Bulan Kanker Paru, Perokok Aktif jangka panjang harap waspada kanker paru

Blog - November 23,2018 00:00 WIB

Post

 

 

Baru- baru ini, menurut laporan terbaru National Cancer Center 2018, menunjukkan bahwa kanker paru dan kanker payudara menduduki peringkat pertama di antara laki- laki dan wanita. Etiologi kanker paru hingga saat ini belum jelas penyebabnya, tapi sejumlah besar data menunjukkan bahwa merokok dalam jangka panjang dan jumlah besar dengan kanker paru memiliki hubungan yang sangat erat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perokok skala besar dalam jangka panjang 10- 20 kali lebih mungkin terkena kanker paru daripada yang tidak merokok.

 

 

Mengapa Merokok Menyebabkan Kanker Paru?

 

 

Penelitian menemukan bahwa asap rokok mengandung lebih dari 3000 jenis bahan kimia beracun, yang paling berbahaya adalah nikotin, karbon monoksida, sianida, dan berbagai karsinogen yang ada di dalam tembakau, radio isotop dan unsur logam berat lainnya. Saat ini karsinogen yang dikenal ialah Benzopirene, Nitrosamin, β-naphthylamine, cadmium, cesium radioaktif, dll.

 

 

Merokok dalam jangka panjang, dengan mengisap karsinogen dalam asap berulanng kali akan merangsang mukosa atau kelenjar bronkus sehingga resiko kanker paru menjadi lebih tinggi. Semakin muda usia perokok, semakin lama jangka waktu merokok, semakin besar quantiti rokok maka semakin tinggi resiko kanker paru. Perokok selama 15- 25 tahun memiliki peluang empat kali lipat lebih banyak terkena kanker paru dibanding yang tidak merokok. Perokok berusia 20- 60 tahun memiliki kemungkinan 100 kali lebih tinggi dari pada non- perokok.

 

 

Diagnosis Dini, Pengobatan Dini.

 

 

Xu, yang merokok puluhan tahun, mulai batuk 2 bulan yang lalu. Ia melakukan CT dada dan PET/CT seluruh tubuh di RS Hei Longjiang menemukan lesi kanker paru- paru yang sangat jelas di kanan atas parunya. Setelah mengunjungi rumah sakit setempat ia beralih ke Harbin, beijing dan rumah sakit lainnya untuk mencari pengobatan medis, karena diperkirakan tumor akan berkembang dengan cepat, dan sudah dalam stadium lanjut.

 

 

 

Akhirnya tibalah ia di RS Kanker Fuda, Lao Xu yang seorang “perokok lama” akhirnyapun berhenti merokok. Akhirnya Cryoablasi serta biopsipun telah dilakukan pada tumor di kanan atas paru, dibawah panduan CT. Tujuannya ialah untuk mengurangi beban tumor dalam tubuh, kemudian melalui pengobatan lokal untuk menghambat perkembangan penyakit, menunggu hasil pengujian genetik dan megembangkan rencana pengobatan yang tepat untuk selanjutnya.

 

 

 

RS Kanker Fuda sudah terlebih dahulu memperkenalkan teknologi cryoablasi sejak tahun 2001. Sejak dahulu RS Fuda adalah yang pertama kali menerapkannya pada kanker paru- paru di Tiongkok, dengan lebih dari 1000 kasus yang berhasil ditangani. Cryoablasi adalah sebuah operasi kecil, sehingga pemulihan menjadi lebih cepat. Pengobatan ini sangat efektif untuk kanker paru stadium awal, beberapa pasien hanya dengan kurang dari 48 jam sudah bisa keluar dari rumah sakit.

 

 

 

 

Deteksi dan pengobatan dini adalah kuncinya, Prof Liang Hongguang dari Rumah Sakit Kanker Fuda merekomendasikan bahwa perokok jangka panjang yang berusia di atas 40 tahun melakukan pemeriksaan CT dada dosis rendah setiap tahun. Jika menemukan masalah , pilihlah rumah sakit umum dan mulailah rencana pengobatan terbaik untuk anda, tanpa menunda waktu. “Jika CT menunjukkan kanker paru stadium awal, walau tidak ada serangan tumor paru, dan tanpa metastatis kelenjar getah bening dan thymus, Reseksi bedah adalah metode yang paling disukai untuk kanker paru stadium awal, dan hasilnya juga sangat baik.”

 

 

Untuk pasien yang lebih tua, yang tidak ada indikasi pembedahan atau yang tidak ingin dibedah, Prof Liang Hongguang merekomendasikan cryoablasi untuk kanker paru.

 

Empat cara untuk mencegah kanker paru:

 

Dalam pencegahan dan pengobatan kanker paru-paru, pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan. Karena itu, untuk mencegah kanker paru-paru, mulailah dengan beberapa kebiasaan baik ini:

 

 

1. Tidak Merokok:

Semua orang tahu bahwa merokok adalah salah satu penyebab kanker paru-paru, sehingga untuk mencegah kanker paru-paru, pertama-tama, jauhkan dari rokok, baik itu asap perokok aktif atau pasif. Tembakau mengandung banyak karsinogen, dan kanker paru-paru adalah sasaran utamanya. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko kanker paru-paru. Ada bukti yang jelas bahwa risiko kanker paru setelah berhenti merokok menurun dari tahun ke tahun, dan berhenti merokok dapat dibagi dua setelah 1-5 tahun. Atau setelah 10-15 tahun, kejadian kanker paru-paru setara dengan seumur hidup non-perokok.

 

 

2. Mulailah dengan menjaga lingkungan:

Tingginya insiden kanker paru-paru dapat dikaitkan dengan "ruang bertahan hidup" yang sangat besar. Percepatan industrialisasi dan modernisasi telah menyebabkan peningkatan polusi udara. Selain itu, benzena, zat kimia yang  tahan lama dan tersisa setelah digunakan dalam ruangan, telah membawa risiko besar pada induksi kanker paru-paru.

 

 

3. Kembangkan kebiasaan makan yang benar:

Investigasi epidemiologi kanker paru menunjukkan bahwa orang yang sering makan gorengan di pinggir jalan tiga kali lebih mungkin menderita kanker paru-paru daripada orang biasa. Hal ini karena sejumlah kecil warung pinggir jalan dapat menggunakan minyak yang sering kali dipanaskan dalam suhu tinggi, serta asapnya tidak baik untuk paru- paru kita.

 

 

4. Memperhatikan Pemeriksaan Medis Tahunan:

Pemeriksaan fisik rutin tahunan dapat membantu anda untuk mendeteksi beberapa penyakit secara dini, sehingga dapat juga memudahkan pengobatan.