Post

Kanker sarkoma adalah sejenis kanker yang menyerang tulang hingga jaringan lunak. Penyakit kanker yang cukup langka ini dapat memengaruhi jaringan tubuh seperti otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon dan lapisan tulang sendi. Bagian tubuh mana pun bisa terserang kanker sarkoma, namun biasanya menyerang bagian perut, lengan dan tungkai.

 

Penyebab Kanker Sarkoma

 

Kanker sarkoma memang tidak memandang usia. Anak-anak hingga orang dewasa bisa terserang kanker satu ini. Hanya saja, kanker sarkoma lebih banyak dijumpai pada orang lanjut usia.
 

Penyebab pasti dari kanker sarkoma hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor ditengarai mampu meningkatkan risiko untuk terkena kanker sarkoma. Berikut diantaranya:
 

  • Adanya kelainan genetik seperti retinoblastoma, neurobiromatosis, sindrom Gardner, retinoblastoma, atau sindrom Li-Fraumeni
  • Faktor turunan atau ada anggota keluarga yang menderita kanker sarkoma
  • Memiliki riwayat penyakit tulang, seperti penyakit Paget
  • Sering terpapar radiasi, mulai dari radiasi nuklir hingga radiasi radioterapi
  • Terkena paparan zat kimia seperti arsenic, hebisida, dan dioksin

 

Tingkat Keparahan Kanker Sarkoma

 

Sama dengan penyakit kanker lainya, kanker sarkoma juga memiliki tingkat keparahan yang dibagi menjadi beberapa stadium yaitu:

  • Stadium 1

Pada tingkat stadium ini, ukuran sel kanker sarkoma masih sebesar 5 cm hingga 15 cm. Terkadang, sel kanker masih terlihat seperti sel normal. Pada stadium ini, sel kanker belum menyebar ke kelenjear getah bening terdekat ataupun organ tubuh lainnya.

  • Stadium 2

Pada stadium 2, sel kanker masih sebesar 5 cm atau bahkan bisa lebih kecil. Namun pada stadium ini, sudah terlihat seperti sel abnormal dengan pertumbuhan yang cepat. Hanya saja, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.

  • Stadium 3

Pada stadium 3, sel kanker berukuran 5- 15 cm. Sama dengan pada stadium 2, sel kanker sudah terlihat sebagai sel abnormal dengan pertumbuhan yang cepat. Pada stadium ini, penyebaran ke kelenjar getah bening terdekat dan organ lainnya juga belum terjadi. 

  • Stadium 4

Pada stadium ini, ukuran sel kanker sudahlah besar atau bisa sebesar apapun. Karena sudah masuk ke dalam stadium lanjut, kanker sudah menyebar ke jaringan getah bening terdekat, bahkan bisa meluas ke organ tubuh lainnya.

 

Diagnosis Kanker Sarkoma 

 

Hasil Pencitraan Kanker Sarkoma Ewing

 

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan tadi ataupun untuk mengetahui diagnosis kanker sarkoma, ada serangkaian pemeriksaan di rumah sakit. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang dilakukan:

  • Tes Pencitraan

Tes pencitraan yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker sarkoma terdiri dari Rontgen, CT Scan, MRI, dan juga PET Scan. Tes pencitraan ini akan dilakukan pada area tubuh yang diduga  terserang sarkoma. 

  • Biopsi

Biopsi merupakan langkah pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana sel kanker berkembang ataupun ganas tidaknya jaringan tumor yang bersarang pada area tubu tertentu. Sampel jaringan tumor akan diambil menggunakan jarum atau menggunakan prosedur operasi dengan memotong jaringan tumor untuk diperiksa di laboratorium.

 

Pengobatan Kanker Sarkoma

 

Jika hasil dari pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit kanker sarkoma yang diderita, dokter kanker terbaik akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan, jenis kanker, lokasi kanker, dan stadium kanker yang diderita. 
Beberapa pengobatan yang direkomendasikan diantaranya: 

  • Operasi Pembedahan

Operasi pembedahan merupakan pengobatan yang paling umum untuk mengatasi penyakit kanker sarkoma yang diderita. Pada prosedur pembedahan, dokter akan mengangkat sel kanker beserta jaringan sehat di sekitarnya. Tujuannya adalah agar tidak ada sel kanker yang tertinggal dan kembali berkembang.
 

Pada kasus sel kanker yang sudah menyebar luas, tak hanya pengangkata sel kanker saja yang akan dilakukan.  Amputasi pada bagian tubuh tempat sel kanker berkembang juga akan dilakukan demi kesehatan dan kesembuhan pasien secara maksimal. 

  • Kemoterapi 

Sama halnya dengan penyakit kanker lainnya, kemoterapi merupakan pengobatan untuk kanker sarkoma. Prosedur ini memang kerap menjadi penangan pertama saat kanker sudah menyebar. Dengan menggunakan obat tertentu, prosedur ini akan berusaha untuk membunuh sel kanker dan menghentikan perkembangannya.
 

Prosedur kemoterapi pun terbagi menjadi dua, ada yang menggunakan pil, ada pula yang disuntikkan ke pembuluh darah melalui infus. Pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi mungkin akan merasakan berbagai macam efek samping mulai dari mual dan muntah, rambut lelah dan lemah, hingga kerontokan rambut.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi juga menjadi salah satu prosedur pengobatan kanker, termasuk kanker sarkoma. Terapi yang menggunakan sinar X-Ray ini umumnnya dilakukan sebelum operasi pengankatan sel kanker dilakukan namun bisa pula saat operasi ataupun sesudah operasi.
 

Pada tahap sebelum operasi pembedahan, terapi radiasi dilakukan dalam upaya mengecilkan sel kanker yang ada sehingga lebih mudah untuk diangkat. Pada tahap operasi (intraoperative radiation), terapi radiasi dilakukan guna menghindari gangguan pada jaringan sekitarnya. Dan pada tahap pasca operasi, terapi radiasi dilakukan dengan tujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa.

 

Terapi ini terbilang bisa dilakukan secara terpisah dengan pengobatan lainnya namun bisa pula digabung dengan pengobatan kemoterapi.
 

Pasca terapi radiasi dilakukan, berbagai macam efek samping mungkin akan dirasakan pasien mulai dari kulit kering, lelah dan lemah, hingga kerontokan rambut. 

  • Terapi Target

Beberapa jenis kanker sarkoma dengan ciri tertentu bisa dilumpuhkan dengan terapi target. Terapi ini dapat menghabat pertumbuhan sel kanker sarkoma abnormal tanpa merusak sel normal disekitarnya. Terapi ini menggunakan obat-obat tertentu seperti imatinib, sunitinib, dan pazopanib. Terapi target bisa menyebabkan efek samping berupa diare hingga masalah pada kulit dan rambut.
 

Pada kasus kanker sarkoma yang dapat terdeteksi dengan cepat dan baru memasuki stadium awal, kemungkinan untuk sembuh akan semakin besar karena sel kanker masih berukuran kecil dan belum menyebar ke jaringan lainnya.
 

Sebab saat sel kanker sudah membesar dan menyebar, kesempatan penderita untuk sembuh akan semakin kecil meskipun ada berbagai macam langkah pengobatan yang bisa ditempuh untuk menangani, pemperlambat penyebaran ataupun upaya untuk menyembuhkan.
 

Bagi Anda yang terdeteksi menderita penyakit kanker sarkoma, segera kunjungi rumah sakit kanker China terdekat. Di Indonesia sendiri, kini sudah banyak rumah sakit kanker yang memberikan pelayanan maksimal dengan tenaga dokter berpengalaman dan profesional. RS Kanker FUDA misalnya, menjadi salah satu rumah sakit kanker Indonesia terbaik dan terpercaya dalam mengatasi kanker sarkoma.
 

RS Kanker FUDA yang merupakan rumah sakit representatif FUDA Cancer Hospital Ghuangzhou memang telah menjadi rumah sakit terdepan pengobatan berbagai macam jenis penyakit kanker, termasuk kanker sarkoma. Ini karena RS Kanker FUDA selalu berupaya membantu penyembuhan dengan berbagai macam pengobatan. Pengobatan yang diberikan RS Kanker FUDA diantaranya pengobatan inovatif, perawatan konservatif, operasi pembedahan, hingga pendekatan holistik guna memberikan pelayanan terbaik bagi pasien penderita kanker hati.

Dengan penerapan teknologi yang modern, FUDA Cancer Hospital telah berhasil menoreh prestasi sebagai rumah sakit yang dipercaya mengatasi berbagai jenis penyakit kanker. Buktinya ada lebih dari 70 negara di seluruh dunia yang mempercayai pengobatannya di FUDA Cancer Hospital, termasuk negara Indonesia.

 

Selain ahli dalam penanganan kanker sarkoma, RS Kanker FUDA sebagai rumah sakit kanker terbaik di Asia juga memiliki keahlian khusus dalam menangani kanker atau tumor ganas lainnya seperti kanker rektum, kanker payudara, kanker mulut, kanker lidah, tumor otak, kanker liver, kanker mata, kanker paru-parukanker prostat, kanker tulangkanker pankreas, kanker ovarium, kanker serviks, kanker kulit dan sebagainya.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.