0851-0461-2299

Post

Kanker darah merupakan penyakit kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah manusia. Saat kanker darah diderita, jaringan pembentuk darah akan diserang. Akibatnya, kemampuan tubuh melawan infeksi pun menjadi terhambat sehingga berbagai macam gangguan tubuh dapat diderita.

 

Anda yang pernah mendengar penyakit ini tentu kerap menghubungkannya dengan penyakit leukemia. Leukimia memang menjadi bagian dari kanker darah, namun bukan satu-satunya. Ada jenis kanker darah lainnya yang juga harus Anda ketahui. Beberapa kanker darah yang sering di ditemui selain leukemia adalah kanker darah limfoma dan myeloma.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Darah

 

Penyebab dari kanker darah hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa hal yang bisa menyebabkan dan meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah.

 

Dari ke 3 jenis kanker darah yang banyak di temui, berikut penyebab dan faktor risikonya berdasarkan jenis kanker darah yang sering ditemui.

 

Ilustrasi 3 Dimensi Sel Kanker Darah

 

Kanker Darah Leukemia

 

Faktor risko kanker darah leukemia diantaranya:

  • Adanya penyakit keturunan gangguan pada imun tubuh.
  • Kator keturunan dimana ada keluarga yang menderita kanker leukemia
  • Riwayat paparan radiasi, kemoterapi, benzene, dan zat kimia tertentu 
  • Pecandu rokok

 

Kanker Darah Limfoma
 

Faktor risiko kanker darah limfoma meliputi:

  • Berusia diatas 60 tahun. Namun limfoma hodgkins juga umum terjadi pada rentan usia 15-30 tahun.
  • Pernah terpapar virus Epstein- Barr atau EBV.
  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah karena menderita AIDS atau karena karena adanya gangguan imunitas tubuh sejak lahir. 
  • Adanya riwayat keturunan dimana ada anggota keluarga inti yang menderita kanker limfoma. 
  • Memiliki berat badan berlebih, atau obesitas. 
  • Paparan bahan kimia tertentu seperti benzene dalam waktu yang lama.

 

Kanker Darah Myeloma

 

Faktor risiko kanker darah myeloma meliputi:

  • Adanya riwayat keluarga yang menderita kanker myeloma. 
  • Seiring bertambahnya usia, risiko terkena kanker myeloma akan bertambah. Namun penyakit ini lebih sering ditemui pada umur 65 tahun ke atas.
  • Dibanding wanita, pria memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena penyakit myeloma
  • Adanya riwayat penyakit autoimun, seperti diabetes, lupus, rheumatik arthritis, dan lain sebagainya
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena pengobatan kemoterapi atau terkena HIV/AIDS.
  • Paparan radiasi tingkat tinggi, juga bahan kimia tertentu. 
  • Anda yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas berisiko untuk terkena kanker myeloma.
  • Mengalami penyakit sel plasma atau kanker lainnya.

 

Gejala Kanker Darah

 

Gejala kanker darah juga bergantung pada jenisnya. Berikut beberapa gejala paling khas dari kanker darah berdasarkan jenisnya:

 

Kanker Darah Leukemia

 

Gejala dari kanker darah leukemia diantaranya:

  • Darah sulit membeku
  • Sering berdarah dan memar, seperti mimisan dan gusi berdarah
  • Menderita anemia
  • Rentan terkena infeksi
  • Sering sakit kepala
  • Sering mengalami nyeri sendi dan tulang
  • Nafsu makan menurun
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis.

 

Darah Mengalir Dari Hidung Penderita Kanker Darah

 

Kanker Darah Limfoma

 

Gejala dari kanker darah limfoma diantaranya:

  • Mudah dan sering merasa lelah 
  • Berkeringat di malam hari
  • Perut membengkak
  • Demam dan menggigil
  • Sering mengalami ingeksi
  • Batuk yang tak kunjung sembuh
  • Gatal di seluruh tubuh
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Nafsu makan menurun
  • Perdarahan yang parah, pada perempuan dapat terjadi saat sedang menstruasi
  • Nyeri pada perut, punggung dan tulang
  • Mengalami gangguan saraf
  • Sesak napas dan nyeri dada

 

Kanker Darah Myeloma

 

Gejala dari kanker darah myeloma diantaranya:

  • Mengalami anemia 
  • Sering mengalami perdarahan dan mudah alami memar
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan menurun tanpa penyebab pasti, 
  • Lelah tanpa diketahui penyebabnya
  • Rentan mengalami infeksi
  • Adanya gangguan atau kerusakan ginjal
  • Kaki bengkak

Itulah gejala kanker darah berdasarkan jenisnya. Setiap orang mengalami gejala yang berbeda dan tidak semua gejala tersebut bisa dirasakan. Jadi jika adanya gejala yang dikhawatirkan ada kaitannya dengan kanker darah, segera periksakan diri ke dokter.

 

Diagnosis Kanker Darah

 

Untuk mendiagnosa kanker darah, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, riwayat kesehatan, dan juga pemeriksaan fisik. 
Setelah itu dilakukan sejumlah tes juga akan direkomendasikan seperti: 

  • Tes Darah

Dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui jumlah sel-sel tertentu dalam darah. Tes darah yang umum dilakukan untuk mendeteksi kanker darah adahal menghitung darah perifer lengkap/ complete blood count (CBC), tes penanda tumor, tes sirkulasi sel tumor, hingga pemeriksaan protein darah.

  • Biopsi

Prosedur biopsi juga mungkin akan disarankan. Sejumlah jaringan kecil akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.

  • Tes Pencitraan

Tes pencitraan juga akan direkomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tes pencitraan dilakukan untuk mendiagnosis kanker darah adalah rontgen dada, MRI, dan PET scan.

Pengobatan Kanker Darah

 

Pengobatan kanker darah akan bergantung pada jenis kanker, penyebaran kanker, dan riwayat kesehatan pasien penderita. Beberapa pengobatan berikut ini umum diterapkan untuk mengatasi kanker darah:

  • Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi  ataupun kemolokal tersedia dalam bentuk pil ataupun suntikan intravena (melalui pembuluh darah). Pengobatan ini dirancang untuk membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Pada kanker darah, kemoterapi kerap dikombinasikan dengan pengobatan lainnya seperti radioterapi.

Perawatan Kemoterapi Pada Penderita Kanker Darah

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi merupakan prosedur pengobatan yang memanfaatkan gelombang energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi juga dimanfaatkan untuk menghambat perkembangan sel kanker, termasuk mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman dari gejala kanker darah yang muncul. Terapi radiasi termasuk pengobatan yang sering dilakukan untuk mengatasi penyakit kanker darah.

  • Terapi Target

Terapi target merupakan prosedur pengobatan yang memanfaatkan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk menyerang sel kanker. Terapi ini akan diterapkan lebih spesifik pada bagian tubuh yang banyak terdapat sel kanker.

  • Transplantasi Sel Induk

Dokter akan menanamkan stem cell pembentuk darah yang sehat ke dalam tubuh. Stem cell atau sel induk ini  dapat dikumpulkan dari sumsum tulang, darah perifer, dan darah tali pusat.

 

Selain pengobatan tersebut, beberapa rumah sakit telah menerapkan pengobatan Cryosurgery sebagai alternatif pengobatan kanker tanpa operasi dalam upaya mengatasi berbagai jenis penyakit kanker, tak terkecuali kanker darah. Jika kondisi pasien memungkinkan, tindak Cryosurgery akan direkomendasikan. Tindakan Cryosurgery dianggap minim efek samping dibandingkan dengna pengobatan lainnya.

 

Meski mampu mengatasi berbagai macam penyakit kanker, sayang masih sedikit rumah sakit di Indonesia yang menerapkan pengobatan ini. Namun, FUDA Cancer Hospital Ghuangzhou yang memiliki kantor representatif di Indonesia bernama RS Kanker FUDA yang merupakan salah satu rumah sakit kanker Indonesia terbaik di Asia sudah menerapkan pengobatan ini sejak tahun 2000 silam.

 

Pengobatan alternatif kanker yang memanfaatkan nitrogen cair untuk membunuh dan menghentikan perkembangan sel kanker ini kerap dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti imunoterapi untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal.

 

RS Kanker FUDA juga menerapkan terapi imunoterapi yang disebut dengan dengan Combined Immunotherapy for Cancer (CIC). Terapi ini dilakukan dengan cara mengambil sel imun dari dalam tubuh pasien penderita kanker lalu dipilihlah sel yang terbaik. Sel tersebut lalu akan dilatih untuk menjadi pembunuh sel kanker sebelum dikembalikan ke dalam tubuh pasien. Sel imun inilah yang nantinya akan menjadi “pembunuh professional” sel kanker, termasuk sel kanker darah.  dan jenis kanker lainnya -- kanker tiroidkanker servikskanker rektumkanker ovariumkanker payudarakanker paru-paru, kanker tenggorokankanker sarkomakanker mulutkanker kulitkanker lidahkanker matakanker pankreaskanker liverkanker ginjalkanker tulangtumor otakkanker prostatkanker testiskanker lambung dan sebagainya..

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.