+62851-0461-2299

Didiagnosa dengan kanker ginjal bilateral, bagaimana cara mengobati “pembunuh dalam diam” ini?

Blog - February 27,2020 00:00 WIB

Post

 

Foreword:

Kanker ginjal menempati urutan ke 9 dan 10 dalam hal morbiditasnya. Kanker ginjal merupakan salah satu kanker yang paling umum pada saluran urin. Sekitar 3% dari tumor ganas orang dewasa ialah kanker ginjal. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kejadian dan tingkat kematian pasien kanker ginjal terus bertambah sebanyak 2% dan 3% setiap 10 tahun, menunjukkan sebuah trend yang terus maju. Di Tiongkok sendiri, kejadian kanker ginjal terus meningkat dengan kenaikan rata- rata sebanyak 6.5% dalam 20 tahun belakangan, dengan menempati urutan pertama dalam tumor penyebab kematian pada saluran urin sebanyak 20% hingga 30% pasien yang terdiagnosa kanker ginjal stadium lanjut. Kanker ginjal menjadi sebuah ancaman baru, jadi metode yang efektif harus segera ditemukan dalam mencegah, mendiagnosa, serta mengobati kanker ginjal.

 

Kanker ginjal ditemukan pada kedua ginjal pasien berumur 65 tahun ini.

 

 

2017.09.10

Sep. 10, 2017

 

 

Tahun 2017 merupakan sebuah tahun yang menyedihkan untuk Antu. Sebagaimana umumnya, Antu juga terus menjaga gaya hidup sehatnya, setelah ia pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai negeri, dan iapun memulai bisnis pribadinya. Dibalik kesibukannya, ia selalu tidur tepat waktu jam 9 malam setiap harinya, dan bangun jam 5 pagi untuk melakukan olah raga pagi. Hingga Juli 2017, sebuah pemeriksaan rutin menemukan kanker ginjal. Dari situlah ia mulai berhenti bekerja dan mulai perjalanannya melawan kanker.


 

Anak lelaki Antu masih ingat bahwa saat menjalani pemeriksaan, Antu tidak memiliki gajala apapun, namun hasil CT scan menunjukkan ada sebuah benda berukuran 16.1*7.2cm di dalam ginjal kanan dan benda lain berukuran 3.7*4.3cm pada ginjal kirinya. Kabar buruk ini membuat seluruh anggota keluarga menjadi panik. Mereka tidak pernah menyangka bahwa Antu seorang yang sangat disiplin akan kesehatannya tiba- tiba saja didiagnosa dengan kanker ginjal. Anak Antupun berkata “Saya sangat terkejut saat itu. Ayah saya terlihat sangat sehat sebelumnya, tetapi sebetulnya ia sakit. Untuk diagnosis lebih lanjut saya membawa ayah saya untuk berobat ke Singapura. Dokter SIngapura berkata bahwa mereka perlu memotong kedua ginjal ayah saya lalu melakukan dialisis ginjal atau cuci darah. Tetapi kami tidak dapat menerima operasi, karena ayah kami sudah sangat berumur. “

 

 

 

 

Walaupun didiagnosa dengan kanker, tetapi keluarga tetap menanggapinya dengan positif. Keluargapun segera menerima kenyataan itu dan terus menyemangati Antu agar ia tetap optimis untuk melawan penyakitnya daripada menakuti penyakit yang dideritanya itu. Untuk lebih memahani sifat alami dari kanker ginjal, anaknya membawa ia berobat ke Thailand pada Agustus 2017 untuk melakukan biopsi pada ginjal kanannya, yang menyatakan "Karsinoma Clear Cell.’ Dokter disana juga merekomendasikan hal yang sama yaitu operasi, lalu keluargapun langsung menolak keras hal itu.

 

Untungnya salah satu saudaranya segera memberikan informasi berupa kabr baik, mengenai RS Kanker Fuda yang mereka lihat melalui TV, bahsa seorang pasien yang menjalani pengobatan telah membaik sehingga mereka segera merekomendasikannya kepada Antu untuk mencobanya. Disaat yang bersamaan Antu terus mencoba obat- obatan baru dan beberapa treatment, tetapi ia tidak melihat adanya kemajuan. Setiap bangun tidur ia harus merasa kesakitan dan juga beban mental

 

Cryosurgery memberikan keajaiban.

 

Anak lelaki Antu segera mencari informasi mengenai RS Kanker Fuda melalui google dan mempelajari bahwa cryoablasi dapat digunakan untuk mengablasikan tumor, sehingga tidak membutuhkan operasi dan menghindari resiko operasi untuk menyelamatkan ginjal Antu. Lalu iapun menghubungi RS Kanker Fuda melalui email, setelah mendapat balasan, bahwa ia bisa mendapatkan pilihan pengobatan yang lebih baik, akhirnya Antu datang ke RS Kanker Fuda, di Tiongkok dengan ank laki- lakinya.

 

Photo of Antu and Dr. Niu (surgeon)

 

Antu memulai pengobatannya pada bulan September 2017. Saat dirawat ia didiagnosa dengan kanker ginjal kanan stadium IV (T3NxM1), karsinoma ginjal kiri, serta metastasis pada kelenjar getah bening mediastinal. Untuk mengurangi rasa sakit di bagian bawah punggung terapi intervensipun dilakukan pada 21 September 2017. Lalu setelah berdiskusi dengan parah ahli di Fuda, mereka menyimpulkan bahwa kondisi fisik serta mental pasien sangat baik, sehingga cryoablasipun dapat dilakukan, beserta persetujuan anggota keluarga.

 

 

Photo of Antu, his son and Fuda doctors

 

 

29 September 2017, gambar CT scan menunjukkan bahwa keadaan ginjal kanan sangat serius. Untuk memperlambat pertumbuhan tumor, para ahli akhirnya memutuskan untuk melakukan Cryoablasi pada tumor kanan ginjal. Selama prosedur, Prof Niu Lizhi memasukkan 2 jarum dibawah pengawasan CT scan dan USG untuk memastikan posisi jarum dan mematikan tumor. Prosedur itupun berjalan dengan sukses tanpa efek samping. Seminggu kemudian, cryosablasi kedua pada ginjalpun dilakukan kembali. Anak lelakinya tersenyum “Saya sangat khawatir pad waktu itu, walau dokter mengatakan bahwa semuanya akan berjalan baik- baik saja. Mereka akan mengatasi semua ini, setelah kami menerima penjelasan tersebut, saya sangat menghargai dan berterima kasih kepada tim medis selama perawatan. Karena mereka ayah saya terhindar dari sakitnya operasi. Mereka merawat ayah saya sehingga ia sukses menjalani cryoablasi.”

 

 

Selama Cryoablasi

 

 

Seiring berjalannya waktu, Antu pulih dengan baik, rasa sakit di punggung bawahnya hilang, hematuria atau pipis berdarahnya juga jauh lebih berkurang dan kualitas tidurnya juga jauh lebih membaik dari sebelumna. Dulu buang air kecil ialah hal yang sulit untuknya, tetapi sekarang ia bisa pergi ke toilet dengan mudah. Dokter perawat Dr Wang Feng berkata bahwa kondisi Antu juga membaik berdasarkan hasil pemeriksaan. Dua tahun belakangan ini, Antu juga terus mengikuti saran dokter untuk kembali ke rumah sakit melakukan pemeriksaan regular. Sejauh ini, ini adalah kali ke sembilan Antu datang ke sini. Anak lelakinay berkata “Setiap kali kami datang ke sini, kami selalu mendapatkan kabar gembira. Tumor terus mengecil setiap harinya. Kami percayakan semuanya kepada dokter disini, yang akan memberikan perawatan terbaiknya. Sekarang 2 tahun sudah berlalu, ayah saya membaik secara fisik maupun mental. Dan hal inilah yang kami inginkan.”

 

 

 

Sejak menjalani cryoablasi pada 2017, tumor tetap sama selama 2 tahun dan tidak ada tanda kambuhan yang ditemukan selama pemeriksaan. Antu percaya bahwa cryoablasi memberinya harapan baru sehingga ia dapat melihat sebuah keajaiban yang terjadi pada dirinya.

 

Sejak 2013, rumah saki kami telah menyelesaikan lebih dari 10.000 kasus dengan cryoablasi yang terus mengakumulasikan pengalaman klinisnya.

 

Keuntungan Cryoablasi:

  1. Dapat merawat tumor kecil dan juga tumor besar, tidak hanya satu tetapi juga beberapa tumor.
  2. Pembuluh utama dan trakea juga bronchus tidak akan rusak akibat cryoablasi.
  3. Tidak akan memberikan rasa sakit selama prosedur dilakukan dan sebagai gantinya dapat menghilangkan rasa sakit.
  4. Dapat di monitor dengan jelas lewat USG dan CT scan.
  5. Setelah ablasi tumor, maka tubuh akan melepaskan reaksi immun (reaksi cryoimmunologi) melawan kanker untuk eradikasi tumor yang sudah mati atau tumor yang telah bermetastasis.