+62851-0461-2299

Pasien Asal Nepal Memberikan Penghargaan Terbaiknya.

Blog - October 21,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Kata Pengantar: Suara harmonis dan damai, Nepal- suatu negara yang penuh misteri, dimana setiap orang memiliki hati yang tulus dan berkeyakinan yang mengesankan.

 

 

Pertemuan Pertama dengan Ratan.

 

 

Di RS Kanker Fuda mungkin anda akan berpapasan dengan para perawat yang selalu sibuk, serta pasien- pasien dengan warna kulit yang berbeda- beda. Beberapa hari yang lalu seorang pasien dengan kulit putih dan rambut ang kemerahan memberikan kesan yang mendalam. Seorang di belakangnya terlihat seperti orang India. Seorang perawat datang dan berkata bahwa kedua orang itu ialah ayah dan anak laki- laki. Lelaki berambut merah ialah seorang pasien asal Nepal yang berusia 74 tahun bernama Ratan yang mengidap kanker pankreas.

 

 

 

Sebelum operasi, tumor pankreas membungkus pembuluh darah dan penyebaran pada kelenjar getah bening rongga perut. 

 

 

Perawat berkata ia dan keluarganya sangat ramah, mereka akan selalu tersenyum dan menganggukkan kepala kepada anda untuk memberi salam. Dalam catatan medisnya tertulis bahwa tiba- tiba saja ia mengalami sakit di bagian perut atas pada April tahun ini. Lalu bulan Mei, ia melakukan pemeriksaan di rumah sakit setempat, dan terdapat sebuah masa di pankreasnya yang berukuran 3 cm dekat vena superior mesenterik. Sehingga ia diduga kuat menderita kanker pankreas. Pada 25 Juli, ia melakukan pemeriksaan lainnya dan kondisinyapun semakin memburuk. Tumor telah menyerang vena superior dan arteri, penyebaran pada beberapa kelenjar getah bening juga ditemukan dekat vena cava dan aorta. Karena keterbatasan bantuan medis, tidak ada pengobatan yang lebih baik di Nepal. Lalu dokternyapun merekomendasikan RS Kanker Fuda kepadanya.

 

Anak laki- lakinya mulai mencari informasi di internet mengenai RS Kanker Fuda yang memiliki teknologi cryoablasi terbaik di dunia dan juga telah merawat banyak pasien kanker panrkeas.

 

 

 

 

Untuk dapat menerima pengobatan secepatnya, anak laki- lakinya membawa Raptan ke RS Fuda pada 31 Agustus. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, ia didiagnsa dengan Adenokarsinoma Ucinate stadium III kanker pankreas dan diabetes tipe II dengan beberapa nodul pada hati, paru- paru dan tiroid. Setelah berdiskusi dengan Prof Niu Lizhi dan timnya, sekeluarga setuju dengan katerisasi pada infraclavicular vena dan pada 6 September irebersibel elektroprasi pada pankreas dilakukan. Setelah perawatan intensif beberapa hari kondisi Raptan pun membaik.

 

 

Etika Nepal Dalam Berterima Kasih

 

 

Selama kedatangan dokter setiap pagi, Dr Niu dan Dr Li mengunjungi kamarnya. Saat itu ia sedang duduk bersila di ranjangnya dan sedang berbincang- bincang dengan sanak saudara. Ketika melihat dokter datang, ia sangat gembira. Dr Li berkata “Seminggu setelah perawatan, hasil CT scan Ratan menunjukkan bahwa tumornya benar- benar nekrosis dan tumor marker penanda kanker Ca 19-9 kembali ke kisaran normal.

 

 

 

 

Setelah membaca seluruh hasil pemeriksaan, Dr Niu menepuk pundaknya dan berkata “Biar saya memberitakan sebuah kabar gembira, anda bisa meninggalkan rumah sakit besok.” Mendengar kabar gembira ini, Raptan langsung menggenggam tangan Dr Niu dan menempatkannya di dahi sambil berdoa, sehingga mengejutkan Dr Niu. Ia memberikan penghargaan tertingginya kepada tim dokter. Keluarga mengatakan “Sebelum datang kesini kami sudah berkonsultasi dengan banyak dokter dari berbagai negara, tetapi mereka berkata bahwa mereka tidak bisa melakukan apapun. Jadi kami sangat ragu. Tetapi setelah melihat Ratan kembali normal sehabis perawatan, dan gejalanya mulai menghilang secara perlahan, kami sangat berterima kasih kepada tim dokter karena telah memberikan kami secercah harapan.”

 

 

Nepalese etiquette

 

 

Dr. Niu berkata bahwa kita tetap harus waspada bahkan setelah operasi dilakukan. Saat kembali ke rumah , jangan lupa untuk melakukan kemoterapi secara reguler. Khusus untuk kasus kanker pankreas, penanganan yang menyeluruh dapat secara efektif mencegah kekambuhan.