+62851-0461-2299

Pramugari Thailand Berjuang Melawan Kanker

Blog - October 02,2019 00:00 WIB

Post

Pramugari Thailand Berjuang Melawan Kanker

 

 

 

Takdir Membawanya Ke Pengobatan Anti- Kanker

 

Fa ialah seorang pramugari maskapai penerbangan Thailand. Pada tahun 2017, tiba- tiba saja ia menemukan sebuah benjolan di dadanya, lalu ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Pemeriksaan biopsi menunjukkan tidak ditemukan sel kanker, sehingga ia segera diperbolehkan pulang tanpa perawatan apapun. Dokter hanya berpesan supaya ia terus memperhatikan serta mengikuti perkembagan benjolan tersebut. Serta memintanya supaya tidak usah khawatir.

 

Sampai Maret 2018, Fa merasa bahwa benjolan itu semakin lama semakin besar, hingga berdiameter 5 cm. Fa-pun mulai panik dan bingung. Ia segera beralih ke rumah sakit lain untuk melakukan pemeriksaan. Dan ternyata, ia didiagnosa dengan kanker payudara stadium 4, dan memiliki resiko penyebaran yang sangat besar. Tim dokterpun segera merencanakan perawatan untuknya dengan mastektomi total serta 25 kali radioterapi. Iapun akhirnya menjalani semua perawatan itu, hingga Bulan Desember dimana semua perawatannya berakhir dan ia diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit.

 

Tidak lama kemudian, tiba- tiba saja ia merasa kesakitan, awalnya ia berpikir karena ia terlalu lelah, tetapi semakin lama rasa sakitnya menjadi semakin sering dan lebih lama dari sebelumnya. Pada Juni 2019, ia pergi kembali untuk menemui dokter yang menanganinya dulu. Hasil pemeriksaan pun tidak menunjukkan adanya kekambuhan tumor di dadanya. Lalu ia memberi tahu bahwa rasa sakit berasal dari punggungnya, sehingga dokter segera menyarankan Fa untuk melakukan pemeriksaan Bone scan dan CT scan. Yang membuatnya harus menjalani pengobatan anti- kankernya kembali.

 

 

 

 

Laporan medis sekali lagi mematahkan semangat hidupnya, baru saja menikmati udara segar, tiba- tiba ia harus menghadapi kenyataan bahwa kankernya bermetastasis ke tulang. Dokter setempatpun menyarankan agar ia menjalani radioterapi sekali lagi dan meminum obat kemoterapi oral. Dimana membuat suasana hatinya sangat kelam. Ia menjadi ragu akan saran dokter, dan memilih untuk mengobati rasa sakitnya saja dengan morfin. Tetapi obat tersebut hanya menghilangkan rasa sakitnya sementara supaya ia dapat tidur, tetapi tidak dapat menyelesaikan akar dari permasalahan penyakitnya itu. Ketika ia sedang putus asa, ia teringat bahwa seorang teman ibunya pernah berobat di RS Kanker Fuda, Guangzhou 10 tahun yang lalu, dan kondisinya masih baik hingga sekarang ini. Melalui temannya akhirnya ia menghubungi kantor perwakilan Fuda di Thailand, dan juga mengirimkan deskripsi singkat mengenai situasi dan kondisinya saat ini.

 

Dalam rangka mencari pengobatan yang lebh baik, ia juga menghubungi temannya di Amerika untuk mencari tahu info mengenai RS Fuda. Ia  menghubungi ayah mertuanya yang merupakan Dokter asal Jerman, dimana seharusnya ia lebih mengerti mengenai pengobatan terbaru yang ada. Cryoablasi dan juga Nano-knife adalah teknoogi terbaru dari Amerika yang juga sudah dikenal di Eropa, tetapi jaraknya terlalu jauh, sehingga ia memutuskan untuk pergi RS Fuda di China yang lebih dekat dengan Thailand.

 

Pada pertengahan Juli 2018, Fa pergi berobat ke RS Kanker Fuda. Ditemani oleh staf medis, ia pergi berkonsultasi dengan para ahli. Para ahlipun menjawab pertanyaannya secara terperinci, dan juga melakukan pemeriksaan yang detail. Penyebaran di tulang tidak hanya ada di tulang rusuk bilateral, tetapi juga di vetebra toraks, lumbar, atlas dan beberapa tulang metatarsal bilateral, terdapat juga pembentukan massa pada jaringan lunak di sekitar hati terdapat 5 titik penyebaran. Para ahli menganalisa bahwa 3 dari 5 titik dapat diobati secara langsung dan sisanya melalui ablasi alkohol, dan kemudian kemoterapi.

 

 

 

 

"Selama dirawat di rumah sakit, saya jelas merasa bahwa perawatan di sini sangat berkualitas. Dokter selalu meluangkan waktu untuk datang ke kamar saya, menanyakan kondisi saya, menanyakan apakah saya merasa tidak nyaman, dan memiliki masalah dengan diet. Mereka juga mengatakan mengenai beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, perawat juga sangat berhati-hati dalam menjagaku, ingat sekali, aku ingin minum air tetapi tidak bisa bangun, cangkir jauh dari genggamanku, ketika aku berjalan, seorang perawat menuangkan secangkir air hangat untukku, ia juga mengingatkan saya dengan suara lembut untuk meminumnya dengan hati-hati. Setelah saya selesai minum, dia meletakkan cangkir itu dan membantu saya untuk berbaring kembali. Setelah beristirahat, saya berbalik dan berjalan dengan tenang.” Sehingga saya merasa yakin dengan rumah sakit ini.

 

Setelah pengamatan dan analisis yang cermat, perawatan dan pembedahan dengan cepat diatur untuk mengatasi metastasis hati pada Agustus 2018, diikuti oleh serangkaian operasi dan kemoterapi intervensi.

 

"Sebelumnya saya tidak pernah mendengar tentang kemoterapi intervensi sebelum datang ke rumah sakit ini. Kemoterapi 16 kali sebelumnya juga merupakan kemoterapi sistemik, tetapi kemoterapi intervensi berbeda. Kemoterapi lokal, seperti perawatan saya, dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah pada pangkal paha dan kemudian menyemprotkan obat kemoterapi langsung ke tumor. Awalnya saya meragukan hal ini, tetapi operasi selesai dengan lancar. "

 

 

 

 

Pada proses pemulihan selanjutnya, keadaan tubuh saya semakin baik dan terue membaik. Setelah tes darah dan pemeriksaan CT, ditemukan bahwa indikator tubuh yang dipotong cenderung normal. Saat keluar dari rumah sakit, sang suami memberikan mawar kepadanya. Mendengar suara suaminya Fapun menoleh kebelakang, dimana sang suami telah berdiri dengan sebuket mawar, dan Fa-pun sangat senang. Setelah keduanya berpelukan, suami dan staf medis dengan ramah memegang tangan dan memeluk mereka untuk berterima kasih atas perawatan yang telah diberikan. Ketika mereka pergi, mereka juga meminta staf medis untuk menanyakan tentang atraksi di Guangzhou untuk menikmati kota Guangzhou.

 

 

 

 

"Ketika anda didiagnosis dengan kanker hal pertama yang harus anda lakukan ialah tetap tenang, dan pikirkan rencana selanjutnya. Tetap semangat dan tidak mudah putus asa. Dalam menghadapi perawatan, mungkin terdapat banyak pilihan pengobatan. Cobalah untuk memilih perawatan terbaru dan tercanggih yang sudah ada. Sesuaikan gizi anda dengan ahli gizi. Pilihlah perawatan yang paling sesuai dengan kondisi anda saat itu.”