+62851-0461-2299

Saya Seorang Penderita Kanker Paru- Paru

Blog - November 28,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Seperti yang kita ketahui bahwa kanker paru- paru adalah salah satu kanker paling banyak dan ganas, tanpa memandang jenis kelamin. Tumor ini tidak memiliki gejala yang spesial pada stadium awal dan memiliki gejala ayng sama seperti pada penyakit respirasi lainnya seperti: batuk, berdahak atau, batuk berdarah. Pada kenyataan klinis 70- 80% kanker paru berada pada stadium tengah dan stadium lanjut. Ortopulmonari neuroendokrin tumor adalah tumor neuroendokrin umum. Kejadian Pulmonari Neuroendokrin tumor di dunia yaitu 1.35 per 100,000. Pulmonari Neuroendokrine tumor adalah salah satu anggota tumor paru- paru yang sangat unik, berada sekitar 25% dari semua jenis tumor neuroendokrin, dan tingkat kejadian tumor ini terus meningkat degan pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. RS Kenker Fuda baru saja menerima pasien neuroendokrin tumor pada paru kirinya, yang berasal dari India.

 

Asari (Nama samaran), pahlawan kita hari ini yang berasal dari New Delhi, India. Ia memiliki tumor Neuroendokrin pada paru- paru kirinya dengan kanker ganas kedua pada livernya. Tumor ganas, tumor ganas adalah kanker terganas di India. Telah dipastikan bahwa tumor ganas di India tersebut berasal dari “Polusi Udara” yang ada di India yang mengakibatkan kanker.

 

 

P: Halo pak, apakah bapak bisa memperkenalkan diri anda?

A: Nama saya Asari saya berasal dari New Delhi, India, dan saya berusia 55 tahun bekerja sebagai seorang pebisnis. Saya memiliki putri yang telah bekerja dan seorang putra bungsu yang akan melanjutkan bisnis keluarga kami. Kehidupan keluarga kami-pun sangat rukun dan bahagia.

 

 

P: Apa hobi yang anda miliki?

A: Hobi saya ialah bermain tenis meja dan bulu tangkis. Mungkin karena ayah saya bekerja sebagai tentara sehingga ia mewarisinay dari segi kebugaran fisik, jadi saya relatif pandai dalam berbagai olahraga. Saya sering berpartisipasi dalam olahraga sekolah saat menjadi murid dulu, dan pada waktu itu, saya jatuh cinta pada olah raga tenis meja. Tetapi seiring bertambahnya usia, minat dan hobi saya juga telah berubah. Sekarang saya hanya sibuk dengan bisnis saya sendiri dan tidak punya banyak waktu untuk menjalani hobi saya. Namun, setiap kali saya memiliki waktu luang, saya masih pergi ke bioskop dengan keluarga saya, melihat pameran foto, pergi memancing, dan melakukan perjalanan singkat dengan keluarga atau teman-teman saya. Saya sangat suka berpergian, walaupun ada beberapa faktor yang membuat saya menjadi tidak bisa berpergian, tetapi saya akan terus berusaha.

 

 

 

 

P: Selama beberapa waktu ini telah terjadi insiden "Polusi Udara" di New Delhi, India. Apakah Anda memperhatikannya?

A: Karena usulan istri saya, maka saya segera datang ke RS ini sebelum insiden itu terjadi, tetapi saya telah mengikuti berita dari India dengan cermat beberapa waktu ini. Karena keluarga saya masih di sana, saya khawatir dengan situasi mereka. Sebelumnya, polusi udara ini memang terjadi setiap tahunnya, terutama pada bulan November dan Desember, tetapi biasanya tidak separah yang kali ini. Saya berpikir bahwa pemerintah kami sudah mempelajari langkah-langkah yang sesuai, dan saya percaya bahwa segera akan ada cara untuk mengendalikan polusi udara.

 

 

P: Sejak kapan anda mulai merasa sakit? Apa saja gejala ketidaknyamanan fisik yang dimiliki?

A: Sekitar bulan Maret 2018, saay bersama teman saya pergi ke taman untuk bermain ping-pong seperti biasa, dan saya merasakan nyeri pada bagian punggung dan dada kanan bawah. Tetapi saya belum pergi ke dokter karena saya berpikir hal itu akibat saya terlalu banyak berolah raga saja. Sampai sakit itu terus terasa hingga beberapa lama barulah saya pergi menemui dokter. Dokterpun mendengarkan keluhan saya dan meminta saya untuk melakukan USG dan CT scan terlebih dahulu. Dari hasil CT scan dokter melihat bahwa terdapat tumor di paru- paru bawah dekat abdomen saya. Untuk mengetahui apakah itu kanker, maka sayapun menjalani biopsi, dan hasilnya menunjukkan kenker sudah masuk stadium 3.

 

P: Bagaimana reaksi Anda dan keluarga ketika didiagnosa kanker stadium 3?

A: Reaksi pertama mereka adalah syok pastinya, saya juga tidak bisa mengerti dan menerima bahwa saya terkena kanker. Saya pribadi berpikir bahwa saya adalah orang yang sangat sehat. Saya juga memperhatikan diet dan juga berolahraga secara teratur, tetapi saya tidak tahu apa itu. Dimana masalahnya? Melalui berbagai pemeriksaan, ternyata ada yang salah dengan tubuh saya, orang tua, istri, anak-anak, dan semua anggota keluarga saya sangat mendukung dan selalu menyemangati saya untuk menjalani pengobatan.

 

P: Apakah ada perawatan yang didapat di India setelah didiagnosis?

A: Mulai pertengahan Maret hingga April 2018, dokter memberi saya 3 jenis kemoterapi etoposide + cisplatin, tetapi tumornya tidak berubah. Kemudian, dokter berganti ke obat baru untuk rencana perawatan selanjutnya. Pada September 2018, Saya telah menerima obat kemoterapi oral sejak bulan April, dan efeknya tetap sama, tumor tidak mengecil. Karena itu, saya menghentikan kemoterapi dan mencoba mencari perawatan baru.

 

P: Mencari teknologi baru, lalu bagaimanakah anda menemukan RS Fuda?

A: Di saat saya merasa tertekan, teman saya memberitahu bahwa temannya juga pernah dirawat di RS Fuda karena mengidap kanker. Lalu saya menghubungi teman tersebut dan mendapatkan informasi mengenai RS Fuda darinya. Lalu saya mencari informasi lebih lanjut mengenai RS Fuda di internet. Sebelumnya saya memang berpikir bahwa kemoterapi konvensional tidak mempengaruhi tumor saya, sehingga saya berharap untuk mencoba pengobatan baru. Akhirnya saya memutuskan untuk datang ke Fuda pada bulan Agustus untuk menjalani cryoablasi serta kemoterapi terbaru dengan intervensi atau TACI. Kali ini adalah kunjungan kami yang keempat untuk menjalani TACI.

 

 

 

Cryoablasi pada tumor neuroendokrin Asari di paru kiri dilakukan pada 22 Agustus 2019, dan TACI juga dilakukan pada umor paru serta metastasis pada liver 29 Agustus 2019 silam Biopsi juga dilakukan pada tumor hati pada 20 September 2019. Lokal kemoterapi pada 21 September 2019, dan ketiga pada 11 Oktober 2019.

 

 

P: Bagaimana perasaan Anda sekarang setelah 4 kali melakukan perawatan dibandingkan dengan perawatan yang Anda lakukan sebelumnya?

A: Dibandingkan dengan sebelum ke Fuda, dulu saya bahkan tidak bisa berjalan lebih dari 10 langkah. Sekarang saya dapat berjalan normal tanpa rasa sakit. Sekarang saya sangat senang karena dapat menemani istri saya pergi ke pasar terdekat untuk membeli sayur. Dan juga dapat berjalan ke taman terdekat untuk mendapatkan udara segar. Saya sangat berterima kasih kepada dokter dan juga staf medis di RS fuda, tanpa mereka mungkin saat ini saya hanya bisa berbaring di ranjang rumah sakit saja. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang tidak kenal lelah menjawab keraguan kami. Saya merasa sangat nyaman berada disini,

 

P: Semenjak menderita kanker apakah pandangan anda terhadap kanker mulai berubah?

A: Dulu saya sangat takut ketika saya mendengar tentang tumor, dan waktu pertama kali didiagnosapun saya sangat terkejut. Karena dulu saya merasa bahwa saya adalah orang yang sangat sehat. Biasanya saya berlatih tenis meja di pagi hari. Sejak sakit, perlahan- lahan saya mulai memahami bahwa tumor tidak semenakutkan seperti yang saya pikirkan. Kita harus menghadapinya secara positif apapun hasilnya selama ada secercah harapan, maka kita harus terus berusaha.

 

 

Jika manusia dapat memilih, tidak akan ada manusia yang memilih untuk sakit bahkan seringan apapun itu. Diharapkan dengan seiringnya perkembangan teknologi, kanker dapat disembuhkan dikemudian hari dengan perawatan yayng sesuai, sehingga pasien dapat hidup berdampingan dengan kanker yang telah menjadi penyakit kronis. Selama pasien tetap menjalani pemeriksaan rutin, serta mematuhi pengobatan maka pasien kanker akan tetap terus bertahan hidup.

 

Semakin kuat, semakin optimis, dan semakin positif anda menghadapinya, maka semakin besar harapan seseorang untuk menjalaninya yang merupakan sebuah awal dari segalanya!