Post

Kanker pankreas merupakan salah satu penyakit kanker mematikan di dunia yang menyerang organ pankreas. Penyakit kanker ini kerap disebut dengan penyakit “diam” karena umumnya tidak ada gejala yang dirasakan penderita hingga sel kanker berkembang dan menyebar. Anda perlu waspada dengan penyakit kanker satu ini karena pankreas memiliki peran yang penting dalam sistem pencernaan. Pankreas berperan dalam memproduksi enzim pencernaan yang bermanfaat dalam menguraikan makanan agar dapat lebih mudah diserap oleh tubuh. Organ tubuh ini juga memiliki manfaat lain yaitu memproduksi hormon yang berfungsi mengatur metabolism gula.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Pankreas

 

Meski tidak bisa diketahui dengan pasti, ada faktor-faktor risiko tertentu yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit kanker pankreas. Faktor-faktor risiko tersebut diantaranya: 

  • Faktor Genetik

Jika ada anggota keluarga, terutama yang sedarah menderita penyakit kanker pankreas. maka risiko untuk terkena penyakit ini akan lebih besar. 

  • Menderita Penyakit Diabetes

Anda yang menderita penyakit diabetes lebih berisiko untuk terkena penyakit kanker pankreas. Prevention Research Institute International di Lyon, Prancis menungkap bahwa 50 persen pasien kanker pankreas didiagnosis bahwa sebelumnya pernah menderita penyakit diabetes tipe 2. 

  • Faktor Usia

Usia lanjut terutama yang sudah menginjak usia di atas 75 tahun lebih berisiko untuk terkena kanker pankreas. Alasannya tak lain karena daya tahan tubuh sudah menurun dan tidak sebaik kala usia muda. 

  • Malas Melakukan Aktivitas Fisik

Anda yang malas melakukan aktivitas fisik seperti olahraga juga lebih berisiko terkena penyakit kanker pankreas. Juga jika Anda tidak menerapkan pola hidup sehat dan memiliki berat badan berlebih atau obesitas. 

  • Merokok

Tak hanya berefek buruk terhadapa kesehatan paru-paru dan jantung saja, kebiasaan merokok juga berdampak buruk terhadap kesehatan organ pankreas. Anda yang merokok lebih berisiko untuk terkena kanker pankreas karena racun dan zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok bisa menyebabkan organ ini mengalami iritasi dan peradangan.  

  • Bakteri Helobacteri Pylori

Bakteri yang menyebabkan infeksi lambung ini diduga dapat pula meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker pankreas. 

  • Pernah Menderita Pankreatitis

Anda yang pernah menderita peradangan pankreas atau pankreatitis berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker pankreas. Apalagi jika Anda menderita peradangan dalam jangka waktu yang lama.

 

Selain faktor tersebut, beberapa sindrom genetik atau turunan seperti sindrom Lynch dan neoplasia endokrin ganda atau Multiple Endocrine Neoplasia (MEN juga kerap dihubungkan dengan penyakit kanker pankreas.

 

Gejala Kanker Pankreas

 

Gejala awal dari kanker pankreas memang sulit terdeteksi, sehingga kerap kali baru terdiagnosa setelah kanker pankreas memasuki stadium lanjut.  Namun umumnya, seseorang yang menderita penyakit kanker pankreas akan mengalami penurunan berat badan tanpa alasan, selera makan yang menurun, kelelahan, dan mual.

 

Pada tahap yang lebih serius, nyeri perut bagian bawah yang kadang menyerang ke hingga ke bagian punggung akan dirasakan. Rasa sakit tersebut biasanya akan semakin menyakitkan ketika Anda sedang berbaring ataupun setelah makanan.

 

Dokter Menunjukkan Pena Pada Model Anatomi Pankreas Manusia

 

Gejala klasik yang juga biasa terjadi pada penderita kanker pankreas adalah menderita penyakit kuning. Penyakit kuning dapat menjadi pertanda dari penyakit kanker pankreas saat sel kanker telah menghalangi saluran empedu. Saat ini dialami kulit dan mata akan menguning, tinja berwarna pucat, dan urin berwarna gelap.

 

Diagnosis Kanker Pankreas

 

Seperti yang telah diungkapan tadi, pada tahap awal, kanker pankreas akan sulit untuk didiagnosis karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun jika Anda dicurigai menderita penyakit kanker pankreas, dokter kanker terbaik biasanya akan merekomendasikan beberapa tes kesehatan. 

 

Berikut beberapa tes kesehatan yang umumnya disarankan: 

  • CT Scan dan Tes Pencitraan Lainnya

Jika dicurigai adanya sel kanker pada pankreas, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan CT Scan pada bagian perut. Selain CT Scan, pemeriksan MRI juga akan dilakukan untuk melihat lebih jelas sel kanker yang bersarang di organ pankreas. 

  • Endoscopic ultrasound atau EUS

Ini merupakan pemeriksaan Ultrasonografi menggunakan alat endoskopi yang berguna untuk mengambil gambar pankreas dari dalam perut. Alat tersebut akan dimasukkan melalui mulut menuju perut untuk memperoleh gambar atau melihat kondisi pankreas. 

  • Endoscopic retrograde cholangio pancreatography atau ERCP

Jika sudah bisa dipastikan adanya sel kanker pankreas, prosedur ERCP biasanya juga akan dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan kamera fiberoptik untuk melihat jaringan abnormal pada saluran pankreas. Dalam prosedur ini pula, sebagian jaringan akan diangkat untuk diperiksa. 

  • Biopsi

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan sel abnormal untuk diperiksa di bawah mikroskop. Prosedur ini tak hanya mampu mendeteksi sel kanker, tetapi juga mengetahui tingkat keparahan dan tingkat keganasan sel kanker yang bersarang di organ pankreas. 

Pengobatan Kanker Pankreas

Pengobatan Kanker pankreas dapat diobati dengan menggunakan beberapa metode tertentu. Pengobatan biasanya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, riwayat kesehatan, dan stadium kanker pankreas yang diderita. 

 

Berikut beberapa pengobatan kanker pankreas;

  • Operasi pembedahan

Operasi pembedahan merupakan penanganan umum yang dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker, termasuk kanker pankreas.

 

Tindak operasi terbagi menjadi beberapa tindak sesuai dengan besarnya kanker dan stadium kanker pankreas yang diderita.

 

Diagram Ilustrasi Kanker Pankreas

 

Pada tindak pembedahan bagian kepala pankreas, dokter akan memotong kepala pankreas dan juga bagian lainnya seperti usus kecil, kantung empedu dan jika kanker telah menyebar, tak menutuo kemungkinan sebagian lambung akan ikut terangkat.

 

Pada tindak pembedaan total, seluruh pankreas akan diangkat. Kemungkinan organ lain seperti limpa, saluran empedu, sebagian usus kecil, kantong mepedu, kelenjar getah bening sekitar pankreas, dan sebagian lambung untuk diangkat juga mungkin terjadi. 

  • Radioterapi 

Prosedur ini dilakukan untuk memperkecil sel kanker, mencegah pertumbuhan sel kanker, ataupun meredakan rasa sakit yang diderita. Umumnya pengobatan ini akan dikombinasikan dengan kemoterapi. 

  • Kemoterapi

Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan kanker yang paling dikenal masyarakat. Prosedur pengobatan ini dilakukan dengan tujuan untuk membunuh sel kanker dan mencegah pertumbuhannya, termasuk dalam upaya mengobati penyakit kanker pankreas. 
Kemoterapi dapat dilakukan sesudah ataupun sebelum operasi. Dokter mungkin akakn memberikan obat tertentu berbentuk pila tau disuntikkan ke dalam pembuluh darah melalui infus. 

  • Terapi Target

Terapi target merupakan pengobatan yang dilakukan untuk menghampat pertumbuhan sel kanker pada pankreas. 

 

Bagi Anda yang terdeteksi menderita penyakit kanker pankreas, ubahlah gaya hidup Anda agar penyebaran sel kanker dapat dicegah. Ini bisa dilakukan dengan hal sederhana yaitu menjalani pola hidup sehat dan berolahraga secara teratur.

 

Berkunjung ke dokter secara rutin juga menjadi bagian yang penting sebagai upaya proses penyembuhan dari penyakit kanker pankreas yang diderita. 
Kini banyak rumah sakit kanker China di Indonesia yang mampu mengatasi, membantu, dan memberikan pelayaan terbaik bagi para penderita penyakit kanker, termasuk kanker pankreas.

 

RS Kanker FUDA misalnya, menjadi salah satu rumah sakit kanker Indonesia terbaik dan terpercaya dalam mengatasi kanker pankreas.  Dalam membantu mengatasi penyakit kanker, berbagai macam jenis pengobatan disediakan RS Kanker FUDA seperti pengobatan inovatif, perawatan konservatif, operasi pembedahan, hingga pendekatan holistik guna memberikan pelayanan terbaik bagi pasien penderita kanker pankreas.

 

Pengobatan unggulan dari RS Kanker FUDA yaitu Cryosurgery juga telah mampu mengatasi 5000 kasus penyakit kanker yang berbeda. Dengan penerapan teknologi yang modern, RS Kanker FUDA telah berhasil dipercaya menjadi rumah sakit kanker Indonesia terpercaya.

 

Selain ahli dalam penanganan kanker pankreas, RS Kanker FUDA sebagai rumah sakit kanker terbaik di Asia juga memiliki keahlian khusus dalam menangani kanker atau tumor ganas lainnya seperti kanker rektum, kanker payudara, kanker ovariumkanker prostat, kanker mata, kanker lidah, kanker mulut, kanker liver, kanker tulangtumor otak, kanker kulitkanker paru-paru, kanker sarkoma, kanker serviks dan sebagainya.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.