0851-0461-2299

Kisah Peng Ximei

Blog - August 28,2019 00:00 WIB

Post

 

19 Desember 2009, Prof Xu Kecheng menerima kedatangan seorang wanita muda berusia 28 tahun yang menderita penyakit yang aneh di RS Kanker Fuda. Hingga wanita tersebut sudah putus asa akan penyakitnya itu. Wanita itu bernama Peng Ximei, ia datang sudah pergi dari satu kota menuju kota lainna hingga tiba di kota Maoming.

 

 

Saat berbincang dengannya Prof Xu merasa kasian terhadap wanita itu karena ia sudah tidak memiliki uang sepeserpun. Tetapi ia memiliki perasaan yang kuat bahwa jika segera diobati, maka ada kemungkinan bahwa hasilnya akan baik. Lalu ia berkata dengan tenang “Sebenarnya saya adalah seorang dokter dari Guangzhou yang berspesialisasi dalam pengobatan tumor. Apakah anda bersedia dijemput untuk pergi berobat ke rumah sakit kami?”

 

 

Pada 22 Desember, ,Ximei tiba di RS Fuda dengan berat 110 kg, dan diameter perutnya mencapai 157 cm. Kepala Suster Hu dan beberapa suter lainnya dengan susah payah memapah Ximei hinga ke kamar mandi. Mereka memandikan Ximei hingga bersih dan mengganti bajunya dengan baju yang rapih dari rumah sakit.

 

 

23 Desember malam, tiba- tiba saja ia sulit untuk bernafas, detak jantung menjadi 140 bpm, nafas menderu, hingga akhirnya ia segera dilarikan ke ICU.

Prof Xu, Niulizhi, Mufeng, Lihaipo dan profesor ahli lainnya segera berunding untuk memutuskan pengobatan yang harus dilakukan untuk mengurangi acidosis respiratorik yang ditambah dengan alkalosis metabolik. Lalu mereka menganalisa bahwa tekanan intra-abdominal terlalu tinggi sehingga menyebabkan pasien sulit untuk bernafas, dan jantung harus bekerja keras untuk memompa darah. Satu- satunya jalan ialah membuang cairan perut sehingga mengurangi tekanan didalamnya dan meningkatkan kapasitas paru- paru.

 

 

 

 

Perawatanpun dimulai dengan memasukan selang untuk mengeluarkan cairan pada perut yang berwarna kuning, dalam 5 menit langsung keluar cairan sebanyak 500 ml, hingga total mencapai 2000 ml. Bersamaan dengan dikeluarkannya cairan, albumin darah juga dimasukan melalui pembuluh darah Ximei.

Disaat yang sama, dokter juga memeriksa indeks gas dalam darah, dll melalui monitor untuk menghindari kejadian yang darurat kapanpun. Malam hari, asites dapat terkontrol yaitu 300 ml/ jam.

 

Pada 25 Des, gas dalam darah Ximei membaik, cairan yang dikeluarkan mencapai 5000 ml. Pada hari ketiga tgl 26 Des, dilakukanlah pemeriksaan CT, dan hasilnya yaitu Tumor Panggul.

 

Tahun baru 2010, diameter perut Ximei dari 157 sekarang mengecil enjadi 110 cm. Sekarang ia sudah bisa menginjakkan kakinya ke lantai dari kasurnya, dan susterpun membawakan sebuah kue serta buah untuknya.

 

Hingga 5 Januari, berat badan Ximei pun turun sebanyak 60 kg. Bisa dibilang berat cairan di dalam perutnya mencapai 50 kg hampir sama dengan 100 botol bir, yaitu setengah berat pasien.

 

12 Jan 2010, Ximei memasuki kamar operasi, seluruh dokter- dokter ahlipun ikut berkupul mulai dari dokter spesialis gynekologi, bedah umum, urologi, TACI, anstesi, jantung dan pembuluh darah, ahli pernapasan semua turut hadir dalam pembedahan bersejarah tersebut. Mereka sama- sama mengerti bahwa operasi ini bukanlah operasi yang mudah. Butuh perjuangan keras tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun.

 

Pukul 08.20, operasipun dimulai, 15 menit kemudian tumor sebesar semangka berhasil dikeluarkan, Tumbuh sejumlah besar nodul seperti kembang kol, dan permukaannya terus menerus mengeluarkan cairan. Akar tumor ada pada ovarium kiri, dan bahkan usus kecil dan rahim dililit hingga ureter kiri, ovarium kanan juga memiliki tumor kecil baru yang mulai tumbuh.

Dokter spesialis Ginekologlah yang pertama-tama mengangkat ovarium; ahli urologi; spesialis bedah umum mengangkat usus yang terkena tumor, terakhir dilakukan cryoablasi, satu- satu dibekukan hingga mati. Reseksi tumor dikirim kedua laboratorium berbeda dan hasilnya menunjukkan: Adenokarsinoma Ovarium.

 

 

 

 

Hari ini Ximei terus memenuhi janjinya untuk menjadi relawan di RS Kanker Fuda. Setiap harinya ia berbicara dengan pasien- pasien kanker untuk menyemangati mereka. Hingga Oktober 2013 ia pun menikah.