+62851-0461-2299

5 Tahun Berlalu Sejak Didiagnosa Kanker Paru

Blog - September 12,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Pada perayaan Tahun Baru, Lin Bo dari Thailand memandang kerabatnya dan berkata: " 5 tahun berlalu, saya hanyalah lelaki tua berumur 81 tahun, tetapi saya masih bisa merayakan perayaan tahun baru Bersama- sama dengan kalian semua. Semua orang mengira kanker paru adalah kanker yang mematikan. Tetapi saya masih bisa hidup hingga hari ini.” Bertahan hidup hingga 5 tahun bagi pasien kanker adalah hal yang mengherankan.

 

Langkah Tepat Untuk Hidup 5 Tahun

 

Tahun 2013, Linpo yang pada saat itu berumur 76 tahun tanpa alasan yang jelas tiba- tiba saja batuk dengan dahak berdarah. Lalu ia segera dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis dengan kanker paru- paru kanan yaitu Adenokarsinoma berdiferensiasi buruk. RS setempat menyarankannya untuk menjalani operasi, yaitu pembedahan 2/3 dari paru- parunya. Karena Linpo yang Sudha cukup berumur, anak perempuannya tidak mengijinkannya menjalani operasi. Akhirnya mereka mendengar tentang RS Kanker Fuda di Guangzhou, China, yang memiliki teknologi terbaru sehingga memberikan mereka pengharapan baru. Saat RS Fuda mengadakan seminar di Thailand, mereka datang dan mendengar mengenai pengobatan Cryoablasi, brachyterapi. Mereka berpikir metode ini sangat baik karena minim efek samping, komplikasi, dan tidak menyakitkan. Karena mereka tidak tega melihat ayah mereka yang sudah berumur menjalani operasi yang menyakitkan.

 

Berkat dukungan anak perempuannya, Linpo terbang dari Thailand menuju RS Kanker Fuda. Prof Niu LIzhi beserta timnya mengunjungi kamarnya untuk berdiskusi mengenai langkah- langkah pengobatannya. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan mendalam, pada Oktober 2013, akhirnya LInpo menjalani Biopsi, cryoablasi serta brachyterapi pada paru- paru kanannya. Dan hasil perawatan sangatlah baik. Anaknya berkata “tahun 2013, adalah pertama kalinya saya dan papa datang untuk perawatan. Hari kedua setelah perawatan papa saya sudah bisa beraktifitas dengan normal. Dibandingkan pembedahan cryoablasi jauh memiliki efek samping yang lebih kecil dan efeknya langsung terasa. Diluar batuk kondisi papa sangat baik. Saat pulang ke Thailand kami berkata bahwa papa tidak seperti pasien kanker stadium lanjut. Tidak tahu pengobatan apa yang diberikan dokter di China.”

 

 

 

 

Cryoablasi

 

Sepulangnya LInpo ke negara asalnya, ia terus meminum obat targeting selama 2 tahun. Setiap kali pemeriksaan ulang kondisinya sangat stabil, sekeluarga menjadi sangat senang. Tahun 2015, saat pemeriksaan di Fuda ditemukan tumor di dekat bronkus paru kanan membesar. Dokterpun mengikuti perkembangan terbarunya, dan dokter memberikan Linpo obat oral targeting tambahan. Karena kemungkinan tumor sudah resistan terhadap obat lama tersebut. “sebagai pasien kanker, saya sendiri tidak dapat percaya bahwa saya dapat bertahan hidup hingga lebih dari 5 tahun. Saya sangat berterima kasih pada dokter- dokter di RS Fuda. “ Anak perempuan Linpo juga berkata “Suster disini selalu memperlakukan kami seperti keluarga mereka sendiri. Prof Niu Lizhi, Dr Zhouliang setiap hari menanyakan mengenai kondisi ayah saya.”

 

 

 

 

Oktober 2018, LInbo melakukan pemeriksaan rutin di RS setempat dan hasil CT menunjukkan penyebaran pada kelenjar getah bening, terdapat sebuah lesi baru pada paru kanan bawah dicurigai sebagi penyebaran.” Sekali lagi Linpo dan anak perempuannyya kembali ke RS Fuda untuk bertemu dengan Prof Niu Lizhi. Prof Niu pun menyarankan Argon- Helium Cryoablasi, dan hasilnya sangat baik. Tumor baru di paru kanan bawah mengecil. Eksudasi pada paru- paru kanan bawah juga berkurang. Dokter juga menambahkan penanaman biji partikel Iodine untuk membunuh tumor yang kecil.

 

 

 

 

Prof Niu berkata “bagi pasien kanker paru- paru stadium lanjut, apa yang kami kejar bukanlah menyelamatkan jiwanya, tetapi bagaimana dalam proses pengobatan pasien merasa nyaman, membantu pasien hidup lebih lama dan berkualitas dengan cara mengontrol perkembangan kanker. Kita tidak hanya menyediakan program perawatan klinis profesional, tetapi juga bekerja keras dalam fase rehabilitasi.”