+62851-0461-2299

Terapi Photodinamik, Terobosan Pasien Kanker Lambung

Blog - October 14,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Musim gugur yang sebentar lagi akan tiba membawa sedikit kejutan bagi Shi. Shi, yang sedang berjuang melawan kanker perut selama lebih dari 9 bulan. Ia sekali lagi datang ke RS Kanker Fuda untuk melakukan pemeriksaan. Melalui pemeriksaan rutin, dokter menemukan bahwa dinding perut dan usus secara ajaib pulih. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

 

Shi, 56 tahun, datang dari Mongolia, selama dirawat di rumah sakit SHi selalu tersenyum. Datang dari China bagian Utara ia sering membagikan makanan lezat kepada pasien- pasien lain. Sehingga keceriaannya inipun menular kepada orang lain.

 

Pada 20 September jam 10 pagi, di kamar 302, shi berkata dengan riang kepada seorang temannya “Lili lihat tumorku hilang, ia sudah lenyap!”

 

“Li, biar kukabarkan berita baik, tumor di rongga perutku telah menghilang! Penyebaran pada rongga perut omentum juga sudah terkendali!” Lalu ia mengambil telepon selulernya dan menelepon temannya yang lain untuk mengabarkan berita yang sama. Keluarganya yang mendapat kabar gembira itu juga menelepon sanak keluarga untuk memberi tahu kabar gembira ini.

 

 

 

 

 

Melalui foto yang dikirim di grup mereka dapat melihat kegembiraan Shi yang meluap. Siapa yang sangka beberapa bulan yang lalu Shi merupakan seorang pasien kanker stadium akhir dengan beberapa metastasis dari kanker lambungnya.

 

Pada 19 Desember 2018, Shi dirawat di rumah sakit setempat karena keluhan “perut yang tidak nyaman pada bulan Februari.” Gastroskopi menunjukkan tumor perut, dan hasil biopsi menunjukkan adenokarsinoma yang berdiferensiasi buruk dan karsinoma sel cincin stempel. Kemudian ia dirawat di rumah sakit di Beijing. Tumor di rongga perut menempati beberapa tempat, terdapat efusi peritoneum, sehingga dipertimbangkan bahwa kanker bermetastasis tidak hanya pada rongga perut tetapi juga tulang. Dalam rangka mencari perawatan medis keluarga Shi berkonsultasi ke beberapa rumah sakit di Beijing, dan dokterpun menggelengkan kepala dan berkata bahwa sudah tidak ada harapan lagi. Selama di Beijing karena rumah sakit memiliki terlalu banyak pasien, perawat tidak dapat merawatnya kapan saja. Selain infus dan pemberian obat, Sehingga Shi merasa kurang diperhatikan saat dirawat di rumah sakit tersebut.

 

 

 

 

 

Pada akhir Februari 2019, ketika Shi mencari perawatan medis, kerabat Shi memberitahunya tentang RS Kanker Fuda di Guangzhou, karena sebelumnya ia juga pernah dirawat di RS tersebut. Ditemani menantunya akhirnya Shi masuk RS Kanker Fuda untuk perawatan. Setelah serangkaian pemeriksaan terperinci, Dr. Xu, Direktur Qian Wei dan Dr. Pan Zhongbao mempelajari hasil pemeriksaan Shi mereka melakukan diskusi dan merumuskan rencana perawatan untuknya yaitu: terapi fotodinamik + terapi intervensi + terapi obat tertarget.

 

 

 

 

 

 

Awalnya Shi tidak terlalu yakin dengan Terapi Photodinamik (PDT), tetapi Dr Pan dengan susah payah menjelaskan terapi photodinamik kepadanya dengan suara lembut. “Saya seorang dokter, tugas kami ialah untuk membantu orang yang sakit, dan berusaha meringankan penyakitnya.” Mendengar penjelasan yang lembut ini, akhirnya Shi mulai membuka hatinya untuk mempercayai dokter. Pada 1 dan 2 Maret akhirnya ia melakukan terapi tersebut. Dan pada 11 Maret, interenvensi lokal kemoterapi dilakukan.

 

 

 

 

 

Setelah Terapi Photodinamik, Shi tidak diperbolehkan terkena cahaya, sehingga ia harus tinggal di dalam kegelapan tanpa terkena sinar matahari ataupun lampu. Untuk mencegah supaya warna kulitnya tidak menjadi gelap dan kusam. Khawatir akan kondisi Shi yang hanya bisa berada dalam ruang yang gelap tanpa cahaya, para perawatpun selalu meluangkan waktu untuk menemani Shi, sehingga membuat Shi terharu. “Sebelum saya berobat disini, saya hanya bisa melihat sisi belakang para perawat saja karena mereka sangat sibuk. Tetapi disini seakan seya bisa melihat senyuman malaikat berbaju putih.” kata Shi sambil tersenyum. Perlahan Shi mulai membuka hatinya dan mulai berteman dengan semua orang.

 

 

 

 

 

Setelah intervensi pada 3 April, mulai terjadi beberapa efek samping seeprti gangguan saluran pencernaan, tingkat II penekanan sumsum tulang, nafsu makan menurun, mual, dan muntah. Melihat Shi yang hanya bisa berbaring lemah, suster kepala menyiapkan limun buatan sendiri untuk menghilangkan ketidaknyamanannya. Untuk menambah nutrisi, suster juga memasang infus untuk memastikan fungsi tubuh kembali normal. Melihat bahwa staf medis benar- benar berusaha untuk merawat dan menjaganya layaknya anggota keluarga mereka sendiri, Shi mulai mendapat semangat baru dan ikut bekerja sama dengan mereka. Pada 14 dan 15 Juni terapi photodinamik serta intervensi kedua, ketiga dilakukan pada 1 Juli dan 24 Juli, pengobatan simptomatik juga ditambah seperti suplemen untuk melindungi hati serta antiemetik. Serta dikombinasikan dengan obat yang ditargetkan mulai awal Agustus ini untuk menstabilkan kondisi Shi.

 

Apa itu Terapi Photodinamik?

 

 

Terapi fotodinamik adalah terapi non-konvensional minimal invasif. Prinsipnya ialah memasukkan fotosensitizer ke dalam tubuh manusia. Fotosensitizer akan diserap oleh sel kanker dan menghasilkan warna yang menyengat dalam gelap. Lalu laser dengan gelombang panjang akan ditembakan ke permukaan sel kanker´╝îfotosensitizer akan membantu menyerap energi laser tersebut sehingga menghasilkan serangkaian reaksi kimia, oksigen singlet yang sangat aktif, radikal bebas untuk membunuh sel- sel abnormal sehingga mencapai tujuan terapeutik untuk membunuh tumor.