Post

Kanker kulit ditandai dengan adanya pertumbuhan sel abnormal pada kulit yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Kanker kulit umumnya terjadi pada bagian kulit yang sering terkena sinar matahari, namun tak menutup kemungkinan dibagian tubuh lain yang tidak terkena sinar matahari langsung. Anda yang jarang mengenakan tabir surya saat berada di luar ruangan harus lebih waspada dengan penyakit kanker ini sebab meski tidak “sepopuler” kanker payudara ataupun kanker serviks, kanker kulit menjadi salah satu jenis kanker yang paling mengancam jiwa.

 

Penyebab Kanker Kulit

 

Paparan sinar matahari diduga menjadi penyebab utama dari kanker kulit. Sebab sinar matahari mengandung 3 jenis sinar ultraviolet yang bisa membahayakan kesehatan kulit. 3 jenis sinar ultraviolet tersebut diantaranya adalah UVA, UVB, dan juga UVC. Untuk menghindari paparan 3 jenis sinar ultraviolet, Anda memang disarankan untuk menggunakan krim tabir surya, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Sebab, paparan sinar ultraviolet secara kumulatif dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

 

Dokter Kulit Memeriksa Pasien di Klinik

 

Adapun selain paparan sinar matahari, beberapa penyebab dan faktor risiko kanker kulit diantaranya:

  • Memiliki Kulit Putih

Anda yang memiliki kulit putih cenderung lebih berisiko untuk terkena kanker kulit. Hal ini karena kulit putih memiliki perlindungan yang lebih rendah terhadap pajanan sinar ultraviolet dibandingkan dengan kulit gelap. Jumlah melanin kulit gelap cenderung lebih banyak sehingga daya perlindunga terhadap sinar ultraviolet juga akan lebih kuat dibandingkan pemilik kulit putih. 

  • Terlalu Sering Menggunakan Ponsel

Meski perlu adanya penelitian lebih lanjut, ada penelitian yang mengaitkan penggunaan ponsel dengan risiko terkena kanker kulit. Penelitian tersebut mengungkap bahwa orang yang terlalu sering menggunakan ponsel dan membiarkan ponsel dekat dengan tubuh kita lebih berisiko untuk terkena kanker kulit. Hal ini karena gelombang frekuensi radio yang terpancar dari ponsel dapat memicu pertumbuhan sel kanker di kulit.

  • Memiliki Tahi Lalat

Orang yang memiliki banyak tahi lalat, terutama yang memiliki tahi lalat abnormal lebih berisiko untuk terkena kanker kulit dibandingkan orang yang memiliki sedikit tahi lalat. 

  • Pengaruh Usia

Seiring pertambahan usia, risiko untuk terkena kanker kulit akan semakin besar. Hal ini karena akumulasi dari paparan sinar matahari dari waktu ke waktu sehingga orang lanjut usia lebih berisiko untuk terkena kanker kulit dibanding usia remaja.

  • Riwayat Keluarga

Jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit kanker kulit, maka risiko Anda untuk terkena kanker kulit akan semakin besar. Begitupun jika Anda pernah menderita kanker kulit dan penyakit tersebut telah sembuh.

  • Memiliki Sistem Imun yang Rendah

Anda yang memiliki sistem imun rendah lebih berisiko untuk terkena kanker kulit.

  • Paparan Bahan Kimia

Paparan bahan kimia tertentu byang bersifat karsinogenik dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

 

Selain yang disebutkan di atas, paparan radiasi baik karena kemolokal ataupun lingkungan pabrik dengan radiasi yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Anda yang perokok juga harus mewaspadai penyakit ini karena perokok juga berisiko untuk terkena kanker, apalagi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Gejala Kanker Kulit

 

Gejala kanker kulit yang dialami setiap orang akan berbeda-beda dan umumnya bergantung pada jenis kanker kulit yang diderita. Hanya saja Anda patut waspada jika mengalami perubahan warna kulit secara tiba-tiba dan muncul lesi atau tahi lalat baru secara tiba-tiba.

 

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa gejala kanker kulit berdasarkan jenisnya: 

  • Melanoma

Kanker kulit jenis ini berkembang pada melanosit, yaitu sel pigmen kulit yang berfungsi menghasilkan melanin. Kanker kulit yang jarang terjadi namun berbahaya ini umum ditemui di wajah, tangan, punggung, dan juga kaki.

 

Melanoma Pada Permukaan Telapak Kaki

 

Saat kanker ini diderita, gejala yang dialami meliputi munculnya benjolan berwarna coklat yang nampak seperti tahi lalat baru. Atau munculnya lesi kecil pada kulit dengan tepi yang tidak beraturan dengan warna merah, putih, biru atau biru kehitaman, Bisa pula tahi lalat mengalami perubahan warna dan ukuran, atau bahkan mengeluarkan darah.

  • Karsinoma Sel Basal

Kanker karsinoma sel basal merupakan jenis kanker kulit yang paling umum. Kanker karsinoma umumnya juga disebabkan karena seringnya kulit terpapar sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet.

 

Melanoma Kanker Kulit Berasal Dari Melanosit Lapisan Kulit Manusia

 

Pada awal diderita, benjolan kecil yang nampak seperti tahi lalat atau jerawat namun tak kunjung hilang biasanya akan muncul. Benjolan tersebut terlihat kekuningan dan mirip dengan bekas luka atau bisa pula berupa bercak merah yang mengilap dan bersisik. Benjolan tersebut biasanya mudah untuk berdarah.

  • Karsinoma Sel Skumosa

Ini merupakan jenis kanker kulit yang hampir mirip dengan karsinoma sel basal karena umumnya juga terjadi di daerah kulit yang sering terkena sinar matahari. Saat kanker ini diderita, benjolan merah yang keras pada kulit akan muncul. Atau bisa juga berupa lesi pada kulit yang berbentuk datar dan bersisik, keras seperti kerak.

 

Diagnosis Kanker Kulit

 

Untuk mendiagonsis kanker kulit, berikut hal-hal yang akan dilakukan dokter:

  • Pemeriksaan Kulit

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit untuk mengetahui kemungkinan adanya sel kanker kulit yang berkembang. Jika ada kelainan yang terlihat, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan lanjut berupa biopsi.

  • Biopsi

Dokter akan melakukan biopsi untuk memastikan kelainan yang terlihat. Biopsy dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan kulit yang tidak normal untuk diperiksa di laboratorium.

 

Pengobatan Kanker Kulit

 

Jika dari hasil pemeriksaan menujukkan adanya sel kanker, maka berbagai macam pengobatan akan direkomendasikan. Pengobatan kanker yang diberikan biasanya bergantung pada riwayat kesehatan, jenis kanker, dan stadium kanker kulit yang diderita.

 

Pengobatan yang diberikan dapat meliputi:

  • Operasi Bedah 

Operasi pembedahan dilakukan untuk mengangkat jaringan abnormal pada kulit. Pembedahan ini dikenal dengan nama eksisi. Pada pembedahan eksisi, tak jarang prosedur pencangkokan kulit akan direkomendasikan, terutama jika pembedahan tersebut meninggalkan bekas luka yang luas. Ke dua prosedur dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat sel kanker dan mencegahnya menyebar.

  • Bedah Mohs

Prosedur ini biasanya diterapkan pada kanker kulit yang terjadi pada daerah mata dan hidung. Atau juga direkomendasikan pada kasus kanker kulit yang telah terjai berulang atau kanker kulit dengan ukuran yang besar.

  • Kuretase

Prosedur kuretase biasanya direkomendasi untuk pengobatan alternatif kanker non-melanoma yang berukuran sangat kecil. Dokter akan melakukan anestesi lokal pada sekitar benjolan atau sel kanker sebelum kanker diangkat dengan kuret.

  • Terapi Fotodinamik (PDT)

Pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan krim tertentu guna membuat kulit kankermenjadi lebih sensitive terhadap cahaya. Pasca krim dioleskan, kulit akan disinari dengan cahaya berintesitas tinggi agar sel kanker terbunuh.

  • Radioterapi

Radioterapi biasanya disarankan untuk lanjut usia dimana tindak operasi pembedahan sulit unutuk dilakukan. Atau bisa pula pada kasus kanker yang telah menyebar luas.

  • Cryosurgery

Cryosurgery yang dikenal sebagai pengobatan kanker tanpa operasi, memanfaatkan nitrogen cair ini diklaim juga mampu mengatasi, membunuh dan menghancurkan sel kanker kulit.

  • Imunoterapi

Imunoterapi merupakan pengobatan kanker kulit yang kian populer. Imunoterapi bertujuan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker kulit. Sayangnya, di Indonesia pengobatan ini masih tergolong mahal.

 

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung merupakan salah satu langkah yang bisa ditempuh dalam mencegah kanker kulit. Bagi Anda yang mengalami gejala kanker kulit, segera periksakan diri ke dokter kanker terbaik guna mendapatkan penanganan yang tepat. Semakin cepat penyakit kanker kulit terdeteksi, semakin cepat pula pemulihannya.

 

Selain ahli dalam penanganan kanker kulit, RS Kanker FUDA sebagai rumah sakit kanker terbaik di Asia juga memiliki keahlian khusus dalam menangani kanker atau tumor ganas lainnya seperti kanker payudarakanker rektumkanker paru paru, kanker mulut, kanker lidah, kanker prostat, kanker matakanker tulangkanker liverkanker kulitkanker sarkomatumor otakkanker pankreas, kanker ovariumkanker serviks dan sebagainya.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.