0851-0461-2299

Pratibha Kanker Pankreas

Blog - August 26,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Seorang wanita asal India, Pratibha Rajgopal yang berusia 68 tahun adalah seorang doktor dalam bidang managemen publik. Pada 2015, ia aktif sebagai Dekan Sekolah Administrasi Publik di pemerintahan Madhrad Pradesh, dan ia baru saja kembali dari Londong tempat ia belajar untuk mendirikan Pusat Sumber Daya Wanita untuk mengelola dan mempromosikan hak- hak wanita.

 

 

Hanya pada waktu itu, ia merasa sakit dibagian perut hingga harus dilarikan di rumah sakit. Dan selanjutnya ia didiagnosa dengan kanker pankreas. Setelah diagnosa tersebut keluar, lalu dokter memberitahunya bahwa operasi sudah tidak dapat dilakukan, karena resikonya yang terlalu tinggi. Ada kemungkinan dalam operasi akan terjadi pendarahan internal yang fatal. Tanpa pikir panjang, lalu petarung tangguh ini segera memutuskan untuk menjalani kemoterapi pertamanya, dengan segenap dukungan dari seluruh anggota keluarganya yang memahami seberapa berat penyakitnya itu.

 

 

 

 

Statistik menunjukkan bahwa tingkat hidup pasien yang didiagnosa dengan kanker pankreas setelah menjalani proses kemoterapi hanyalah sekitar 25%. Sehingga banyak dari antara mereka yang emimilih untuk tidak menjalani kemoterapi tahap kedua, atau memilih untuk mengunjungi RS Kanker di China dimana mereka dapat melakukan perawatan minimal invasif, seperti ablasi Nano-Knife. Perawatan yang minim efek samping dibandingkan operasi dan juga hanya memiliki efek samping yang minim juga tidak mengakibatkan komplikasi dan tidak perlu bergantung pada kemoterapi. Setelah 3 hari masuk ke RS Kanekr Fuda, Pratibhapun langsung menjalani ablasi Nano-knife.

 

 

Kondisi Pratibha saat ini sangat baik, ia tidak memerlukan perawatan lainnya dalam 3 tahun setelah menjalani perawatan Nano-knife. Dan diapun kembali aktif dalam memperjuangkan hak publik dan menjabat sebagai Dekan di Institut Administrasi Publik India dan Direktur Pusat Sumber Daya Wanita Pemerintah di India. Dia dan saudara perempuannya, Ny. Abha Pandey, sedang mengerjakan kesetaraan gender pada tingkat nasional maupun internasional.

 

 

 

 

Menurut kami, Pratibha merupakan sosok yang lebih dari sekadar Ph.D., tetapi beliau juga seorang pejuang hak asasi manusia yang terkenal. Dan ia sekarang memiliki gelar  baru yang juga sama- sama luar biasa yaitu pejuang anti-kanker.