Post

Kanker tiroid terjadi saat sel-sel abnormal tumbuh di kelenjar tiroid. Tiroid sendiri merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bagian depan leher. Kelenjar ini terbilang memiliki peranan penting karena mengeluarkan hormon-hormon yang mengatur metabolisme, suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, pertumbuhan, dan berat badan.

 

Anda yang merasakan munculnya benjolan pada tiroid harus waspada. Sebab faktanya, 1 dari 10 benjolan pada tiriod tergolong tumor ganas atau kanker tiroid.

 

Kanker Tiroid Multinodular Pada Wanita Asia Paruh Baya

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Tiroid

 

Penyebab pasti dari kanker tiriod hingga saat ini belum diketahui. Hanya saja ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab atau faktor risiko seseorang terserang kanker tiroid. Berikut beberapa diantaranya:

  • Jenis Kelamin

Dibanding pria, wanita berisiko 3 kali lipat untuk terkena kanker tiroid. Kondisi ini umum terjad pada rentan usia 35-39 tahun dan usia 70 tahun ke atas.

  • Sindrom Genetik Tertentu

Sindrom genetik tertentu dapat berpotensi meningkatkan risiko sesorang terkena kanker tiroid. Sindrom genetik seperti kanker meduler tiroid dalam keluarga dan beberapa sindrom lainnya bisa meningkatkan seseorang terkena kanker tiroid.  Kelainan genetik turunan memang bisa menjadi beberapa penyebab kanker tiroid.

  • Gangguan Pencernaan

Seseorang yang menderita hangguan pencernaan Familial Adenomatous Polyposis (FAP), berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker tiroid. Gangguan pencernaan ini juga termasuk penyakit turunan yang disebabkan oleh kecacatan gen.

  • Paparan Radiasi

Paparan radiasi tinggi seperti pembangkit listrik tenaga nuklir atau terapi radiasi untuk pengobatan medis tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kaker tiroid. Risiko itu bertambah jika radiasi tersebut mengenai bagian leher dan kepala.

  • Menderita Akromegali

Akromegali merupakan kondisi langka dimana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormone pertumbuhan. Anda yang mengalami akromegali lebih bersiko untuk terkena kanker tiroid.

 

Ilustrasi 3D Kanker Tiroid

 

Selain faktor risiko tersebut, ada beberapa faktor lain yang juga mungkin bisa meningkatkan seseorang terkena kanker tirod. Anda yang memiliki berat badan berlebih misalnya, juga berisiko untuk terkena kanker tiroid.

 

Gejala Kanker Tiroid

 

Pada stadium awal, gejala dari kanker tiroid mungkin tidak dirasakan. Mungkin karena beberapa gejala yang muncul nampak seperti penyakit lain yang terlihat tidak membahayakan. Namun ada beberapa gejala kanker tiroid yang mungkin muncul dan dirasakan:

  • Sakit Tenggorokan
  • Sulit atau sakit saat menelan
  • Suara menjadi serak, bisa terjadi dalam beberapa minggu
  • Leher terasa sakit, terkadang hingg ke telinga
  • Terjadinya pembengkakakn kelenjar getah bening di bagian leher
  • Munculnya benjolan dan pembengkakakn pada leher
  • Sulit bernapas, atau mengi (napas berbunyi)’
  • Batuk kronis yang tak kunjung sembuh

Itulah gejala kanker tiroid yang mungkin muncul. Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter kanker terbaik jika mengalami gejala tersebut, terlebih  sudah terjadi dalam beberapa minggu.

 

Diagnosis Kanker Tiroid

 

Dalam mendiagnosis penyakit kanker tiroid, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan fisik akan dilakukan sebagai tahap awalpemeriksaan. Dokter akan meraba daerah sekitar leher untuk melihat apakah ada benjolan yang muncul.

 

Selain pemeriksaan fisik ini, pemeriksaan lain yang juga mungkin dilakukan diantaranya:

  • Tes Fungsi Tiroid

Tes fungsi tiroid merupakan pemeriksaan tes darah yang dilakukan guna mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada fungsi kelenjar tiroid. Ini dapat diketahui dengan mengukur kadar hormon-hormon tiroid di dalam darah.

  • Sitologi

Sitologi dilakukan dengan memanfaatkan jarum halus yang sangat kecil. Jarum tersebut akan dimasukkan ke dalam benjolan di leher untuk diambil sampel jaringannya. Kemudian sampel jaringan tersebut akan ditelit dengan mikroskop untuk mengetahui kemungkinan adanya sel abnormal atau sel kanker.

  • Pemindaian

Pemeriksaan seperti CT Scan, USG, dan PET Scan juga mungkin akan direkomendasikan. Pemeriksaan ini berguna untuk memastikan keberadaan sel kanker dan juga kemungkinan adanya penyebaran ke daerah tubuh lainnya.

 

Ilustrasi Diagnosa Ultrasound Penyakit Tiroid

 

Pada kasus dimana adanya penyakit turunan yang bisa menjadi faktor risiko dari kanker tiroid, dokter perlu untuk melakukan pemeriksaan genetik pada pasien untuk mencari adanya kelainan gen yang mungkin bisa menyebabkan anda terkena kanker tiroid.

 

Pengobatan Kanker Tiroid

 

Jika dari hasil pemeriksaan anda terdiagnosis menderita kanker tiroid, dokter akan menentukan pengobatan sesuai dengan jenis, stadium kanker, dan kondisi kesehatan. Beberapa jenis kanker tiroid seperti karsinoma papiler, karsinoma folkuler, dan sebagain karsinoma tiroid meduler, terbilang memiliki peluang yang lebih besar untuk sembuh.

 

Adapun beberap pengobatan kanker tiroid yang direkomendasikan diantaranya:

  • Operasi

Tindak operasi mungkin direkomendasikan pada kasus kanker tiroid ganas yang sudah membesar. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kanker telah gangguan fungsi pernapasaan ataupun masalah dalam menelan.

 

Adapun tindak operasi pembedahan terbagi menjadi dua yaitu tireoidektomi dan lobektomi. Tireoidektomi dilakukan dengan cara mengangkat seluruh kelenjar tiroid, sementara untuk lobektomi hanya sebagian kelenjar tiroid yang diangkat.

  • Iodium Radioaktif

Pengobatan ini biasanya dilakukan setelah operais pembedahan. Sebab metode iodium radiaktif berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa, termasuk mencegah sel kanker muncul. Terapi ini dilakukan dengan memasukkan yodium  ke jaringan tiroid dan radiasi akan menghancurkannya.

  • Terapi Hormon

Setelah tindak pembedahan dilakukan, dokter mungkin akan melakukan terapi hormone dengan memberikan pil hormone tiroid. Pil ini membantu menghentikan sel kanker tumbuh dan kembali. Selain itu penggunaan obat ini juga mampu menurunkan tingkat thyroid-stimulating hormon (tsh), hormon yang mendorong pertumbuhan sel kanker.

  • Radioterapi

Tindak radioterapi juga mungkin direkomendasikan untuk menghancurkan ataupun mencegah sel kanker kembali muncul.

  • Kemoterapi Lokal

Pengobatan kemolokal tersedia dalam bentuk pil ataupun suntikan intravena (melalui pembuluh darah). Pengobatan ini dilakukan untuk membunuh sel kanker  atau memperlambat perkembangan yang bersarang di kelenjar tiroid pasien penderita. Tindak kemoterapi biasanya hanya digunakan untuk mengatasi karsinoma tiroid.

 

Selain prosedur diatas, dokter juga akan memantau kadar kasium dalam tubuh. Sebab, operasi pengangkatan kelenjar tiroid kerap kali berpengaruh terhadap kelenjar paratiroid, kelenjar yang berada dekat dengan kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsum dalam darah sehingga kadar kalsium akan terus diperhatikan.

 

Adapun selain pengobatan tersebut, beberapa rumah sakit China telah menerapkan pengobatan alternatif kanker lain seperti Cryosurgery untuk mengatasi kanker tiroid.  Jika kondisi memungkinkan, dokter dapat merekomendasikan pengobatan kanker tanpa operasi ini karena dibandingkan dengan pengobatan lainnya, Cryosurgery dianggap minim efek samping.

 

Di Indonesia belum banyak rumah sakit kanker Indonesia yang menerapkan pengobatan modern ini. FUDA Cancer Hospital yang memiliki kantor representatif di Indonesia bernama RS Kanker FUDA menyediakan pengobatan Cryosurgery sejak tahun 2000 silam. Pengobatan yang memanfaatkan teknologi modern ini dilakukan dengan mengambil sel imun penderita pasien kanker, termasuk kanker lambung, dan jenis kanker lainnya -- kanker servikskanker rektumkanker ovariumkanker payudarakanker paru-parukanker sarkomakanker mulutkanker kulitkanker lidahkanker matakanker pankreaskanker liver, kanker ginjalkanker tulangtumor otakkanker prostat, kanker testis, kanker lambung dan sebagainya.

 

Pengobatan yang memanfaatkan nitrogen cair untuk membunuh dan menghentikan perkembangan sel kanker ini juga dapat dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti imunoterapi untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal.

 

RS Kanker FUDA juga telah menerapkan terapi imunoterapi yang disebut dengan dengan Combined Immunotherapy for Cancer (CIC). Terapi imun ini dapat  membantu memaksimalkan penyembuhan kanker, termasuk di kelenjar tiroid. Imunoterapi dilakukan dengan cara mengambil sel imun dari dalam tubuh pasien penderita kanker lalu dipilihlah sel yang terbaik. Sel tersebut lalu akan dilatih untuk menjadi pembunuh sel kanker sebelum dikembalikan ke dalam tubuh pasien. Sel imun inilah yang nantinya akan menjadi “pembunuh professional” sel kanker, termasuk sel kanker di kelenjar tiroid.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.