0851-0461-2299

Kisah Perjuangan Ibu dan Anak Melawan Kanker Hati

Blog - November 19,2018 00:00 WIB

Post

Zhang Jinmei dan Ibunya adalah pasien kanker FUDA asal Vietnam. Keduanya memilih berobat di FUDA setelah mendapat vonis kanker hati dari dokter di Ho Chin Minh, Vietnam. Bagaimana kisah ibu dan anak perempuan ini melawan kanker hati? Pada 13 Mei 2016, Zhang Jinmei kembali datang ke FUDA Cancer Hospital di Guangzhou. Dan seperti kedatangannya pertama dulu, ia terbang dari Ho Chin Minh ke Guangzhou bersama Ibunya.

 

Tapi kali ini keduanya datang bukan untuk berobat, melainkan memeriksakan kesehatan setelah dinyatakan bebas dari kanker hati. Hepatitis B dan C memang berpotensi menjadi kanker hati, jika infeksinya terus menerus merusak hati. Vietnam adalah salah satu negara dengan angka pasien hepatitis yang sangat tinggi. Media di Vietnam menyebutkan 10 persen dari populasi penduduk di Vietnam mengidap Hepatitis B dan 0.4-4,1 persen penduduknya mengidap Hepatitis C.

 

Keluarga Zhang Jinmei adalah pasien hepatitis yang termasuk di dalamnya. Ia terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat Hepatitis B. Bahkan empat dari delapan anggota keluarganya sudah didiagnosa dengan kanker hati beberapa tahun belakangan. Saudara laki-lakinya yang keempat, meninggal dunia karena kanker, sedangkan saudara laki-lakinya yang paling tua menjalani pengobatan kanker hati di Eropa.

 

Zhang sendiri mengetahui dirinya terkena kanker hati atau kanker liver pada Juni 2012. Pengobatan yang sudah dia jalani dari 2012-2014 adalah Transaterial Chemoembolization (TACE) atau kemoembolisasi lewat arteri. Harapannya ukuran kanker hati akan menyusut tapi yang terjadi pada Zhang justru tidak demikian. TACE yang dijalaninya selama beberapa kali justru membuat kankernya semakin besar. Dokter setempat menyarankan dia untuk melakukan operasi, namun Zhang menolaknya.

 

Melalui pencarian kakak perempuannya di internet, Zhang kemudian tahu tentang FUDA Cancer Hospital yang berlokasi di Guangzhou, Tiongkok. Dia tahu FUDA menerapkan metode penyembuhan alternatif kanker dengan invasif minimal untuk semua pengobatan kanker yang juga telah menarik perhatian banyak pasien kanker dari seluruh dunia. Maka pada 9 Mei 2014, Zhang memilih berobat ke FUDA. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim dokter FUDA, Zhang pun menjalani TACE dan Brachytherapy.

 

Semua tahapan pengobatan ini berjalan lancar, kankernya mulai menunjukkan ketidakberdayaan. Imunitas Zhang pun semakin meningkat dan secara fisik kondisinya mengarah pada perbaikan. Merasakan manfaat dari pengobatan kanker tanpa operasi yang dijalaninya di FUDA, Zhang memutuskan untuk membawa ibunya berobat bersama. Maka berangkatlah Zang pada 26 Mei 2014 bersama ibunya yang berusia 74 tahun yang juga terkena kanker hati. “Beberapa bulan setelah dokter memvonis saya dengan kanker hati, ibu saya juga mendapatkan vonis yang sama. Dia sudah menjalani berbagai macam pengobatan di rumah sakit lokal di Vietnam, tapi tak ada satu pun dari pengobatan itu yang memberikan perbaikan bagi tubuhnya. Maka saya menyarankan saudara saya untuk membawa Mama berobat ke FUDA.”

 

Lalu bagaimana reaksi ibu Zhang saat mendengar dia harus terbang jauh ke Guangzhou untuk berobat kanker hati? “Sejujurnya saya tidak optimis. Tapi saat sampai di FUDA, saya bertemu dengan dokter yang begitu perhatian dan berbagai tindakan yang diberikan pada saya tidak menyakitkan serta terasa sekali manfaatnya,” jawab Ibu Zhang antusias. Untuk kasus Ibu Zhang, tim dokter FUDA merekomendasikan tindakan cryosurgery yang mematikan kanker langsung ke pusatnya dengan proses pendinginan menggunakan gas argon dan helium.

 

Bagi ibu Zhang tindakan ini tanpa rasa sakit karena hanya menggunakan jarum tipis untuk mematikan sel kanker dengan metode pembekuan itu. Setelah semua tindakan berjalan lancar, layaknya pasien kanker lainnya, mereka harus rajin melakukan pemeriksaan diri.

 

Dari pemeriksaan rutin inilah Zhang mengetahui kalau sel kankernya mulai mengalami penyebaran. Tanpa pikir panjang, ia kembali terbang ke FUDA demi menjalani tiga kali cryosurgery untuk kanker di hatinya dan satu kali cryosurgery untuk kanker di paru-paru kirinya.

 

Hasilnya, dari Agustus 2014 sampai Juni 2015, Zhang dinyatakan telah bebas dari sel kanker. Dan pada 9 Mei 2015, ia bersama ibunya kembali datang ke FUDA untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Hasilnya, Ibu Zhang menunjukkan tidak ada sel kanker lagi di tubuh mereka. Tapi untuk Zhang dia harus berjuang sedikit lebih panjang karena masih ada sisa lesi kanker aktif di paru-paru kirinya.

 

Tim dokter kanker terbaik FUDA merekomendasikan tindakan Cryosurgery untuk membersihkan lesi kanker itu. “Saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih kepada dokter Wang Jiannan, Zhou Zhanchun, Zhu Song dan Lin Yugou yang begitu sabar, perhatian, serta teliti menangani kasus saya. Setiap pertanyaan saya dijawab dengan begitu jelas sehingga saya tak pernah ragu menjalani pengobatan.”

 

Zhang juga terharu melihat Chief President FUDA Prof. Xu Kecheng yang juga mantan pasien kanker hati yang menyempatkan untuk menemuinya. “Saya tahu jadwal beliau pasti padat, tapi Prof. Xu masih menyempatkan untuk datang ke kamar dan menyemangati saya serta Ibu saya.”

 

Bagi Zhang, dia dan ibunya sangat beruntung karena bisa menemukan pengobatan yang tepat untuk kanker hati. “Saya teringat pada anak-anak saya yang meninggal karena kanker hati, seharusnya mereka berobat ke sini. Seperti saya yang begitu beruntung bisa menemukan pengobatan tepat untuk penyakit yang mengerikan ini.” Keduanya kemudian berterima kasih pada perawat dan seluruh staf FUDA yang benar-benar melayani seperti keluarga.