+62851-0461-2299

8 Tahun Kanker Ginjal Tidak Pernah Kambuh Setelah Cryoterapi

Blog - October 30,2019 00:00 WIB

Post

 

 

 

Dok, bagaimana pemeriksaan kanker ginjal saya? Apakah kanker  saya kambuh lagi?

 

Melihat dokter yang memegang laporan hasil pemeriksaan CT scan, tanpa berbicara sepatah katapun, Hasyim Sahid serasa seperti sedang duduk diatas kursi berpaku.

 

 

Pada 1 Agustus 2019, Hasyim Sahid yang berusia 63 tahun, sekali lagi datang mengunjungi RS Kanker Fuda, ang sudah dikenalnya sejak lama. Ia berjalan memasuki rumah sakit untuk bertemu dengan Prof Niu yang pernah melakukan pembedahan terhadapnya. Dengan bersemangat Pak Hasyim segera berlari dan menjabat tangan Prof Niu, katanya “Saya Hasyim Sahid, saya beruntung sekali pernah dirawat ditempat ini, sehingga saya dapat hidup lagi hingga saat ini. Delapan tahun yang lalu, jika anda tidak membantu saya mungkin saya sudah tidak berada disini lagi. Terima kasih sudah merawat saya dokter!” Prof Niu yang mendengar kabar gembira ini juga ikut senang, ia juga tidak menyangka dapat bertemu dengan pasiennya dari delapan tahun lalu.

 

 

 

Pemeriksaan Tidak Disengaja Ternyata Didiagnosa Karsinoma Ginjal

 

Pada 2010, Hasyim Sahid yang tinggal di Jawa Barat, Indonesia, adalah seorang pebisnis yang sangat sibuk. Ia jarang sekali memiliki waktu luang. Ketika sedang menyeduh teh untuk istrinya, tiba- tiba saja ia merasa sakit di bagian pinggang. Tetapi ia tidak memperdulikannya, karena ia berpikir itu hanya karena ia kelelahan saja.

 

Pada bulan April 2010, Hasyim menemani istrinya untuk pemeriksaan kesehatan rutin, selagi menemani ia juga berpikir sebaiknya ia sekalian juga melakukan pemeriksaan rutin. Dan tidak disangka ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan adanya benjolan berukuran 1,8 cm pada ginjalnya yang dicurigai sebagai sel karsinoma. Dokter di Malaysia mengusukan supaya ia segera mejalani operasi. Tidak sampai disitu saja, selama setahun Hasyim terus bolak- balik ke Malaysia unuk berkonsultasi dengan beberapa dokter di beberapa rumah sakit, tetapi mereka juga merekomendasikan hal yang sama. Karena khawatir akan operasi yang beresiko, Hasyimpun terus bimbang. Hari dimana ia dijadwalkan operasi Hasyim mengalami batuk parah, sehingga dokter bedah membatalkan operasi tersebut.

 

 

 

 

Dengan suasana hati yang tidak baik, Hasyim akhirnya kembali ke Indonesia. Ia terus mencari pengobatan medis terbaru tanpa harus operasi, dan ia juga terus bertanya mengenai pengobatan terbaru untuk kanker ginjal.

 

Suatu hari, Hasyimpun diundang ke rumah temannya. Teman tersebut bertanya secara terperinci mengenai penyakitnya tersebut, lalu iapun berkata “Saya merasa sangat kasihan mendengar peristiwa yang menimpamu ini, Tetapi jika kita melihat sisi lain, mungkin saja hal itu adalah yang terbaik. Baru saja saya mendengar bahwa adik laki- laki teman saya sembuh dari kanker nasofaring, saat itu kondisi penyakitnya sangat parah, saat saya tanya ia berobat kemana dan ia menjawab bahwa ia pergi ke Guangzhou, China. Katanya disana ada rumah sakit khusus kanker, mungkin kamu boleh coba untuk pergi ke sana.”

 

 

Bebas dari rasa sakit, Pisau Pembekuan menyelamatkan ginjal.

 

 

 

 

Setelah membaca data- data hasil pemeriksaan, sambil menunggu pembuatan visa khusus berbobat, Pada 13 Maret 2011, Hasyim bersama sang istri pergi ke RS Kanker Fuda, Guangzhou. Setelah 2 hari melakukan pemeriksaan terperinci, terdapat tumor yang berukuran 2,5×2,4 cm pada ginjal kanan, mengarah pada kanker ginjal. Dan dibanding dengan CT sebelumnya ukuran tumor juga ikut membesar.

 

15 Maret 2011, dilakukan cryoablasi serta biopsi pada ginjal kanan Hasyim oleh Prof Niu. Hasil patologi ginjal menunjukkan bahwa jenis sel ialah Clear Cell Renal Carcinoma. Ablasipun berjalan sukses tanpa komplikasi apapun. Setelah 1 bulan Hasyim kembali lagi untuk melakukan pemeriksaan CT scan, dan hasilnye menyatakan sebagian besar lesi tumor telah mati, dan hanya sedikit residu saja yang tersisa.

 

Pada 18 April, dilakukan tindakan pembekuan dengan cryoablasi argon- helium untuk yang kedua kalinya, lalu seminggu kemudian ia melakukan immunoterapi. Tujuh bulan setelah tindakan tersebut, pada 25 November 2011, hasil pemeriksaan PET scan menunjukkan tidak ditemukan kekambuhan tumor dan metastasis.

 

 

 

Cryotherapy argon-helium

 

 

27 Mei 2012, Hasyim sekali lagi kembali ke RS Kanekr Fuda untuk pemeriksaan rutin CT scan, dan hasilnya juga menyatakan bahwa terdapat benjolan kecil berukuran 1,0 cm yang dicurigai sebagai kambuhan tumor. Sehingga pada 28 Juni 2012, sekali lagi dilakukan total cryoablasi argon- helium dibawah pengawasan USG dan CT scan. Setelah operasi, pasien pulih dengan baik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dan seterusnya ia terus melakukan pemeriksaan rutin setahun sekali hingga Oktober 2016, dan Agustus 2017 dan hasilnya menyatakan bahwa tidak ada kekambuhan tumor.

 

 

Ucapkan selamat tinggal pada kanker selama delapan tahun, mendapatkan kehidupan baru.

 

 

 

 

Mendengar kedatangan Hasyim, tim segera berkunjung ke kamarnya untuk wawancara. Tanpa waktu untuk berdandan, Hasyim segera membuka pintu kamarnya untuk menyambut kedatangan kami. Rambutnya yang pendek terlihat belum tertata rapih. Ia mulai dengan membicarakan kondisi fisiknya beberapa tahun terakhir. Sejak cryoterapi terakhir pada 2012, ia berkata bahwa tumornya tidak pernah kambuh lagi. Menurut hasil pemeriksaan terakhir, menyatakan bahwa kondisi fisiknya sangat baik, dan tubuhnya juga sehat. Dengan senang ia mengatakan “Saya tidak pernah menjalani operasi bedah sama sekali sejak saya didiagnosa penyakit ini. Saya juga sangat berterima kasih kepada teman saya yang menyarankan supaya saya datang ke RS Fuda. Setelah saya datang ke RS Fuda, tanpa diduga saya cukup melakukan cryoterapi saja. Saya juga berterima kasih kepada dokter, sehingga saya dapat hidup dengan senang dan berkualitas selama 8 tahun terakhir ini. Kami akan terus datang ke rumah sakit ini untuk melakukan pemeriksaan rutin.”

 

 

 

 

Istri Hasyim Sahid berkata dengan berlinangan air mata, "Sejak ia sakit, keluarga kami menjadi sangat khawatir. Saya sangat berterima kasih kepada RS Fuda, kepada dokter juga suster yang telah merawat, memberi dukungan secara psikologi sepanjang waktu. Terutama ketika tahu bahwa kami akan kembali datang kesini, mereka selalu mengatur penjemputan dan mengantarkan kami kembali. Dan juga selalu memberikan pelayanan yang terbaik sehingga kami merasa nyaman seperti keluarga sendiri. Suami saya dapat hidup dengan sehat itu juga semua karena upaya mereka.”