+62851-0461-2299

“Hal yang paling membahagiakan ialah dapat makan normal” ujar seorang pasien kanker usus

Blog - November 27,2019 00:00 WIB

Post

 

Adenokarsinoma duodenum ampulari adalah salah satu kanker langka sekitar 0,5% dari segala jenis tumor ganas pada saluran pencernaan. Dikarenakan penyebabnya yang masih tidak diketahui, kejadian yang langka, dan struktur anatomi yang rumit, kanker ini masih menjadi kanker yang sulit dipelajari dalam klinik maupun patologinya. Bersamaan dengan karakter biologisnya yang sangat berbeda dan tingkat kelangsungan hidup yang juga berbeda.

 

 

Mereka memperlakukan saya seperti keluarga sendiri dan menyediakan perawatan terbaik untuk saya.

 

 

 

 

25 September 2019, Bapak Gong yang berumur 79 tahun datang ke RS Kanker Fuda dari provinsi Jiangxi karena sakit pada bagian perutnya. Berdasarkan hasil CT scan di rumah sakit lokal pada 19 September 2019, menunjukkan terjadinya penebalan pada dinding lambung. Kantong empedu dan saluran pankreas juga sedikit melebar, sehingga dicurigai terjadi penyumbatan pada segmen bawah. Dokter lokal telah memasang selang pada transhepatik- dan saluran empedu untuknya. Setelah pemeriksaan detail, Bapak Gong didiagnosa dengan adenokarsinoma duodenum ampula dan penyumbatan pada saluran pencernaan atas.

 

 

 

 

P1: Apa yang anda rasakan setelah melakukan operasi 2 minggu yang lalu?

G: Itu bukanlah masalah yang serius. Saya bahkan tidak tahu kapan operasi dimulai, satu- satunya yang saya ingat ialah saat saya terbangun dalam kamar setelah operasi. Perbedaan terbesar ialah saay dapat kembali makan dengan lancar setelah operasi. Sebelumnya sejak saya menderita kanker saya tidak dapat makan sama sekali, sangat menyiksa. Tetapi sekarang saya dapat makan dan tidur dengan baik.

 

Q2: Kapan anda mulai merasa bahwa ada sesuatu yang salah dalam diri anda?

G: Tujuh tahun atau delapan tahun yang lalu, saat itu saya melakukan pemeriksaan dan hasilnya mengindikasikan polyp pada usus 12 jari saya. Dokter menyarankan supaya saya berhenti merokok dan minum- minum. Tetapi tidak bisa, karena saya sudah merokok dan minum- minum selama bertahun- tahun. Lalu akhir bulan Agustus tahun ini, saya merasakan nyeri yang datang tiba- tiba dibelakang perut saya setelah minum alkohol. Setelah beberapa hari menjalani pengobatan, saya masih terus merasa sakit, sehingga saya pergi memeriksakannya ke rumah sakit.

 

 Q3: Kenapa anda memilih untuk berobat di RS Fuda? Bagaimana perasaan anda selama dirawat disini?

G: Saya memiliki 3 anak laki- laki dan 2 anak perempuan. Anak laki yang paling kecillah yang membawa saya berobat ke tempat ini. Ia berkata bahwa ayah mertuanya juga dirawat disini akibat kanker lambung.  Suster disini sangat baik dan memiliki pelayanan yang memuaskan. Saat waktu pemeriksaan mereka akan membantu saya berjalan dengan kursi roda. Mereka membantu membersihkan kateter urin. Setiap kali mereka datang untuk mengganti perban, mereka berkata kepada saya sebelum mengganti perban tersebut dengan lembut dan hati- hati, memantau luka saya. Saya tidak pernah diperlakukan sebaik itu sebelumnya, mereka memperlakukan saya seperti keluarga saya sendiri.

 

Tanggung jawab kami ialah menghilangkan rasa nyeri pasien!

 

 

 

 

 

Dr. Jin dari Departemen Ke- 5 RS Kanker Fuda

 

P1: Dr Jin apakah anda bisa menjelaskan mengenai adenokarsinoma duodenum ampula? Apa yang membuat operasi untuk kanker ini menjadi sangat sulit?

Dr. Jin: Adenokarsinoma Duodenum Ampula berasal dari duodenal papilla, mukosa yang berada dekat papila, mukosa ayng berada di antara ampula dan saluran pankreas, diantara dinding usus duodenum dan saluran empedu. Kebanyakan dari pasien tidak memiliki gejala klinis yang jelas pada stadium awal, dan saat mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, maka kanker tersebut sudah berada pada stadium lanjut. Tingkat kesulitan dari bedah radikal untuk Adenokarsinoma duodenum ampula ialah ruang lingkup yang besar saat operasi sehingga memiliki anastomosis yang rumit, dan juga komplikasi setelah operasi yang dapat berakibat fatal. Setelah Bapak Gong dirawat di RS kami, kami juga menyarankannya menjalani operasi radikal. Tetapi anggota keluarga khawatir ia tidak dapat mentoleransi operasi sehingga mereka menolak ide tersebut. Dan sesuai dengan permintaan anggota keluarga Gong dan melihat kondisi Gong kami membuat rencana baru yaitu choledochojejunostomi + gastrojejunostomi + jejunal R-Y anastomosis dibawah anestesi umum pada 8 oktober 2019, bersama Dr. Yang Bo dan ahli bedah lainnya di rumah sakit kami.

 

 

Bagaimana Operasi Konvensional Dilakukan

 

The picture of duodenal ampullary adenocarcinoma

 

 

P2: Bagaimana perawatan yang harus dilakukan untuk mengobati pasien seperti Bapak Gong?

Dr. Jin: pertama- tama kami harus memperbaiki kondisi fisik pasien supaya dapat menjalani pengobatan selanjutnya. Untuk pasien yang lanjut usia, anggota keluarga tidak mau ia kesakitan maka akan dilakukan perawatan minimal invasif dan kemoterapi. Kami juga merekomendasikan irreversibel elektroporasi yaitu ablasi Nano-knife

 

 

 

Apa itu Ablasi Nano-knife?

 

Nano knife ialah teknologi pengobatan minimal- invasif tanpa suhu panas atau dingin, merupakan teknologi ablasi tumor terbaru. Ia juga dikenal dengan Irreversibel Elektroporasi. Tegangan listrik tinggi akan disalurkan untuk merusak lapisan lemak untuk menembus membran sel kanker dan membentuk lobang nano yang dapat menembus sel membran. Sel membran akan berubah menjadi molekul dengan ukuran yang berbeda sehingga mengakibatkan sel- sel mati.

 

Telah diakui oleh FDA Amerika pada April 2012. Juni 2015, diakui oleh asosiasi Tionkok dan pertama kali dilakukan di RS Kanker Fuda, China dengan sukses. Hingga sekarang RS Fuda telah melakukan lebih dari 500 kasus dengan Nano- knife.

 

 

Indikasi:

Ablasi Nano-knife untuk perawatan tumor padat seperti kanker pankreas, hati, paru- paru, ginjal dan prostat. Dan sangat cocok digunakan untuk tumor pankreas, daerah hepatik hilar, kantong empedu, saluran empedu dan saluran urin (ureter).

 

Keuntungan:

  • Waktu Ablasi yang singkat
  • Ablasi dengan batas yang jelas
  • Dapat menggunakan USG, CT / MRI sebagai navigasi
  • Tidak dipengaruhi energi atau suhu (panas atau dingin)
  • Sel tubuh manusia akan mengidentifikasikan sel apoptosis sebagai sel mati biasa dan membersihkan serta memakan jaringan yang mati di sekitar area ablasi sehingga mempromosikan regenerasi sel dan memperbaiki jaringan normal.  
  • Dapat digunakan dalam kondisi yang lebih rumit, saat tumor membungkus pembuluh darah, saluran empedu, saluran pankreas dan portal hepatik dan prostat.