Kemolokal, Kemoterapi Yang Lebih Minim Efek Samping

Blog - December 01,2018 00:00 WIB

Post

Kemoterapi merupakan salah satu prosedur pengobatan untuk mengatasi penyakit kanker. Prosedur pengobatan ini mampu meringankan gejala, mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, dan membunuh sel kanker yang bersarang di tubuh. Namun meski bermanfaat, masih banyak pasien kanker yang takut untuk menjalani kemoterapi karena berbagai macam hal, termasuk efek sampingnya.

 

Padahal, perkembangan teknologi kini telah membawa pengobatan kemoterapi memasuki tahap yang lebih “ramah” untuk para pasien penderita penyakit kanker. Adalah kemoterapi lokal atau yang biasa disebut kemolokal yang diklaim lebih efektif dan minim akan efek samping.

 

Apa Itu Kemolokal?

 

Umumnya, kemoterapi yang dikenal masyakarat luas adalah kemoterapi sistemik. Kemoterapi ini dilakukan dengan menyuntikan obat melalui infus ke pembuluh darah yang berikutnya akan langsung disebarkan ke seluruh tubuh.

 

Kemoterapi jenis ini memang dapat membunuh sel kanker. Hanya saja, tak hanya sel kanker saja yang bisa terbunuh, tetapi juga mampu merusak sel sehat dalam tubuh. Tak heran kemoterapi sistemik kerap menimbulkan berbagai macam efek samping yang serius seperti kerusakan organ vital seperti jantung, hati, dan ginjal, hingga nyeri, mual, muntah dan rambut rontok pada pasien yang menjalani kemoterapi sistemik.  Efek samping inilah yang kerap membuat para pasien penderita kanker takut dan enggan untuk menjalani kemoterapi.

 

Perkembangan teknologi yang ada kini membawa pengobatan kemoterapi tidak lagi “semenyeramkan” dulu. Kini ada pengobatan kanker tanpa operasi bernama kemoterapi lokal yang terbilang mampu bekerja menghentikan penyebaran, mencegah pertumbuhan, dan membunuh sel kanker dalam tubuh.

 

Seorang Anak Penderita Kanker Sedang Duduk di Rumah Sakit Kemoterapi

 

Kemoterapi lokal atau kemokal dilakukan dengan prosedur yang hampir sama, namun “terlihat” lebih sederhana. Prosedur ini dilakukan dengan mengantarkan obat kemoterapi langsung ke sel kanker yang ada di tubuh. Metode ini lebih minim dalam menyebabkan kerusakan pada sel tubuh yang sehat karena obat kemoterapi tidak dialirkan ke seluruh tubuh, tetapi langsung pada sel kanker.

 

Dosis obat yang digunakan pada kemolokal pun juga lebih sedikit dibandingkan dengan kemoterapi umum namun tetap efektif karena langsung menuju sel kanker yang ada di tubuh. Penggunaan obat yang cenderung lebih sedikit dan langsung mengenai sel kanker yang dituju membuat efek samping kemoterapi lokal lebih ringan. Kemungkinan pasien menderita mual, nyeri, maupun rambut rontok akan semakin kecil dibandingkan dengan kemoterapi sistemik.

 

FUDA Cancer Hospital Terapkan Dua Teknik Kemolokal

 

Kemolokal memang sudah diterapkan oleh banyak rumah sakit kanker indonesia, termasuk RS Kanker FUDA yang merupakan kantor representatif dari FUDA Cancer Hospital Ghuangzou ini menerapkan dua teknik kemolokal dalam upaya mengobati penyakit kanker yang diderita seseorang.

 

Dua kemolokal yang telah diterapkan rumah sakit china ini adalah Trans Arterial Chemical Infusion (TACI) dan Trans Arterial Chemo Embolization atau disingkat dengan sebutan TACE. TACI (Trans Arterial Chemo Infusion) merupakan tindakan memasukkan obat kemoterapi (obat kanker) ke dalam pembuluh darah yang memberi makan sel tumor, bisa sekaligus dengan atau tanpa zat penyumbat. Sementara teknik TACE (Trans Arterial Chemo Embolization) adalah tindakan menutup atau menyumbat pembuluh darah pemberi makan nutrisi sel tumor.

 

Adapun teknik kemoterapi lokal TACI bisa diterapkan pada berbagai macam jenis kanker mulai dari kanker payudara, kanker serviks, kanker otak, kanker ovarium, kanker tulang, kanker hati, hingga kanker paru dan mediastum.

 

Teknik TACI terbilang efektif dalam menghentikan penyebaran, mencegah pertumbuhan, dan membunuh sel kanker dalam tubuh namun tetap memiliki kekurangan. Kekurangan dari teknik pengobatan kemoterapi lokal ini adalah kadar obat pada jaringan tumor tidak bisa dipertahankan dalam waktu lama karena segera beredar ke seluruh tubuh bersama aliran darah. Inilah mungkin yang menyebabkan efek samping kemoterapi seperti mual, muntah, dan rambut rontok masih bisa terjadi meski jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan kemoterapi sistemik atau kemoterapi konvensional.

 

Sementara untuk teknik TACE (Trans Arterial Chemoembolization), tidak semua penyakit kanker bisa teratasi dengan baik dengan teknik ini. TACE dapat bekerja efektif untuk mengatasi kanker hati (hepatoma).  Pada kanker hati teknik TACE efektif karena hati memiliki dua pembuluh darah, yaitu arteri hepatik dan pembuluh portal. Jika arteri hepatik yang memasok darah ke tumor disumbat, jaringan hati tidak akan mengalami nekrosis atau menyusut.

 

Namun, teknik ini tidak bisa diterapkan pada semua jenis kanker. Jika diterapkan di lambung, tidak hanya tumor yang menyusut, jaringan lambung pun ikut rusak karena pasokan darah terhambat. Demikian juga jika diterapkan pada kanker paru atau ginjal.

 

Pengobatan Lain yang Minim Efek Samping

 

Selain kemolokal, FUDA Cancer Hospital Ghuanzhou juga menerapakan teknik pengobatan kanker berupa Cryosurgery sejak beberapa tahun silam. Rumah sakit kanker terbaik di asia yang telah berdiri tepat sejak tahun 2000 silam ini telah menyembuhkan lebih dari 5000 kasus kanker dengan menerapkan teknik Cryosurgery. Salah satu pengobatan alternatif kanker yang bisa dikombinasikan dengan kemoterapi ini terbilang bisa diaplikasikan pada tumor atau sel abnormal berukuran kecil ataupun besar.

 

Pada sel abnormal ataupun sel kanker yang lokasinya dekat dengan pembuluh besar yang pada metode operasi konvensional sangatlah berisiko, Cryosurgery diklaim tetap bisa diterapkan. Bahkan untuk kanker dengan tumor tunggal maupun jamak, Cryosurgery menjadi alternatif pengobatan kanker pilihan yang aman untuk dilakukan penderita pasien kanker, baik itu kanker payudara, kanker ovariumkanker paru-parukanker sarkoma, kanker mata, kanker mulut, kanker lidah, kanker prostatkanker rektum, kanker tulangkanker liverkanker pankreas, kanker serviks, kanker kulittumor otak dan jenis kanker lainnya. 


Pada penyakit kanker dengan ukuran sel abnormal yang besar sekalipun, Cryosurgery dapat menjadi pengobatan kanker pilihan dan dapat dilakukan dengan 2-3 tahap tanpa memerlukan bedah terbuka karena jarum hanya ditusukkan lewat kulit. Teknik Cryosurgery bisa dijadikan terapi tunggal atau kerap pula dikombinasikan dengan kemoterapi lokal dan radioterapi guna membunuh sel kanker yang bersarang di tubuh.

 

Dengan hanya membutuhkan lubang sebesar jarum berukuran 2-8mm, jarum akan dimasukkan ke sel abnormal atau sel kanker melalui bantuan teknik endoskopi. Dengan teknik ini, sel-sel kanker akan dibekukkan dengan gas argon sampai -160 derajat celcius dan saat temperatur memasuki -40 derajat celcius, kristal es akan terbentuk dan memutus oksigen di area sel abnormal sehingga dapat mematikan sel-sel kanker yang bersarang di tubuh pasien.

 

Kemoterapi Pada Pasien Penderita Kanker

 

Secara perlahan kemudian suhu akan dinaikkan 20-40 derajat celcius dengan gas helium pada tahap pencairan. Pada tahap inilah sel imun akan mulai bereaksi untuk kembali mematikan sel-sel kanker. Gas argon akan kembali dialirkan untuk membekukan tumor. Proses pembekuan dan pencairan ini akan dilakukan dalam beberapa siklus hingga tumor pun menyusut dan sel-sel kanker menjadi mati. Dengan pengobatan alternatif kanker inilah secara perlahan tumor akan menyusut, menghilang dan hanya meninggalkan bekas luka.