Post

Kanker testis terjadi saat adanya pertumbuhan sel abnormal atau sel kanker pada testis, yaitu bagian dari kelenjar reproduksi pria yang terletak di skrotum. Organ ini memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi pria karena testis bergungsi untuk megneluarkan hormon Testosteron dan memproduksi sel sprema.

 

Kanker testis memang jarang terjadi, namun bisa menyerang siapa saja, terutama pada pria dengan rentan usia 15 - 44 tahun. Kanker testis memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi jika terdeteksi sedini mungkin.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Testis

 

Hampir sama dengan penyakit kanker lainnya, hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab dari kanker testis. Namun, ada beberapa kondisi dan faktor risiko yang bisa menyebabkan seorang pria terserang kanker testis. Berikut beberapa diantaranya:

  • Usia

Seperti yang dibahas tadi, faktor usia juga turut berpengaruh. Kanker jenis ini lebih sering terjadi pada pria dengan rentan usia 15 - 44 tahun. Kasus terbanyak dari penyakit kanker ini berada pada rentan usia 30 - 34 tahun.

  • Faktor Keturunan

Sama dengan penyakit kanker lainnya, faktor keturunan juga turut memengaruhi risiko pria terkena kanker testis. Jika ada anggota keluarga laki-laki yang memiliki riwayat menderita kanker testis, maka risiko seseorang terkena kanker testis akan lebih besar.

  • Pertumbuhan Abnormal Pada Testis

Pertumbuhan testis yang abnormal juga berpengaruh. Anda yang mengalami kondisi medis tertentu seperti sindrom Klinegelter bisa menyebabkan testis tidak tidak berkembang secara normal. Nah, hal ini bisa meningkatkan risiko seseorang menderita kanker testis.

  • Testis Tidak Turun

Testis dibentuk di abnomen dan umumnya turun ke dalam skrotum setelah bayi laki-laki dilahirkan atau pada setahun pertama hidupnya. Nah, pada kasus anomaly, testis tidak turun kondisi yang disebut dengan Undescended Testicle atau Kriptorkismus ini lebih berisiko untuk terkena kanker testis.

  • Ras

Risiko untuk terkena kanker testis lima kali lipat lebih besar pada pria kulit putih dibanding laki-laki berkulit kulit hitam.

 

Selain faktor tersebut, kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker testis.  Anda yang menderita penyakit HIV atau Aids dan pernah menderita penyakit kanker testis juga memi;oolo risiko untuk terkena kanker testis di kemudian hari.

 

Gejala Kanker Testis

 

Diagram Kanker Testis

 

Beberapa gejala dari kanker testis diantaranya:

  • Munculnya benjolan pada testis. Benjolan yang muncul dapat berukuran kecil namun bisa pula berukuran besar dan terkadang menyakitkan
  • Testis menjadi lebih keras dari biasanya, atau bisa pula terjadi perubahan struktur pada testis
  • Nyeri pada testis juga mungkin dirasakan. rasa nyeri bisa terjadi pada perut bagian bawah atau di daerah selangkangan
  • Testis mengalami pembengkakan
  • Buah zakar terasa berat
  • Mudah lelah
  • Kehilangan berat badan dan nafsu makan
  • Infertilisasi

Selain gejala tersebut, beberapa penderita kanker testis juga dapat mengalami pertumbuhan payudara. Pertumbuhan pada payudara ini dikenal dengan istilah Ginekomastia.

 

Diagnosis Kanker Testis

 

Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan, menanyakan riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis kanker testis.

 

Kanker Testis Organ Seksual Laki-Laki

 

Dari pemeriksaan fisik kemudian akan dilakukan pemeriksaan lanjut berupa:

  • Tes Darah

Dokter akan melakukan tes darah guna mengetahu kadar HCG (Human Chorionic Gonadotrophin) dalam darah. HCG bisa menjadi salah satu penanda dari kanker testis. Jika kadar HCG dalam darah tinggi, kanker testis bisa saja diderita.

 

Selain kadar HCG, kadar AFP (alpha feta protein) dan LDH (lactate dehydrogenate) juga akan diperiksa oleh dokter.

  • USG Testis

Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk menunjukkan adanya tumor atau ukuran tumor yang terdapat pada testis.

  • Biopsi

Untuk mengetahui atau mendiagnosis kanker testis, dokter akan merekomendasikan tindak biopsi. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan abnormal pada testis untuk diteliti di labolatorium.

 

Selain tes tersebut, beberapa tes pencitraan seperti CT Scan, MRI, atau PET Scan juga mungkin direkomendasikan. Tes ini berguna untuk mengetahui letak, besar, dan juga penyebaran kanker testis.

 

Pengobatan Kanker Testis

 

Jika dari hasil diagnosa terbukti bahwa Anda menderita kanker testis, dokter kanker terbaik akan menentukan pengobatan sesuai dengan riwayat kesehatan, jenis, stadium, dan tingkat penyebaran sel kanker itu sendiri.

Beberapa pengobatan yang mungkin direkomendasikan diantaranya:

  • Operasi

Pada kasus kanker testis, tindak operasi pembedahan yang umum dilakukan adalah Orkidektomi. Ini merupakan operasi pengangkatan testis unutuk mengeluarkan jaringan tumor ganas dan juga mencegah terjadinya penyebaran sel kanker ke organ lain.

 

Jika hanya satu testis saja yang terkena kanker dan testis tersebut harus diangkat, maka kehidupan seksual tidak akan terganggu, atau dalam artian Anda masih bisa memiliki anak.

  • Terapi Hormon

Pada kasus dimana ke dua testis diankat, dokter akan memberikan terapi pengganti hormon (hormone replacement therapy) berupa hormon testosteron sintetis. Ini dilakukan untuk mempertahankan gairah seksual yang menurun akibat berhentinya produksi hormone testosteron. Dengan terapi hormone ini, gairah seksual dapat kembali dipertahankan.

  • Radioterapi

Pengobatan kanker tanpa operasi yang dilakukan dengan memanfaatkan sinar bernergi ini dapat membunuh, menghancurkan sel kanker yang bersarang di testis. Namun tindak radioterapi memiliki beberapa efek samping seperti mual, diare, dan beberapa kejala lain yang terkadang menimbulkan ketidaknyamanan.

  • Kemoterapi Lokal

Pengobatan kanker yang begitu dikenal masyarakat sebagai pengobatan kanker ini dapat diterapkan pada kanker testis. Kemolokal dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang bersarang dtubuh.

 

Anda yang istrinya sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk menghentikannya terlebih dahulu. Sebab, tindak kemoterapi dapat memengaruhi kualitas sperma dan dapat meningkatkan risiko anak terlahir cacat.

 

Selain pengobatan diatas, beberapa rumah sakit kanker terbaik di Asia telah menerapkan pengobatan alternatif seperti Cryosurgery untuk mengatasi penyakit kanker seperti kanker servikskanker rektumkanker ovariumkanker payudarakanker paru-parukanker sarkomakanker mulutkanker kulitkanker lidahkanker matakanker pankreaskanker liverkanker tulangtumor otakkanker prostatkanker lambung, kanker ginjal, tidak terkecuali kanker testis. Di Indonesia, rumah sakit yang menerapkan pengobatan ini terbilang masih jarang.

 

Adapun FUDA Cancer Hospital Guangzhou yang memiliki kantor representatif di Indonesia bernama RS Kanker FUDA telah menerapkan pengobatan Cryosurgery sejak tahun 2000 silam.

 

Pengobatan alternatif kanker yang memanfaatkan nitrogen cair untuk membunuh dan menghentikan perkembangan sel kanker ini terbilang minim efek samping dan dapat diterapkan pada banyak jenis penyakit kanker termasuk kanker testis.

 

RS Kanker FUDA, menerapkan pengobatan ini dan juga pengobatan lain seperti imunoterapi dalam upaya menyembuhkan penyakit kanker yang diderita oleh para pasiennya.

 

Adapun pengobatan lain seperti imunoterapi yang diterapkan di RS Kanker FUDA dikenal dengan sebutan Combined Immunotherapy for Cancer (CIC). Imunoterapi  ini dapat bekerja efektif dalam membunuh sel kanker yang bersarang di tubuh, termasuk yang terdapat di testis.

 

Pengobatan ini dilakukan dengan cara mengambil sel imun dari dalam tubuh pasien penderita kanker. Sel terbaik lalu akan dipilih dilatih untuk menjadi pembunuh sel kanker sebelum dikembalikan ke dalam tubuh pasien. Sel imun inilah yang nantinya akan bekerja membantu membunuh sel kanker yang terdapat di tubuh, termasuk pada kasus kanker testis.

Layanan Kanker

Lihat semua >

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk di jaringan payudara. Kondisi ini terjadi saat sel payudara membelah tanpa terkendali dan menghasilkan jaringan tambahan sehingga terasa seperti adanya benjolan di payudara. Sel abnormal ini dapat terbentuk di kelenjar susu (lobus) atau di saluran susu (ductus) yang umum dialami oleh wanita namun…

Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru merupakan kondisi dimana sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh tak terkendali. Penyakit kanker yang paling umum terjadi dan bisa menyebabkan kematian ini biasanya menyerang orang dewasa. Orang dengan rentan usia kurang dari 45 tahun jarang yang terkena kanker paru-paru. Anda yang merokok harus curiga jika mengalami gejala batuk berkelanjutan, terlebih…

Kanker Rektum

Kanker rektum merupakan penyakit dimana sel-sel ganas atau kanker terbentuk di jaringan rektum, yaitu saluran yang menjadi bagian terakhir dari usus besar untuk membuang feses. Kanker rektum tak hanya bisa terjadi pada rektum saja, tetapi umumnya juga menyerang usus besar atau dikenal dengan kanker kolorektal. Umumnya, kanker rektum diderita oleh…

Kanker Liver

Kanker liver merupakan penyakit mematikan. Sebab saat menderita kanker liver, organ liver tidak dapat bekerja secara semestinya.  Padahal salah satu kelenjar terbesar dalam tubuh ini memiliki banyak fungsi penting. Liver berperan dalam membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, mengontrol pembekuan darah, hingga memproses dan menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.