+62851-0461-2299

Cryoterapi Menyelamatkan Pasien Kanker Payudara Stadium Lanjut yang Menolak Kemoterapi

Blog - October 07,2019 00:00 WIB

Post

 

 

 

Lina, 52 tahun merupakan seorang pejuang kanker asal Bulgaria. Ia telah berjuang melawan kanker selama kurang lebih 8 tahun dan juga berprofesi sebagai insinyur yang selalu bekerja keras dan sangat sibuk hingga sering kali ia melewatkan waktu istirahatnya.

 

 

 

 


Pada suatu hari di bulan Febuari 2011 tengah malam, tiba- tiba saja ia mengalami sakit pada dadanya hingga ia tidak bisa tidur. Lalu Lina segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk melakukan pemeriksaan, dan hasilnya menunjukkan sebuah nodul berukuran 6 mm yang dicurigai kanker payudara. Dokter mengatakan bahwa ia bisa menjalankan operasi, tetapi Linapun menolak saran dokter tersebut. Ia segera mencari metode- metode perawatan terbaru di internet, dan mulai belajar mengenai perawatan terapeutik, mulai dari diet gula dan diet daging hingga kemudian diet susu. Ia terus melakukan berbagai upaya selama 1 tahun. Setahun kemudian saat ia hendak berganti pakaian, ia merasa kesulitan dan sakit di bawah ketiak. Lalu ia baru merasa bahwa kondisinya semakin serius.

 

 

 

 

Setelah menyadari bahwa penyakitnya semakin serius, lalu ia pergi ke Austria untuk menemui dokter terkenal di sana. Tetapi dokter tersebut mengatakan bahwa ia harus menjalani pembedahan. Hasil tes biopsi terlah menyatakan bahwa tumor berkembang menjadi 2 cm dan tumor ganas. Dokter menyarankan supaya ia menjalani operasi lalu 6-8 kali radioterapi, lalu kemoterapi. Ia akhirnya menyetujui untuk melakukan pembedahan, tetapi ia menolak untuk menjalani kemoterapi dan radioterapi. Di usianya yang ke 44 tahun, operasi telah mengubah bentuk tubuhnya dan juga mengubah dunianya, ia menyadari bahwa penyakit yang dialaminya sangat berat tetapi ia masih mencintai kehidupannya, pekerjaannya dan ia tidak ingin ia melewatkan kehidupannya itu begitu saja.

 

 

 

 

Lina tahu meskipun tumor sudah direseksi, tetapi sel- sel tumor yang sudah ada dalam tubuh tetap ada. Setiap kali memikirkan hal ini ia tidak bisa menikmati hidup. Sejak 2012 hingga 2013, Ia bahkan menerima terapi herbal dari dokter Filipina dengan maksud untuk menekan perumbuhan sel- sel kanker. Pada 2013, ia mulai merasakan pembengkakan di dadanya, serta nyeri pada tulang belakang. Ketika saya berkunjung ke Spanyol untuk memeriksakan apakan tumor saya kambuh kembali ternyata tumor tumbuh hingga 6 cm, dokter menyarankan supaya ia melakukan kemoterapi dalam dosis tinggi dan 10 kali dosis kecil radioterapi. Setelah radioterapi tubuhnya berada dalam kondisi yang baik, nyeri pada tulang belakang juga hilang, tetapi dadanya tetap membengkak. Untuk itu ia mulai mencoba metode pengobatan baru dengan ‘perawatan minyak ganja untuk tumr” selama 3 bulan serta diet vegetarian, serta mengunjungi klinik swasta di Jerma untuk terapi perawatan panas, hingga tumor menyusut menjadi 2 cm. Hingga dokter memberi tahunya supaya ia melakukan operasi pengangkatan payudara. Tetapi Lina masih tidak bisa menerima saran ini.

 

 

 

 

Saat itu saya sangat bingung. Apakah alasan sebenarnya Lina menolak kemoterapi? Iapun melambaikan tangan dan berkata “Aku tidak tahu, tetapi aku berpikir bahwa kemoterapi akan mengikis tubuhku seperti memasukkan racun ke dalam tubuh.” sehingga saya sulit untuk menerima kemoterapi. Sejak saya sakit pada 2011, saya telah menghabiskan banyak waktu dan energi serta berusaha mengubah kebiasaan makan saya yang dulu. Jalan melawan kanker seperti lubang hitam yang tidak ada ujungnya. Sedangkan sel- sel tumor masih terus berkembang dalam tubuh dan tidak mati. Ia sudah mencoba berbagai metode pengobatan, termasuk terapi pemurnian, tetapi terapi- terapi tersebut tidak memiliki hasil yang besar.

 

 

 

 

 

Juli 2019, lagi - lagi Lina merasakan sakit pada bagian punggung bawah, terutama saat ia berdiri, punggungnya berasa sakit dan tidak nyaman. Setelah pemeriksaan ditemukan bahwa terdapat beberapa titik metastasis pada tulang vertebra, toraks, panggul serta sendi pinggul. Dokterpun sekali lagi merekomendasikan kemoradioterapi. Lina siap menjalani kemoradioterapi tetapi ia tidak ingin kehilangan payudaranya. Di saat ia sedang putus asa, temannya membantunya untuk menanyakan tentang pengobatan kanker di RS Fuda, Guangzhou. Dengan menggunakan teknologi canggih untuk mendinginkan tumor hingga mati seperti Cryoablasi atau Nano-knife yang telah mendapat pengakuan internasional. Lalu Lina segera membaca semua informasi mengenai pengobatan tersebut di internet, iapun seperti mendapat sebuah harapan baru, lalu ia segera menghubungi perwakilan RS Fuda untuk berkonsultasi dan menjelaskan seluruh kondisinya. Setelah berkonsultasi dan mengetahui pengobatan yang ada di RS Kanker Fuda, tanpa menunda- nunda lagi, ia segera terbang ke Guangzhou, China dari Bulgaria selama kurang lebih 10 jam.  

 

 

 

 

 

Pada 19 Agustus, malam hari, Lina tiba di RS Kanker Fuda. Staf medis segera menjalani tugasnya dengan sigap dan melakukan pemeriksaan mendalam selama 2 hari. Dan akhirnya ia didiagnosa dengan karsinoma duktal invasif payudara kanan stadium IV dengan penyebaran pada tulang. Dokter juga berusaha mempertahankan payudara Lina seperti yang ia gagaskan. Dr Zhou Liang segera mengembangkan rencana perawatan untuknya yaitu cryoablasi dan terapi intervensi. Dr Zhou liang berusaha dengan keras untuk mempertahankan payudaranya saat cryoterapi dan terapi intervensi. Setelah perawatan, ia pulih dengan baik, dan ditemukan bahwa sel kankernya sudah membeku dan tidak aktif lagi. Dan setelah intervensi nyeri pada tulang Lina pun ikut hilang ia pun kembali lega dan dapat kembali makan seperti biasanya.

 

 

 

 

Melihat Lina sekarang dengan wajah kemerah- merahan dan berseri- seri sulit untuk dibayangkan bahwa ia mengalami begitu banyak penyakit sebelumnya. Dengan tersenyum Lina berkata “sekarang saya merasa tubuh saya kembali segar seperti dulu, saat mengetahui bahwa tumor saya sudah mati dan tidak berkembang kembali sehingga kondisi saat ini semakin baik. Disini saya merasa kehangatan, semua tim medis sudah seperti keluarga. Saya benar- benar menghargai kepedulian dokter yang mau berusaha untuk mempertahankan martabatku sebagai seorang wanita. Terima kasih karena telah merawatku.” Saat ditanya dokter siapa yang membuatnya paling terkesan, iapun menjawab “Dr Li Hongmei, saya benar- benar sangat menyukainya. Ia yang memegang pundak saya untuk menyemangati saya.”