Post

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh pria, namun tak menutup kemungkinan bagi wanita untuk terkena jenis kanker ini.

 

Penyebab Kanker Rektum

 

Sama dengan jenis kanker lainnya, penyebab pasti dari kanker rektum hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang ditenari mampu meningkatkan risiko untuk terkena kanker rektum. Berikut diantaranya:

  • Faktor Genetik

Apabila anggota keluarga Anda ada yang memiliki riwayat menderita penyakit kanker rektum, maka risiko untuk terkena kanker rektum akan meningkat hingga 2 hingga kali lipat dibandingkan dengan orang lain. Setidaknya hampir 20 persen kasus kanker rektum disebabkan karena faktor genetik.

  • Menderita Penyakit Radang Usus

Anda yang menderita penyakit radang usus seperti colitis ulseratif dan penyakit Crohn’s lebih berisiko untuk terkena kanker rektum. Risiko untuk terkena penyakit kanker ini juga semakin meningkat seiring dengan menurunnya kesehatan Anda.

 

Jika Anda telah menderita penyakit colitis ulseratif dan penyakit Crohn dalam jangka waktu yang lama dan peradangan yang terjadi terus parah, maka risiko untuk terkena penyakit kanker rektum akan semakin tinggi lagi.

  • Pola Makan yang Buruk

Pola makan yang buruk kabarnya juga berpengaruh kepada kesehatan rektum. Anda yang jarang atau tidak mengonsumsi sayur dan buah dan terus mengonsumsi daging lebih berisiko untuk terkena kanker rektum.

  • Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Dua kebiasaan ini memang sangat memengaruhi kesehatan. Anda yang merokok dan mengonsumsi alkohol terbilang lebih berisiko untuk menderita kanker rektum.

 

Tak hanya ke empat hal itu saja, usia juga memengaruhi tingkat risiko untuk terkena kanker rektum. Orang usia lanjut lebih berisiko terkena kanker rektum, begitupun dengan orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas dan juga malas berolahraga.

 

Gejala Kanker Rektum

 

Gejala kanker rektum umumnya sulit dikenali hingga pemeriksaan dilakukan. Hal ini karena kebanyakan kasus kanker rektum tidak memiliki gejala yang spesifik.  Beberapa gejala kanker rektum bahkan terbilang mirip dengan gejala penyakit usus lainnya seperti colitis ulseatif, penyakit Chron’s, dan kanker kolorektal.

 

Ilustrasi Kanker Rektum

 

Hanya saja Anda perlu mewaspadai jika mengalami gejala berikut ini:

  • Sembelit
  • Perdarahan pada anus
  • Feses mengandung darah, umumnya berwarna gelap  namun bisa pula berwarna merah terang.
  • Mengalami diare ataupun konstipasi
  • Nyeri atau ketidaknyamanan pada abdomen
  • Kram perut
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Nyeri pada panggul
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan tanpa sebab

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah berkonsultasi kepada dokter kanker terbaik kami guna mengetahui penyebab dan penyakit yang diderita. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes kesehatan guna mengetahui dengan pasti penyakit yang diderita.

 

Diagnosis Kanker Rektum

 

Untuk mengetahui penyakit kanker yang diderita, dokter akan memeriksakan kesehatan pasien secara menyeluruh, termasuk menanyakan riwayat kesehatan pasien.

 

Jika dari pemeriksaan tersebut dicurigai adanya penyakit serius yang diderita seperti peyakit kanker rektum, berbagai macam tes akan dilakukan.

 

Tes berikut ini merupakan tes yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker rektum:

  • Colok Dubur

Untuk mendiagnosa penyakit kanker rektum atapun kolorektal yang mungkin diderita, pemeriksaan berupa colok dubur akan dilakukan. Prosedur ini berguna untuk mengetahui tumor atau benjolan abnormal yang ada. Jika benjolan tersebut keras, maka kanker rektum sedang diderita. Sementara jika benjolannya cenderung empuk, maka diprediksi bahwa Anda sedang menderita penyakit ambeien.

  • Tes Darah

Tes darah untuk mendeteksi kadar protein yang disebut dengan Carcinoembryonic Antigen (CEA) juga akan dilakukan untuk mendeteksi penyakit kanker rektum ataupun kolerektal yang diderita. Jika hasil tes menunjukkan bahwa kadar CEA tinggi, maka penyakit kanker rektum atau kolekteral sedang diderita.

  • Kolonskopi

Kolonskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit kanker rektum ataupun kolorektal.

 

Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan cara memasukkan kolonskop melalui anus hingga menuju pangkal usus besar. Dengan alat ini, dokter dapat melihat kondisi usus besar termasuk jika adanya sel abnormal yang bersarang di usus besar ataupun rektum.

  • Biopsi

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil sedikit jaringan sel abnormal  untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi penyakit kanker rektum ataupun kolorektal yang mungkin diderita. Dengan metode pengobatan ini, dokter bisa mendiagnosa dengan pasti dan merekomendasikan jenis pengobatan yang tepat.

  • CT Kolongrafi

Ini merupakan prosedur pemeriksaan menggunakan mesin CT Scan untuk menampilkan gambar usus besar dan rektum secara menyeluruh untuk dianalisis.

 

Jika dari hasil menunjukkan adanya sel abnorlmal, pemeriksaan lainnya seperti PET Scan dan MRI akan dilakukan. Prosedur ini berguna untuk mendiagnosis  stadium kanker rektum ataupun kolorektal yang diderita.

 

Pengobatan Kanker Rektum

 

Pengobatan kanker rektum beragam. Dokter biasanya akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan riwayat, kondisi kesehatan, dan stadium kanker rektum yang diderita. Beberapa pengobatan yang direkomendasikan diantaranya:

  • Operasi Pembedahan

Operasi pembedahan menjadi salah satu penanganan yang paling umum untuk mengatasi penyakit kanker rektum. Tindak operasi pembedahan ini akan terrgantung pada seberapa jauh jarak kanker dari anus dan seberapa dalam sel kanker tumbuh ke dalam dinding rektum.

  • Ablasi Radiofrekuensi

Dengan menggunakan gelombang radio, sel kanker akan berusaha untuk dihancurkan. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cara memasukkan elektroda ke dalam kulit ataupun melalui sayatan di perut. Sebelum prosedur dilakukan, dokter biasanya akan melakukan bius lokal.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker paling umum, termasuk dalam mengatasi penyakit kanker rektum. Prosedur ini berguna dalam membunuh ataupun menghentikan perkembangan sel kanker rektum. Dokter akan memberikan obat tertentu berbentu pil atau disuntikkan ke pembuluh darah melalui infus.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi merupakan pengobatan yang memanfaatkan radiasi berkekuatan tinggi. Prosedur ini berguna untuk membunuh, menghentikan, dan menghambat perkembangan sel kanker rektum yang bersarang di tubuh.

 

Bagi Anda yang terdeteksi menderita penyakit kanker rektum ataupun kolorektal, jagalah kesehatan dengan baik dan konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pengonbatan yang tepat. Di Indonesia sendiri, ada banyak pilihan rumah sakit kanker dengan tenaga-tenaga dokter profesional yang bisa mengatasi penyakit kanker rektum atau kolorektal yang diderita.

 

RS Kanker FUDA menjadi salah satu rumah sakit kanker Indonesia terbaik dan terpercaya dalam mengatasi berbagai macam penyakit kanker, termasuk kanker rektum. Dari segi pengobatan, rumah sakit ini selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam upaya membantu penyembuhan penyakit kanker rektum yang diderita.

 

Pengobatan yang diberikan RS Kanker FUDA diantaranya pengobatan inovatif, perawatan konservatif, operasi pembedahan, hingga pendekatan holistik guna memberikan pelayanan terbaik bagi pasien penderita kanker, termasuk pasien kanker rektum.

 

Pengobatan unggulan menggunakan teknik Cryosurgery juga telah diterapkan rumah sakit China ini. Setidaknya RS Kanker FUDA telah mengatasi  5000 kasus dengan berbagai macam jenis kanker yang berbeda teknik cryosurgery. Dengan penerapan teknologi yang modern, Fuda Cancer Hospital telah berhasil dipercaya menjadi rumah sakit kanker terbaik di Asia.

 

Selain ahli dalam penanganan kanker rektum, RS Kanker FUDA juga memiliki keahlian khusus dalam menangani kanker atau tumor ganas lainnya seperti tumor otakkanker payudara, kanker kulitkanker paru paru, kanker liverkanker prostat, kanker sarkoma, kanker mulut, kanker lidah, kanker mata, kanker pankreas, kanker tulangkanker serviks, kanker ovarium dan sebagainya.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Kanker Sarkoma

Kanker sarkoma adalah sejenis kanker yang menyerang tulang hingga jaringan lunak. Penyakit kanker yang cukup langka ini dapat memengaruhi jaringan tubuh seperti otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon dan lapisan tulang sendi. Bagian tubuh mana pun bisa terserang kanker sarkoma, namun biasanya menyerang bagian perut, lengan dan tungkai.