0851-0461-2299

\Terbang Dari Filipina Untuk Memuhi Permintaan Ayah

Blog - September 11,2019 00:00 WIB

Post

 

 

"Harapan terakhir ayahku adalah menggantung foto ulang tahunnya saat berada di rumah sakit untuk berterima kasih kepada para dokter dan perawat dari RS Kanker Fuda yang telah merawatnya. “

--- Anak dari Pasien asal Filipina

 

 

Papan foto yang ada di RS Kanker Fuda penuh dengan foto- foto pasien dari mancanegara. Setiap foto menceritakan sebuah kisah menyentuh tersendiri, sebuah kisah yang tidak dapat terlupakan antara pasien dengan dokter.

 

 

25 Oktober 2016, sepasang tengah baya datang mengunjungi RS Kanker Fuda di lantai 6, tempat papan foto berada. Mereka hendak memajang foto ayah mereka saat merayakan ulang tahunnya di RS Kanker Fuda.

 

 

Foto tersebut adalah foto seorang pasien asal Filipina yang menderita kanker hati metastasis paru- paru. Mei tahun lalu hingga Juli, ia dirawat di RS Kanker Fuda. September tahun ini, ia meninggal di Filipina akibat stroke serta infeksi paru- paru.

 

 

 

Sebelum mati ayahnya hanya berpesan supaya foto ulang tahunnya saat dirayakan di RS Fuda bisa dipajang di dinding rumah sakit, sebagai tanda terima kasihnya atas dokter- dokter serta suster yang telah merawatnya. Untuk mengabulkan permintaan terakhir ayahnya, anaknya beserta sang istri terbang ke Guangzhou dari Filipina untuk menggantung fotonya di dinding rumah sakit. Sebetulnya kami hanya melakukan hal umum saja, untuk mengabulkan permintaan orang tua. Demi menyampaikan rasa terima kasihnya, ia meminta permintaan terakhir ini. Sebenarnya kami sangat terharu. “ Suster- suster di lantai 6 dan juga suster kepala Chen juga masih ingat ucapan terima kasih sang ayah saat meninggalkan rumah sakit.

 

Pertama kali pasien menderita kanker hati yaitu 5 tahun lalu, setelah 1 tahun operasi, kanker kambuh kembali, dan operasi kedua dilakukan pada Juli 2014. Pemeriksaan menunjukkan kanker hati sudah menyebar di paru- paru, dan dokter hanya memberikannya obat targeting saja. Hingga Tuan Tianpo mengalami infeksi kulit, lemas, batuk berdahak darah. 18 Febuari 2015, hasil CT menunjukkan lesi di parunya membesar, lalu dokter melakukan brachyterapi dan juga immunoterapi. Hingga sejak sakit Tainpo berada dalam kondisi yang tertekan dan sedih.

 

Anak- anak Tianpo yang juga bekerja dalam bidang medis, pada tahun 2015, mendengar pidato Prof Niu Lizhi dari RS Kanker Fuda. Merekapun berkonsultasi dengan Prof Niu untuk mencari jalan keluar, hingga akhirnya bertekad untuk berobat di Guangzhou

 

Akhir Mei 2015, dengan harapan terakhir yang dimiliki, Tianpo berobat ke RS Fuda. Melalui serangkaian pemeriksaan, tim dokter pertama- tama melakukan brachyterapi, cryoablasi dan juga immunoterapi. Setelah pengobatan hasil CT menunjukkan lesi di paru jauh mengecil.

 

Anak perempuan Tian Bo adalah seorang perawat di Amerika. Pada awalnya, dia tidak percaya perawat ini akan berhasil. Ketika perawat akan memberikan suntikan kepada Tian Bo, dia tidak tenang dan ingin melakukannya sendiri. Namun perlahan-lahan, dia menemukan bahwa para perawat di sini penuh kasih sayang, dan sangat berdedikasi serta profesional, dan hingga akhirnya ia bisa mempercayai para perawat.

 

 

 

Pada 28 oktober 2015, sebelum meninggalkan rumah sakit, Tianpo sempat merayakan ulang tahunya yang ke 70. Suster- susterpun menyanyikan nyanyian Selamat Ulang Tahun untuknya.

 

Tianpo pun sangat senang, apalagi saat ia menerima sebuah karangan bunga sebagai hadiah, dan bisa meniup lilin, senyum diwajahnyapun terlihat sangat lebar. Iapun berkata “tidak habis pikir ternyata saya dapat merayakan ulang tahun ini di negara orang. Kalian sangat memperhatikan saya” ujarnya hingga sempat meneteskan air mata. Ia berkata bahwa momen ini adalah momen berharga yang tidak akan pernah ia lupakan.

 

15 Juli 2016, Tianpo sekali lagi datang mengunjungi RS Fuda, dokter melakukan cryoablasi untuk penyebaran di paru- paru kanan atasnya brachyterapi sekali lagi. Setelah operasi, Tianpo segera pulih dengan baik dan diperbolehkan pulang.

 

Berkat perayaan ulang tahun yang diberikan RS Fuda membuat ayah saya sangat terharu. Saat pulang ke Filipina ia sering memberitahu pengalamannya berobat di RS Fuda.