Post

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun bisa pula dialami oleh pria.

 

Di dunia, kanker payudara diderita 1 dari 8 wanita. Di Indonesia, kanker payudara menjadi salah satu penyakit kanker dengan kasus tertinggi selain kanker serviks.

 

Penyebab dan Faktor Risiko

 

Penyakit kanker yang banyak dikhawatirkan kaum wanita ini memang belum dapat dipastikan dengan pasti apa penyebabnya. Namun, para ahli percaya bahwa selain karena mutasi gen atau faktor keturunan, riwayat medis dan gaya hidup seseorang juga turut memengaruhi kemunculan penyakit kanker payudara.
 

Ilustrasi Kanker Psyudara

 

Seiring pertambahan usia, risiko untuk menderita penyakit kanker payudara akan semakin meningkat. Sebagian besar wanita yang didagnosis menderita kanker payudara telah berusia lebih dari 40 tahun. Namun meski begitu, bukan berarti Anda yang lebih muda tidak bisa mengalaminya.
 

Adapun beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker payudara diantaranya: 

  • Jenis Kelamin

Seperti yang telah disebutkan tadi, wanita lebih berisiko tinggi untuk menderita penyakit kanker payudara dibandingkan pria. 

  • Riwayat Keluarga

Jika ada anggota keluarga, terutama yang sedarah menderita penyakit kanker payudara, maka risiko Anda untuk menderita penyakit ini akan lebih besar dibandingkan dengan wanita lainnya. 

  • Paparan Radiasi

Anda yang pernah melakukan perawatan radiasi atau pernah menjalani radioterapi lebih rentan untuk menderita penyakit kanker payudara dikemudian hari. 

  • Belum Pernah Hamil dan Menyusui

Wanita yang belum pernah hamil ataupun menyusui berisiko lebih besar untuk menderita kanker payudara dibandingkan mereka yang sudah pernah hamil dan menyusui. 
Menderita obesitas

 

Seseorang yang menderita obesita atau kelebihan berat badan berlebih lebih rentan untuk terkena penyakit kanker payudara. 

 

Selain faktor tersebut, faktor gaya hidup seperti konsumsi minuman beralkohol dan merokok juga turut andil terhadap risiko terkena kanker payudara. Wanita yang melahirkan pada usia tua, telat menopause, menstruasi terlalu muda atau dibawah usia 12 tahun, juga berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kanker payudara.

 

Gejala Kanker Payudara

 

Meski tidak semua benjolan pada payudara pertanda dari kanker payudara, Anda perlu waspada akan penyakit ini. Apalagi, jika benjolan payudara yang muncul disertai dengan gejala lain seperti: 

 

  • Adanya perubahan pada ukuran, bentuk, dan tampilan payudara. 
  • Keluar darah atau cairan yang tidak biasa dari putting payudara. 
  • Puting masuk ke dalam atau tertarik ke dalam. 
  • Gatal dan ruam yang terus menerus di sekitar puting
  • Bengkak di sekitar ketiak karena adanya pembesaran kelenjar getah bening di sekitar area tersebut. 
  • Pembuluh darah yang menonjol atau terlihat pada permukaan payudara.
  • Bengkak yang tidak wajar pada sah satu lengan atas
  • Adanya pengelupasan kulit pada puting payudara. 
  • Pengelupasan kulit areola dan kulit payudara.

 

Jika Anda merasakan gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter kanker terbaik. Sebab dengan cara tersebut penyakit kanker payudara dapat terdeteksi sedini mungkin.

 

Pemeriksaan Kanker Payudara

 

Apabila dokter mencurigai adanya penyakit kanker payudara yang diderita, sederet tes atau pemeriksaan akan dilakukan seperti: 

  • Mammogram

Mamogram merupakan prosedur skrining untuk menentukan dan melihat besarnya benjolan di payudara. Saat ini mamagoraf merupakan salah satu alat skrining yang paling dipercaya untuk mengetahui penyakit kanker payudara yang sering digunakan oleh rumah sakit China seperti RS Kanker FUDA. Tetapi, tetap bisa terjadi kesalahan diagnose 10-15 persen. Karena hal inilah, kadang kala mammogram akan dikombinasikan dengan USG payudara untuk memastikan benjolan yang ada di payudara. 

 

Gambar Mammogram Payudara Seorang Pasien Wanita

 

Bagi Anda yang sudah berusia 40 tahun, disarankan untuk melakukan tes mammograf secara rutin setiap tahunnya agar kanker payudara dapat terdeteksi sedini mungkin jika memang Anda menderita penyakit tersebut. 

  • MRI 

MRI atau pencitraan resonansi magentik merupakan prosedur skrining gambar payudara menggunakan medan magnetik yang kuat dan gelombang radio. Prosedur ini merupakan pemeriksaan lebih lanjut dari tes mammogram dan USG untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait benjolan payudara yang bersifat kanker atau tidak. 

  • Biopsi

Biopsi merupakan prosedur pengambilan jaringan payudara untuk diperiksa apakah jaringan tersebut berpotensi menyebabkan kanker payudara atau hanyalah tumor jinak. 

 

Pengobatan Kanker Payudara

 

Pengobatan kanker payudara setiap orang akan berbeda-beda karena bergantung pada kondisi kesehatan dan juga tingkat stadium kanker payudara yang diderita.
Jika Anda berkunjung ke rumah sakit kanker Indonesia seperti RS Kanker FUDA, dokter akan menganjurkan pengobatan terbaik agar penyakit kanker payudara yang diderita dapat teratasi dengan baik.

 

Pengobatan kanker payudara yang mungkin direkomendasikan diantaranya:

  • Pembedahan

 

Pembedahan merupakan salah satu langkah pengobatan kanker yang bisa ditempuh. Setidaknya, ada 3 jenis tindak pembedahan yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi dan stadium kanker payudara yang diderita. 

 

Bedah lumpektomi misalnya, dilakukan dengan cara mengangkat kanker yang tidak terlalu besar beserta sebagian kecil jaringan di sekitarnya.

 

Selain lumpektomi ada pula bedah kuadrantektomi. Bedah kuadrantektomi dilakukan dengan cara membuang ¼ payudara yang terdapat benjolan dan juga sebagian jaringan di sekitarnya. Sementara untuk bedah mastektomi total, dilakukan untuk mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker. 

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi merupakan pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan Sinar X yang ditargertkan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang Anda derita. 

 

Terapi radiasi biasanya disarankan pada wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani prosedur mastektomi. 

  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan tujuan untuk mencegah atau menghambat pertumbuhan sel kanker pada jaringan payudara. Terapi ini bisa dilakukan sebelum ataupun setelah pembedahan.

 

Kemoterapi yang dilakukan sebelum pembedahan bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor atau kanker yang akan diangkat sebelum pembedahan dilakukan. Kemoterapi yang dilakukan setelah pembedahan bertujuan untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tertinggal saat prosedur pembedahan dilakukan. 

  • Terapi Hormon

Terapi hormon merupakan pengobatan kanker yang dilakukan dengan menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker pada payudara. 

 

Terapi hormon dapat dilakukan dengan cara memberikan obat tertentu yang dapat membuat hormon estrogen dan progesterone berhenti merangsang pertumbuhan sel kanker payudara. Obat dari terapi hormon memiliki efek samping yang berbeda pada setiap orang. Dokter biasanya akan mempertimbangkan manfaat dan risiko penggunaan terapi jenis ini agar Anda mendapatkan pengobatan yang terbaik. 

 

Jangan takut untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala dari kanker payudara. Sebab semakin cepat kanker payudara terdeteksi, maka pengobatan yang dilakukan juga akan semakin cepat.

 

Selain ahli dalam penanganan kanker payudara, RS Kanker FUDA sebagai rumah sakit kanker terbaik di Asia juga memiliki keahlian khusus dalam menangani kanker atau tumor ganas lainnya seperti kanker rektum, kanker paru paru, kanker tulang, kanker mulut, kanker lidahkanker liver, kanker mata, kanker kulitkanker sarkoma, tumor otak, kanker pankreas, kanker serviks, kanker ovariumkanker prostat dan sebagainya.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Kanker Sarkoma

Kanker sarkoma adalah sejenis kanker yang menyerang tulang hingga jaringan lunak. Penyakit kanker yang cukup langka ini dapat memengaruhi jaringan tubuh seperti otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon dan lapisan tulang sendi. Bagian tubuh mana pun bisa terserang kanker sarkoma, namun biasanya menyerang bagian perut, lengan dan tungkai.