+62851-0461-2299

Pasien Kanker Kolon Indonesia - Api Kehidupan Kembali Berkobar

Blog - October 26,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Kanker Kolon atau yang biasa lebih dikenal dengan Kanker Usus Besar merupakan salah satu tumor ganas pada saluran pencernaan antara rektum dengan usus halus. Tingkat kejadian tertinggi biasanya pada pasien berusia 40- 50 tahun, dengan rasio pria dibanding wanita ialah 2-3 : 1. Dan Kanker Usus menempati urutan ketiga terbanyak di dunia.

 

 

Ibu Sulis bekerja sebagai Profesor di Universitas Indonesia, Jakarta. Pada pertengahan Maret, karena ketidaknyamanan pada bagian perutnya ia didiagnosa dengan ‘Kanker Usus Besar’ setelah tiga kali bolak balik ke rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir. Tujuannya datang ke RS Kanker Fuda ialah untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan selanjutnya.  

 

 

Setiap kali melihat pasien kanker biasanya wajah mereka berwarna kelabu dan tidak memiliki semangat. Tetapi Ibu Sulis sangat berbeda, ia sama sekali tidak terlihat seperti pasien kanker pada umumnya. Dengan riasan tipis, berjilbab kuning muda, Ibu Sulis terlihat tersenyum dengan wajahnya yang cerah berwarna kemerahan, saat berjabat tangan, aroma bunga semar- semar tercium dari tubuhnya. Melihat Ibu Sulis yang duduk dengan tenang, ia terlihat seperti orang yang berdidikasi tinggi.

 

 

 

 

Disebelahnya duduk seorang penerjemah, saat diwawancarai ia tampak acuh tidak acuh akan perbedaan bahasa, dan wawancarapun berjalan dengan lancar. Dari percakapan tersebut, Ibu Sulis menjawab pertanyaan dengan anggun. Ia memiliki 3 anak laki- laki dan 1 anak perempuan, Keluarganya sangat harmonis dan anaknyapun juga memiliki karir yang baik dan mereka sama- sama suka menikmati waktu akademik bersama dengan mahasiswa lainnya.

 

Suatu hari, saat Ibu Sulis sedang menikmati makan siangnya, tiba- tiba saja ia merasa tidak enak badan dan segera di bawa ke rumah sakit setempat. Sejak itu, Ibu Sulis mulai jarang makan karena perutnya selalu merasa kembung, dan ia merasa bahwa ia memiliki gangguan kesehatan.

 

 

 

 

Beberapa hari berikutnya Ibu Sulis menemui seorang dokter untuk melakukan pemeriksaan, dan dokter menemukan sebuah nodul hipermetabolisme pada usus besarnya yang berukuran (2,7* 1,8 cm). Dokter sergera memanggil Ibu Sulis dan menjelaskan bahwa penyakit yang dialamainya sangat serius, ia menderita kanker usus besar, dan dokter menyarankan agar Ibu Sulis bisa segera menjalani kemoterapi sistemik sesegera mungkin.

 

 

 

 

Kabar bahwa dirinya menderita kanker usus ini segera diketahui oleh kerabat dan juga teman- temannya, dan mereka semua bergegas mengunjunginya untuk mengirimkan belangsungkawa mereka. Termasuk para mahasiswa juga ikut mengirim surat- surat yang berisi dukungan yang sangat tulus untuknya.

 

 

 

 

Saya merasa bahwa saya sudah tidak muda lagi untuk menahan efek samping dari kemoterapi. Saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa saya harus menjalani kemoterapi, sambil melambaikan tangan dan menggelengkan kepalanya. Anggota keluarga yang mengetahui penyakitnya juga mengambil sikap positif dan optimis, mereka membantu ibu mereka untuk menemukan metode perawatan di rumah sakit yang cocok untuknya. Putranya melihat berita tentang perawatan rehabilitasi di RS Kanker Fuda dengan teknik minimal invasifnya, tanpa bedah dan tanpa sistemik kemoterapi. Efek pengobatannya sangat bagus, dan saya juga mendengar bahwa banyak pasien Indonesia yang berobat di rumah sakit ini.

 

Penemuan ini merupakan sebuah kabar baik untuknya dan keluarga. Lalu mereka berinisiatif untuk berkonsultasi di kantor perwakilan RS Kanker Fuda yang ada di Jakarta. Dokter di kantor membaca hasil pemeriksaannya dengan seksama dan menjelaskan pengobatan apa yang akan ia terima di China nanti.

 

 

 

 

Pada 10 April, Ibu Sulis terbang ke Guangzhou ditemani suami dan putranya. Tiba di Guangzhou tengah malam ia berpikir bahwa ia harus mencari jalan sendiri untuk pergi ke RS Fuda. Tak disangka sesampainya di bandara Guangzhou, ia melihat para staf dari RS Kanker Fuda sudah tiba di bandara untuk menjemputnya, sambil melambaikan tangan. “Hal inilah yang paling berkesan untuk saya karena saya merasa terharu dimana kami dijemput dengan hangat.” Kami tiba di RS pukul 03.00 pagi hari, tetapi saya dapat melihat bahwa para perawat menerima kami dengan senyum, dan membawa kami ke kamar serta memberitahu bahwa kami dapat memanggil mereka kapan saja jika dibutuhkan.”

.

 

Keesokan paginya, Ibu Sulis mulai melakukan serangkaian pemeriksaan terperinci. Staf departemen layanan Internasional dan juga dr. Chen Zhixian dokter penanggung jawab ikut menemaninya sepanjang pemeriksaan berlangsung. Dan merekapun menjawab seluruh pertanyaan Ibu Sulis sehingga membuatnya merasa aman dan nyaman.


 

 

 

 

 

Setelah serangkaian pemeriksaan,Ibu Sulis didiagnosa dengan Kanker Kolon Sigmoid stadium IV dengan T1N0M1 , beberapa metastasis pada liver. Tumor marker, CA_19-9 (antigen rantai gula) menunjukkan 3494U / ml (nilai referensi: 0 ~ 39U / ml), dan CEA (antigen carcinoembryonic) juga setinggi 937,9ng / ml (nilai referensi: 0 ~ 4,7ng / ml). Setelah beberapa tim ahli berunding dan menganalisa maka diputuskan untuk melakukan pengobatan bertarget yaitu: ablasi cryoterapi + terapi intervensi yang sesuai untuk kondisinya saat ini.

 

 

 

 

15 April 2019 adalah hari yang istimewa bagi Ibu Sulis Ada dua peringatan penting di hari itu, merupakan hari ulang tahunnya, dan juga jawaban dari mimpi buruknya. Karena di hari itu juga ia menerima cryoterapi dari Dr Niu Lizhi, cryoterapi berlangsung dengan mulus selama 90 menit, dan tidak ada komplikasi setelah operasi. Setelah kembali ke kamarnya tiba- tiba Dr Chen beserta para perawat memberikan sebuah kejutan yaitu berupa kue ulang tahun dan karangan bunga sambil beryanyi; “Selamat Ulang Tahun.” Ibu Sulis pun sangat kaget dan terharu menerima hadiah tak terduga tersebut. Mereka berharap supaya saya dapat terus bergembira dan bersukacita,dan menyemangati saya bahwa mungkin ini sudah jalan Tuhan, dan Ia akan menunjukkan jalan baru yang lebih baik akan dimulai.

 

 

Hasil pemeriksaan CT scan 11 April 2019                                 Hasil pemeriksaan CT scan 26 Juni 2019

 

 

Selama bulan Mei hingga Agustus, Ibu Sulis menjalani 4 kali intervensi. Setelah setiap kali ia menjalani perawatan, ia jelas merasa bahwa tubuh nya sedikit berubah. Ia sangat bahagia karena ia dapat menikmati makanannya seperti sebelumnya. Ia merasa sangat senang setiap kali CT scan dan juga mendapati bahwa tumor marker terus mengalami penurunan yang signifikan. Intervensi keenam kalinya, Dr Chen membaca hasil pemeriksaan Ibu Sulis dan membandingkan hasilnya dengan pemeriksaan awal. Mulutnyapun langsung menganga “Selamat, hasil pemeriksaan anda sangat baik, anda tidak perlu melakukan cryoterapi untuk yang kedua kalinya karena tumor di hati anda sudah hilang. Anda bisa segera pulang!”

 

 

Pemeriksaan Penanda Tumor 24 Juni 2019                             Pemeriksaan Penanda Tumor 23 Sept 2019

 

 

 

Mengingat perawatannya yang hampir memakan waktu lebih dari setengah tahun. Ibu Sulis berkata “Saya masih belum bisa percaya, rasanya seperti mimpi, tetapi sangat nyata. Selama dirawat saya tidak hanya mendapatkan bantuan yang paling efektif untuk fisik saya, tetapi juga dukungan psikologis. Bahkan saya memiliki kedekatan dengan rumah sakit ini. Dorongan semangat serta ketelitian mereka membangu menjaga suasana hati saya menjadi tenang dan bahagia. Saya sangat senang bahwa akhirnya saya bisa menyelesaikan perawatan saya. Saya sangat berterima kasih kepada dokter di RS Kanker Fuda dan seluruh staf, tim medis sehingga sekarang saya dapat kembali ke kehidupan saya yang dulu, kembali melakukan pekerjaan kesukaan saya. Saya sangat menghargai jerih payah semua staf, serta penerjemah yang sangat membantu mengurangi beban kami sekalian. “