baik agar tidak mengalami obesitas.

 

Selain hal tersebut, beberapa faktor juga bisa meningkatkan risiko kanker lambung. Anda yang menderita infeksi lambung dalam waktu yang lama, adanya riwayat menderita penyakit kanker pada keluarga, pernah mengalami operasi lambung, atau pernah terkena penyakit kanker jenis lainnya lebih berisiko untuk terkena kanker lambung.

 

Hal lainnya seperti munculnya polip pada lambung dan beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti menderita anemia pernisiosa juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lambung.

 

Gejala Kanker Lambung

 

Pada stadium awal, gejala kanker lambung mungkin tidak terlihat atau tidak terdeteksi dengan baik sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Gejala biasanya baru dirasakan setelah kanker berkembang atau memasuki stadium lanjut.

 

Anda patut waspada jika mengalami gejala berikut ini:

  • Perut kembung dan sering bersendawa
  • Mudah kenyang meskipun makan dalam porsi yang kecil
  • Mengalami gejala refluks asam lambung seperti dada dan lambung bagian atas terasa nyeri
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis
  • Nyeri pada perut 
  • Mual dan muntah, terkadang ada pula yang disertai dengan muntah darah
  • Sulit untuk menelan
  • Adanya pembengkakan pada perut akibat adanya penumpukan cairan
  • Tinja mengandung darah atau berwarna kehitaman
  • Mengalami gejala penyakit kuning
  • Mengalami lelah berlebih
  • Perut terasa sakit terlebih setelah makan

Itulah gejala kanker lambung yang mungkin terjadi. Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter kanker terbaik jika mengalami gejala tersebut terlebih jika terjadi dalam waktu yang lama. Sebab gejala dari kanker lambung hampir sama dengan beberapa gangguan lambung lainnya.

 

Diagnosis Kanker Lambung

 

Dokter akan memeriksakan kesehatan Anda untuk mengetahui kemungkinan adanya sel kanker yang bersarang di lambung. Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik untuk memastikan penyakit yang diderita. Perut pasien mungkin akan diperiksa guna mengetahui kemungkinan adanya pembengkakan pada area sekitar lambung.

 

Penyakit Lambung Dengan Pertumbuhan Tumor Ganas Pada Sistem Pencernaan

 

Dari pemeriksaan tersebut, beberapa pemeriksaan lainnya juga akan dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker lambung. Pemeriksaan tersebut diantaranya:

  • Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat apakah ada tanda perkembangan kanker pada tubuh. Doker akan mengambil sampel darah Anda untuk diperiksa di labolatorium.

  • Endoskopi Bagian Atas

Endoskopi bagian atas atau disebut dengan esophago gastro duodenoscopy atau EGD) akan direkomendasikan guna menemukan sel kanker pada lambung. Dokter akan menggunakan selang tipis yang fleksibel berkamera untuk dimasukkan ke dalam lambung melalui kerongkongan untuk melihat kondisi lambung. Jika dari hasil pemeriksaan terlihat ada area yang tidak normal, dokter akan mengambil sampel jaringan lambung untuk diperiksa di laboratorium.

  • Pemeriksaan Serial Saluran Gastrointestinal Bagian Atas

Pemeriksaan ini memanfaatkan cairan bernama barium. Dokter akan meminta Anda untuk meminum cairan tersebut sebelum pemeriksaan menggunakan sinar X dilakukan. Zat barium bermanfaat dalam memperjelas gambar pada sinar X.

  • CT Scan

CT Scan merupakan pemindai medis dengan sinar X yang kuat guna melihat tubuh bagian dalam secara rinci dan jelas. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengetahui perkembangan kanker pada lambung.

  • Biopsi

Jika dari hasil pemeriksaan terlihat adanya sel abnormal atau sel kanker, dokter akan mengambil sampel jaringan tersebut untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan ini berguna pula untuk mengetahui jenis kanker lambung yang diderita.

 

Tahap Klinis Kanker Perut

 

Pengobatan Kanker Lambung

 

Ada berbagai macam langkah pengobatan kanker lambung yang mungkin direkomendasikan. Biasanya dokter akan menentukan pengobatan alternatif kanker yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan, perkembangan sel kanker, dan stadium kanker yang diderita.

 

Umumya metode pengobatan yang dianjurkan dokter adalah:

  • Operasi Pembedahan

Operasi pembedahan dilakukan bergantung pada tingkat keparahan dan penyebaran sel kanker. Pada kasus kanker lambung yang sudah menyerang ke organ lain, organ lain yang terserang juga mungkin akan diangkat.

  • Kemoterapi

Kemoterapi atau kemolokal dilakukan dengan pemberian obat kemoterapi baik itu dalam bentuk tablet, infus atau melalui kombinasi keduanya.

 

Tindak medis ini dapat dilakukan sebelum operasi pembedahan atau setelah operasi dilakukan. Kemoterapi bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan kanker ataupun membunuh sel kanker.

  • Radioterapi

Metode pengobatan yang memanfaatkan pancaran energi radiasi ini biasanya direkomendasikan pada kanker lambung stadium lanjut dimana adanya gejala perdarahan. Sama halnya dengan kemoterapi, radioterapi dapat dilakukan sebelum tindak operasi ataupun setelah operasi dilakukan. Tindak medis ini bertujuan untuk mencegah sel kanker berkembang dan membunuh sel kanker yang masih tersisa.

  • Cryosurgery

Selain pengobatan kanker tanpa operasi tersebut, ada pula pengobatan Cryosurgery. Pengobatan yang memanfaatkan nitrogen cair ini dapat diterapkan kepada berbagai jenis penyakit kanker, termasuk kanker lambung. Tindak Cryosurgery diklaim minim efek samping dibandingkan pengobatan lainnya.

 

Itulah beberapa pengobatan kanker lambung yang biasanya dilakukan. Beberapa rumah sakit kanker terbaik di Asia juga menerapkan pengobatan lain guna menyembuhkan penyakit kanker yang pasien derita. FUDA Cancer Hospital Guangzhou yang memiliki kantor representatif di Indonesia bernama RS Kanker FUDA misalnya, tak hanya menerapkan pengobatan Cryosurgery, tetapi juga memadukan pengobatan lain yang bernama Combined Immunotherapy for Cancer (CIC).

 

Pengobatan yang memanfaatkan teknologi modern ini dilakukan dengan mengambil sel imun penderita pasien kanker, termasuk kanker lambung, dan jenis kanker lainnya -- kanker servikskanker rektumkanker ovariumkanker payudarakanker paru-parukanker sarkomakanker mulutkanker kulitkanker lidahkanker matakanker pankreaskanker liverkanker tulangtumor otak, kanker prostat dan sebagainya. Di laboratorium, sel imun tersebut akan dilatih menjadi pembunuh sel kanker. Nah, saat dikembalikan ke dalam tubuh pasien itulah, sel “pembunuh professional” ini akan bekerja efektif dalam mematikan setiap sel kanker, termasuk sel abnormal yang baru muncul. Pengobatan yang diterapkan RS Kanker FUDA ini memang bisa menjadi pengobatan alternatif kanker yang efektif.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.