Post

Kanker nasofaring merupakan jenis kanker tenggorokan yang terjadi pada lapisan luar nasofaring, yaitu bagian tenggorokan atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Kanker nasofaring termasuk penyakit kanker yang jarang terjadi. Berdasarkan data yang dirilis World Health Organization (WHO), setiap tahunnya, ada 80 ribu kasus kanker nasofaring baru. Meski angkanya relatif kecil jika dibandingkan dengan penyakit kanker lainnya, kanker nasoaring tidak bisa disepelekan. Jika tidak tertangani dengan baik, kanker nasofaring cukup mematikan.

 

Penyebab Kanker Nasofaring

 

Hingga saat ini, tidak diketahui dengan pasti apa penyebab dari kanker nasofaring. Namun ada beberapa penyebab dan faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang terserang kanker nasofaring seperti:

  • Meski infeksi virus Epstein-Barr (VEB) bisa menyebabkan penyakit lain seperti demam kelenjar atau mononucleosis, nyatanya virus ini juga bisa menyebabkan penyakit kanker nasofaring. Kanker nasofaring yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (VEB) diduga dapat terjadi saat adanya kotaminasi virus Epstein-Barr (VEB) dalam sel nasofaring.
  • Ada yang menderita kanker nesofaring, risiko untuk terkena kanker ini akan semakin besar. 
  • Anda yang perokok dan mengonsumsi minuman beralkohol lebih berisiko untuk terkena kanker nasofaring.
  • Faktor lingkungan seperti paparan zat kimia tertentu dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring. Selain itu, paparan udara yang penuh asap juga turut memengaruhi.
  • Jika Anda hobi mengonsumsi makanan yang diawetkan dengan garamn atau makanan yang diasingkan, risiko untuk terkena kanker nasofaring akan semakin besar. 

Itulah penyebab dari faktor risiko dari kanker nasofaring. Selain hal tersebut, kanker nesofaring juga lebih sering terjadi usia 30- 50 tahun dimana pria lebih berisiko untuk mengalaminya. 

 

Gejala atau Tanda dari Kanker Nasofaring

 

Jika kanker nasofaring disebabkan karena infeksi virus Epstein Barr (VEB), umumnya gejala tidak terlihat. Begitu pun pada stadum awal. Kanker nesofaring kerap kali sulit diketahui karena letaknya yang tersembunyi, yaitu di belakang rongga hidung atau di belakang langit-langit rongga mulut. Ini enyebabkan kanker nasofaring kerap baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. 

 

Letak Kanker Nasofaring

 

Adapun gejala dari kanker nasofaring dapat berupa:

  • Hidung tersumbat yang berkepanjangan atau sulit untuk diatasi 
  • Munculnya benjolan pada tenggorokan. Bisa pula adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.
  • Terjadinya mimisan dalam jumlah yang banyak. Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter kanker terbaik jika ini terjadi karena ini bisa menjadi pertanda awal dari kanker nasofaring
  • Gejala tinnitus atau telinga berdengung dan terasa penuh pada satu sisi yang disertai dengan rasa nyeri bisa menjadi pertanda dari kanker nasofaring. Terkadang gejala ini bisa menyebabkan pendengaran yang berkurang.
  • Gejala berikutnya dari kanker nasofaring bisa dirasakan pada indera penglihatan. Karena nasofaring lokasinya berhubungan dengan rongga tengkorak, keluhan pada mata dan saraf seperti pandangan ganda, pandangan kabur bisa saja dialami. Beberapa orang bahkan mengalami mata juling atau sulit membuka mata (kelopak mata tertutup) pada sisi yang terkena.

Selain gejala tersebut, beberapa pasien penderita kanker nasofaring juga bisa mengalami sakit kepala, kesulitan bernapas atau berbicara, wajah terasa nyeri atau mati rasa, hingga kesulitan untuk membuka mulut.

 

Diagnosis Kanker Nasofaring

 

Apabila Anda mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter guna mendeteksi penyakit yang diderita guna mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

 

Untuk memastikan kondisi kesehatan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan Anda dan menganjurkan beberapa tes untuk mendeteksi kanker nasofaring yang mungkin diderita. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan diantaranya:

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan keluhan apa saja yang dialami pasien. Pemeriksaan berupa meraba kemungkinanan adanya benjolan di leher juga akan dilakukan sebab munculnya benjolan bisanya merupakan tanda kanker telah menyebar  ke kelenjar getah bening. 

  • Nasofaringoskopi

Nasofaringoskopi atau yang disebut juga dengan nasoendoskopi merupakan prosedur pengobatan meggunakan alat berupa selang kecil yang dimasukkan ke dalam nasofaring melalui hidung. Selang tersebut dilengkapi dengan kaera sehingga dokter dapat melihat kondsii nasofaring lewat monitor yang telah dihubungkan. Lewat monitor itulah dokter dapat lebih mudah dalam mengamati kondisi nasofaring.

  • Biopsi

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, biopsi akan dilakukan. Sejumlah sampel jaringan kecil akan diambil untuk diperiksa di laboratorium. Dokter dapat menggunakan alat endoskopi dalam mengambil sampel jaringan tersebut.

  • Tes Pencitraan

Untuk memastikan lebih lanjut, sejumlah pemeriksaan untuk menentukan stadium kanker nesofaring yang diderita akan dilakukan. Tes pencitraan seperti foto rontgen, CT Scan, MRI, dan PET scan mungkin akan dokter rekomendasikan.

 

Pengobatan Kanker Nasofaring

 

Dari hasil pemeriksaan, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan riwayat kesehatan pasien, letak kanker nasofaring, dan stadium kanker nasofaring yang diderita.

 

Beberapa pengobatan kanker nasofaring yang direkomendasikan diantaranya:

  • Radioterapi

Radioterapi merupakan pengobatan kanker tanpa operasi nasofaring yang paling umum dan kerap dilakukan untuk mengatasi kanker nasofaring stadium awal. Prosedur yang dilakukan dengan memancarkan sinar berenergi tinggi guna menghentikan pertumbuhan sel kanker memiliki dua jenis pengobatan yang berbeda, yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal.

 

Radioterapi eksternal menggunakan mesin di luar tubuh sementara radioterapi internal menggunakan zat radiaktif yang terbungkus dalam jarum, kawat, biji ataupun kateter yang ditempatkan langsung ek dalam organ yang terkena kanker. Nah, jenis radioterapi yang diterapkan biasanya  bergantung pada jenis dan stadium kanker nasofaring yang diderita pasien.

  • Kemoterapi

Kemoterapi ataupun kemolokal merupakan pengobatan kanker yang memanfaatkan obat-obatan tertentu untuk membunuh dan menekan pertumbuhan sel kanker. Untuk mengatasi kanker nasofairing, biasanya kemoterapi dijadikan sebagai pengohatan penunjang atau terapi tambahan selain terapi radiasi atau radioterapi. Tujuannya agar efektifitas pengobatan dapat lebih masimal sehingga sel kanker dapat terbunuh dan terhenti  pertumbuhannya.

  • Pembedahan

pada kasus kanker nasofaring, tindak pembedahan jarang dilakukan. Hal ini karena lokasi nasofaring ulit untuk dijangkau. Juga berdekatan dengan pembuluh darah dan saraf- saraf penting otak. Umumnya tindak pembedahan direkomendasikan untuk membuang benjolan di leher yang tidak menghilang setelah dilakukannya prosedur radioterapi. Dokter akan mempertimbangkan berbagai macam hal sebelum tindak pembedahan dilakukan.

 

Selain pengobatan tersebut, beberapa rumah sakit menerapkan pengobatan Cryosurgery dan imunoterapi sebagai pengobatan alternatif kanker untuk mengatasi kanker nasofaring. FUDA Cancer Hospital, salah satu rumah sakit kanker terbaik di Asia yang memiliki kantor representatif di Indonesia bernama RS Kanker FUDA juga menerapkan pengobatan ini untuk mengatasi berbagai jenis penyakit kanker termasuk kanker nasofaring.

 

RS Kanker FUDA menerapkan pengobatan Cryosurgery menggunakan nitrogen cair untuk membunuh dan menghentikan perkembangan sel kanker. Pengobatan dengan metode ini dianggap lebih minim efek samping dibandingkan pengobatan lainnya. Pengobatan yang memanfaatkan teknologi modern ini dilakukan dengan mengambil sel imun penderita pasien kanker, termasuk kanker lambung, dan jenis kanker lainnya -- kanker servikskanker rektumkanker ovariumkanker payudarakanker paru-parukanker sarkomakanker mulutkanker kulitkanker lidahkanker matakanker pankreaskanker liverkanker ginjalkanker tulangtumor otak, kanker tiroidkanker prostat, kanker testiskanker testiskanker lambung dan sebagainya.

 

Untuk memaksimalkan pengobatan pula, terapi imunoterapi juga umumnya direkomendasikan. Di RS Kanker FUDA, terapi imunoterapi disebut dengan dengan Combined Immunotherapy for Cancer (CIC). Terapi ini dilakukan dengan cara mengambil sel imun dari dalam tubuh pasien penderita kanker untuk dipilih sel yang terbaik. Sel tersebutlah yang akan dilatih untuk menjadi pembunuh sel kanker dan akan dikembalikan ke dalam tubuh pasien sebagai “pembunuh professional” yang bekerja efektif dalam mematikan setiap sel kanker.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.