0851-0461-2299

Mengejar Impian

Blog - June 19,2019 00:00 WIB

Post

 

 

 

Sinar matahari menyinari kamar pasien, udara segar di musim gugur, dan daun- daunpun mulai berguguran. Kami datang ke kamar seorang pasien wanita di RS Kanker Fuda. Amy, berprofesi sebagai pramugari dari Hongkong, Jika anda baru saja pertama kali melihatnya Amy terlihat seperti wanita ceria, alisnya tidak berkerut, dan ia terlihat tenang. Namun dibalik itu Amy adalah seorang penderita kanker sejak 10 tahun silam. Saat ditanya ia berkata, “Saya masih menikmati hidup ini dengan penuh kegembiraan. Dengan optimis berkerja sama dengan para dokter untuk menjalani perawatan. Selama berobat mereka tidak menganggap saya seperti pasien namun mereka memperlakukan saya seperti anggota keluarga mereka sendiri. Hal itulah yang membuat saya benar- benar merasakan kehangatan saat berobat di rumah sakit ini.”

 

 

 

 

 

Kacang Kecil Membawa Bahaya

 

Amy berasal dari Hongkong, berprofesi sebagai pramugari, walaupun ia memiliki jadwal yang sibuk, tetapi ia sangat menikmati pekerjaannya. Namun pada bulan Maret 2009, secara tidak sengaja ia menemukan tumor berukuran kacang dibagian luar payudara kanannya. Dua bulan kemudian iapun menjalani operasi pengangkatan payudara kanan di rumah sakit setempat. Hasil patologinya menunjukkan karsinoma duktal invasif. Beberapa lama setelah operasi, tumbuh sebuah masa pada fosa aksila lateral di bagian kanan yang berukuran 1 x 1cm dan masih belum diketahui apakah itu tumor apa bukan. Rumah sakit setempat akhirnya merekomendasikan Amy untuk menjalani kemoterapi pasca operasi dan terapi endokrin, tetapi Amy menolak karena alasan pribadi. Hingga Mei 2014, Amy menemukan bahwa payudara kanan dan masa pada aksila kanan secara signifikan terlihat membesar dibandingkan sebelumnya dan keluar darah. Saat itupun ia masih optimis bahwa “Mungkin karena luka dan tumor tidak dibersihkan. Jika sudah sembuh maka luka akan kering dan tidak akan berdarah lagi. Saya tetap tidak mau melakukan kemoterapi karena saya sudah melihat teman- teman saya yang menjalani kemoterapi. Serta kondisi saya yang masih lemah sehingga tidak memungkinkan. Saya tetap ingin mencari alternatif lain.” tegasnya.

 

 

 

 

 

Desember 2015, masa di payudara kanan Am meningkat menjadi jauh lebih besar dibanding sebelumnya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setempat untuk perawatan. Dokterpun mengeluh karena masa menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya menjadi 8x6 cm, keras dan tidak bisa digerakkan, perbatasan yang sangat jelas, dan mudah berdarah. Pada 18 Januari 2016, Amy sekali lagi melakukan biopsi payudara kanan di rumah sakit setempat, dan hasilnay tetap sama yaitu karsinoma duktal invasif. Dokter lokal menyarankan agar ia melakukan CT scan untuk melihat apakah sel kanker sudah menyebar. Jika terdapat penyebaran, maka akan lebih sulit untuk diobati karena operasi tidak dapat dilakukan. Dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan kemoterapi sebanyak 4- 8 kali untuk mengecilkan tumor, dan kemudian pembedahan akan dilakukan. Amy yang terus bersi keras untuk menolak kemoterapi tradisional akhirnya berkonsultasi dengan lembaga terapi alami nirlaba di Amerika Serikat, dan ia berkata bahwa ia ingin pergi mengunjungi panti jompo di HOngaria atau Meksiko selama 2 mnggu perawatan terapi alami tersebut dan kemudian kembali ke Hongkong untuk dua setengah tahun perawatan lanjutan. Tetapi Pusat Terapi Alam di Ameika Serikat tidak tahu menahu bahwa tumor di tubuh AMy sudah terlalu besar, sehingga mereka merekomendasikan perawatan pengobatan Barat untuk mengendalikan tumor dan kemudian baru mempertimbangkan terapi alternatif. Saat itu, Amy yang selalu optimis akhirnya mulai menyadari bahwa ia tidak dapat berbuat apa- apa. Saat itu ia mulai putus asa, dan mendapat tekanan yang luar biasa, hingga sesak nafas karena ketakutan.

 

 

 

 

 

Harapan yang Jatuh Dari Langit

 

Disaat Amy tenggelam dalam keputusasaan serta rasa sakit, ia tiba- tiba saja teringat akan sebuah buku yang ditulis oleh Prof Xu Kecheng, dari RS Kanker Fuda beberapa tahun yang lalu, berjudul “Saya mengatakan yang sebenarnya kepada pasien kanker.” Pada saat yang sama kebetulan seorang teman gereja memanggilnya untuk menghiburnya. Setelah Amy bercerita mengenai kondisinya, temannya segera bergegas menghapiri Amy pulang untuk mengirimkan banyak informasi mengenai perawatan tumor di RS Kanker Fuda. Ia berpikir bahwa semoga rumah sakit ini bisa membantunya. Dan bukan kebetulan Amy juga menemukan buku mengenai “Koeksistensi dengan Kanker” dalam data tumor yang dikirim oleh temannya juga memiliki penulis yang sama yaitu Prof Xu Kecheng. Kedua buku itu menggambarkan banyak perawatan baru untuk tumor di RS Kanker Fuda; seperti cryoablasi, terapi intervensi dan banyak perawatan lainnya yang berhasil bagi para pasien kanker. Amy sendiri juga setuju dengan konsep anti kanker yang dicetuskan oleh Prof Xu, tentang ‘Hidup berdampingan dengan kanker.” dan mengetahui bahwa RS Fuda akan mengadakan ceramah di Hongkong dalam waktu dekat, jadi ia mengkhususkan untuk menghadiri acara tersebut dan membawa semua hasil pemeriksaannya tanpa ragu untuk berkonsultasi.

 

 

 

 

 

Perawatan Intervensi Untuk Mengecilkan Tumor.

 

Datang ke RS Kanker Fuda untuk perawatan, Kanker payudara Amy sudah mencapai stadium akhir. Dokter menyarankan supaya Amy menjalani intervensi obat mikrosfer terlebih dahulu untuk mengecilkan kanker. Intervensi pun dijadwalkan pada 10 Maret 2016, 7 April, 10 Mei pada payudara kanan dengan yang sudah dioperasi. Hal yang membuat Amy sangat senang ialah bahwa pada 30 Mei 2016, pemeriksaan CT menunjukkan bahwa kekambuhan kanker payudara kanan secara signifikan jauh lebih mengecil dibanding sebelumnya, metastasis nodular pada dinding dada aksila juga jauh lebih mengecil dibanding sebelumnya, sehinga ukuran tumor sudah mencapai syarat untuk reseksi.

 

 

 

 

Pada 6 Juni 2016, operasi mastektomi radikal kanan + ekstraksi kulit paha kanan + transplantasi flap kulit dilakukan. Ahli bedah Prof Wang Jiannan mengatakan operasi berjalan dengan lancar dan tidak ada komplikasi setelah operasi. Amy berkata “Awalnya saya berencana untuk melakukan operasi di Hongkong karena lebih nyaman, sehingga tidak perlu bolak balik Hongkong- Guangzhou. Tetapi dokter di Hongkong mengatakan bahwa tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening dan tulang klavikula dan aksila kanan. Sehingga dokter menyarankan supaya saya kembali ke RS Fuda untuk melakukan pembedahan. “ Dua bulan kemudian, Amy kembali untuk pemeriksaan rutin, dan hasilnya menunjukkan tumor di aksila yang tadinya membesar sekarang sudah menghilang, kelenjar getah bening juga sudah mengecil, dan pemulihan pasca operasi sangat baik. “Saya sangat berterima kasih kepada para dokter di Hongkong atas nasihatnya.” dan yang membuat Amy terkesan hingga saat ini ialah para dokter di RS Kanker Fuda “Saya sangat berterima kasih kepada Prof Wang Jiannan, Bagaimanapun tanpa beliau operasi ini tidak akan bisa berjalan.”

 

 

Prof Wang berhasil mengangkat semua sel- sel kanker yang bahkan tidak terlihat dengan mata telanjang di bawah bantuan CT scan, dan mengambil dua kulit dari kaki kanan untuk mencangkok kulit pada luka. Yang paling penting ia berhasil membuang tumor yang sangat besar. Amy teringat bahwa sebelumnya prof Wang pernah mengganti obat yang diminumnya setelah operasi dan berbisik kepadanya bahwa “Keberhasilan operasi 70% ada di atas meja operasi dan 30% karena mengganti obat setelah operasi”, dan air matapun membasahi mata Amy. Ia tidak berpikir bahwa seorang dokter professor di RS Fuda mengganti obat khusus hanya untuknya. Perubahan kecil ini memberikan dampak yang sangat besar, sehinga ia dengan taat memakan obat tersebut hingga habis.

 

 

 

 

 

Di rumah sakit inilah Amy yang dalam kondisi sekarat mendapatkan kesempatan keduanya. Dengan hubungan yang harmonis antara pasien, suster, dokter dan tim medis, tercipta pula keajaiban. Semoga para pasien kanker dapat menemukan pengobatan terbaiknya dan dapat terus menjalani hidup yang berkualitas.