+62851-0461-2299

FUDA Berhasil Lakukan NanoKnife Pada Pasien Kanker Usia Lanjut

Blog - March 21,2019 00:00 WIB

Post

Pada 11 Agustus 2016, FUDA Cancer Hospital, Guangzhou, Tiongkok berhasil menangani kanker pankreas pada pasien berusia 89 tahun tanpa operasi. Ini adalah kasus pasien kanker tertua yang ditangani dengan teknologi pengobatan kanker invasif minimal atau dengan sayatan tipis yang bernama NanoKnife.

 

Biasanya jika tim dokter dihadapkan kasus kanker pada mereka yang berusia lanjut, operasi pemotongan bukanlah pilihan tindakan yang aman. Sebab pasien yang berusia lanjut biasanya memiliki proses pemulihan yang lambat pasca operasi. Apalagi jika pasien usia lanjut itu terdiagnosa kanker pankreas. Kanker yang dicap sebagai rajanya kanker karena paling sulit untuk ditangani.

 

Kebanyakan pasien kanker pankreas mulai berobat ketika stadiumnya sudah menengah sampai lanjut. Itu kenapa hanya 20 persen dari mereka yang terdiagnosa kanker pankreas tidak dapat mejalani operasi pemotongan karena kondisi pankreasnya yang sudah rusak akibat sel kanker yang menumpang di dalamnya.

 

Alhasil sebagian besar pasien kanker pankreas memiliki pilihan terbatas untuk pengobatannya, yaitu hanya kemoterapi dan radiasi. Dan tingkat keberhasilan dari tindakan itu hanya dapat memberikan usia harapan hidup selama 3 bulan.

 

Itu mengapa keberhasilan menangani kanker pankreas dengan NanoKnife menjadi terobosan pengobatan kanker yang sangat menjanjikan. NanoKnife membuat pasien tidak perlu mengalami operasi terbuka, cukup dengan memasukkan jarum elektroda ke kanker yang membuat sel-sel kankernya mati tanpa perlu merusak saluran empedu, saluran pankreas, pembuluh darah, jaringan usus dan jaringan normal lain yang berdekatan dengan pankreas.

 

Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, penanganan kanker pankreas stadium lanjut dengan Nano Knife memperpanjang dua kali usia harapan hidup rata-rata pasien. Itu kenapa RS Kanker FUDA sebagai salah satu rumah sakit kanker Indonesia begitu antusias untuk mempelajari teknologi ini agar semakin banyak pasien kanker yang bisa diselamatkan.

 

Maka sejak 2014, FUDA Cancer Hospital sudah memasukkan NanoKnife sebagai bagian dari penelitian klinis. Hingga hari ini, FUDA Cancer Hospital menjadi rumah sakit pertama di Tiongkok yang memasukkan NanoKnife sebagai teknologi untuk mengobati kanker. sekaligus sebagai salah satu rumah sakit kanker terbaik di Asia

 

Dan ketika bertemu dengan pasien kanker pankreas berusia 89 tahun dari Filipina, RS Kanker FUDA optimis NanoKnife dapat menjadi tindakan kedokteran yang tepat untuknya. Ini menjadi catatan penting dalam dunia kedokteran pengobatan kanker, karena baru RS Kanker FUDA yang berhasil melakukan NanoKnife pada pasien berusia lanjut.

 

Tim Dokter FUDA Menggunakan NanoKnife

 

Sebenarnya bagaimana pasien berusia lanjut ini kemudian bertemu dengan vonis kanker pankreasnya? Semuanya berawal pada Maret 2016, kulit pasien tiba-tiba berubah menjadi kuning dan gatal. Tak hanya itu warna urin pun menjadi gelap dan nafsu makan menurun drastis. Beliau pun langsung memeriksakan diri ke rumah sakit setempat dan dokter langsung menjatuhkan vonis kanker pankreas.

 

Pada April 2016, pasien pun dijadwalkan oleh rumah sakit setempat untuk operasi. Tapi ketika operasi dilakukan, kondisinya tumor tidak bisa diangkat maka hanya diatasi dengan Cholangioenterostomy.

 

Selesai tindakan itu kondisi pasien semakin parah, berat badannya turun empat kilogram hanya dalam waktu tiga bulan. Alhasil keluarga pasien memutuskan untuk berobat ke FUDA Cancer Hospital, Guangzhou.

 

Tepat 7 Agustus 2016, pasien pun tiba di FUDA. Chief President FUDA Cancer Hospital Prof. Xu Kecheng langsung membentuk tim khusus dan diputuskan tindakan NanoKnife akan dilakukan langsung oleh President FUDA Cancer Hospital Prof. Niu Lizhi. Prof. Niu juga dokter kanker terbaik pertama yang melakukan NanoKnife di Tiongkok.

 

Menurut Prof. Niu, kondisi pasien yang juga memiliki penyakit kardiovaskuler, diabetes, dan hipertensi membuat pembuluh darahnya menjadi sangat rapuh. Itu mengapa jika ditangani dengan ablasi atau pemanasan maka pembuluh darahnya akan mudah sekali rusak hingga mengalami pendarahan besar.

 

Lalu bagaimana jika kanker pankreasnya ditangani dengan operasi yang konvensional? Prof. Niu kembali menjelaskan kondisi saluran pencernaan pasien yang sangat lemah membuat tindakan operasi terbuka hanya akan merusak ususnya. Plus tumor pasien yang membungkus saluran empedu membuat cairan empedunya mudah sekali bocor. Kalau sampai saluran empedu bocor maka situasi menjadi semakin sulit karena menimbulkan banyak komplikasi. Alhasil perlu teknologi kedokteran yang tepat untuk menangani kasus kanker pankreas ini.

 

Pada 11 Agustus 2016, Nano Knife pun dilakukan. Karena NanoKnife hanya memerlukan sayatan tipis maka tubuh pasien yang sudah berusia lanjut tidak perlu pemulihan yang panjang.

 

Bahkan hari kedua setelah NanoKnife, pasien sudah bisa bangun dari tempat tidur dan setelah itu pemulihannya berlangsung baik. Seminggu setelah NanoKnife, penanda tumor pankreasnya, CA199 mengalami penurunan yang sangat drastis. Dari 2.300 u/ml sebelum NanoKnife, menjadi 1.065 u/ml. Ini menunjukkan pengobatan NanoKnife berhasil mematikan sel kanker pada pankreasnya.

 

Sebelum NanoKnife dilakukan, tim dokter FUDA bersama Prof. Xu Kecheng membahas dengan detail rencana pengobatan yang akan kami lakukan. “Kami menghitung dengan teliti di jalur mana jarum elektroda akan ditusukkan. Dengan peralatan canggih rumah sakit dan dengan dukungan sistem navigasi GPRS, jarum NanoKnife bisa ditempatkan pada posisi yang tepat di tumor untuk membunuh sel kanker,” jelas Prof. Niu antusias.

 

Dalam tindakannya NanoKnife melibatkan banyak dokter spesialis, mulai dari ahli USG, CT, kardiologi, sampai ahli dari departemen lain memberikan dukungan teknis untuk menyelesaikan kasus tersulit di dunia ini. “Keberhasilan tindakan NanoKnife kali ini membuktikan keamanan dan efektivitas teknologi ini yang juga menegaskan pengobatan NanoKnife yang dilakukan di Tiongkok telah memasuki level tinggi di dunia,” Prof. Xu Kecheng menegaskan.