0851-0461-2299

Rasa Sakit Yang Tidak Tertahankan Reda Setelah Intervensi

Blog - May 08,2019 00:00 WIB

Post

 

 “Perut yang terasa nyeri, pendarahan usus akibat nekrosis, perforasi serta peradangan supuratif akut. Leher dan kedua bahu terasa nyeri, batuk kering.” Banyak ditemukan ketidaknormalan fisik pada lelaki berusia 47 tahun ini. Rasa nyeri ini membuat Mr Li meledak- ledak. Namun begitu ia bertemu para dokter ahli di RS Kanker Fuda, ia menjadi lebih percaya diri. Pelan- pelan ia memegang tangan dokter yang datang untuk melihat kondisinya.

 

 

Operasi untuk menangani nyeri pada perut bawah memperburuk kondisinya

 

 

Mr Li datang sendiri dari Guangxi. Pada suatu sore, tiba- tiba saja perut bawahnya terasa nyeri. Ditemani oleh keluarganya ia dibawa ke rumah sakit setempat untuk melakukan pemeriksaan. Hasil CT scan menunjukkan bahwa terdapat perforasi pada saluran pencernannya.Akhirnya Mr Li-pun berkata bahwa ia baru saja melakukan operasi sigmoidektomi (operasi pengangkatan bagian usus )+ kolostomi. Ia tidak pernah menyangka bahwa setelah operasi gejala nyeri di perutnya tidak menghilang, dan juga diperparah karena infeksi pasca operasi. “ Pendarahan pada saluran usus akibat nekrosis, perforasi dan juga peradangan akut supuratif

 

 

 

Setelah mendengar saran dokter, akhirnya Mr Li melakukan PET CT seluruh tubuh, dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat penebalan pada dinding rektum, dan juga peningkatan metabolisme.  Lalu dokter mempertimbangkan bahwa terdapat kanker pada dubur Mr Li dengan warna yang menyengat pada PET CT, tepatnya di periorbital mesentrika serta pada jaringan anterior tibialis terdapat penebalan di sana. Dokter juga mempertimbangkan bahwa tumor sudah metastasis hingga ke daerah peritoneal yaitu rongga perut, hilar, mediastinum, metastasis pada kelenjar getah bening di bagian atas klavikula,  metastasis pada kedua paru- paru, sebagian besar tulang, salah satunya tulang yang ada di batok kepala hingga mempengaruhi otot. Sumber nyeri yang paling utama ialah berasal dari metastasis pada tulang.

 

 

Sebelumnya, para dokter sudah memberikan Mr Li obat penahan rasa nyeri seperti ‘Tramadol’ dan juga ‘Aminophenol Codeine.’  Namun obat- obatan tersebut tidak menghilangkan gejala nyeri yang dialami Mr Li, tetapi malah membuat rasa sakitnya meningkat secara bertahap. Keluargapun berpikir bahwa mereka tidak bisa terus duduk diam. Setelah berkonsultasi banyak, akhirnya kelurga memutuskan untuk datang ke RS Kanker Fuda.

 

 

 

Pada 2018, Mr Li pertama kalinya menjalani pengobatan di RS Kanker Fuda. Pertama- tama Ia menjalani biopsi untuk mengeahui jenis massa pada rektal yang menunjukkan Rektal Adenokarsinoma poorly differentiated. Dan juga hasil CT menunjukkan bahwa metastasis di tulang telah meningkat lebih banyak dari sebelumnya, dan ruang tersisa pada tulang belakang juga ikut menyempit akibat perkembangan tumor sehingga pembuluh darah juga ikut tersumbat, kelenjar getah bening juga terlihat membesar dibandingkan dengan sebelumnya. Jadi Dr Yang Qingfeng, wakil direktur Departemen Anastesi memutuskan untuk melakukan intervensi terlebih dahulu. Dikarenakan pasien setelah menjalani operasi di rumah sakit lain mengakibatkan infeksi, maka Dr Yang memutuskan untuk melakukan Intervensi terlebih dahulu untuk mengurangi rasa nyeri, karena Intervensi adalah pengobatan yang paling aman, untuk menghindari infeksi dan juga dapat menekan resiko infeksi setelah operasi.

 

Pengobatan Sebelum dan Sesudah Intervensi-   Tumor tampak jauh menyusut

 

 

“Saat tiba ke sini, Pasien memiliki Rektal Adenokarsinoma dengan stadium IV, T2N2M1, jadi dengan pengobatan paliatif yang secara aktif dapat menghilangkan rasa sakit.” Dr Yang Qingfeng yang melakukan terapi Intervensi juga berkata, “Perawatan paliatif langsung memperlihatkan perubahan, tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pasien, namun juga membantu memperpanjang waktu bertahan hidup pasien tersebut. Dalam beberapa kasus bahkan terjadi keajaiban dimana pasien dapat terus bertahan hidup.”

 

 

Pada 2019, setelah pemeriksaan CT scan ternyata beberapa lesi Mr Li berkurang, sakit pada anggota tubuhnyapun juga ikut berkurang, kualitas tidurnya juga jauh membaik. “Sungguh menakjubkan, Saya dapat tidur dengan pulas, saat bangun saya merasa bahwa tangan dan kaki saya bisa bebas beraktifitas kembali. Sebelumnya saya hanya bisa berbaring di tempat tidur, dan akan sangat menyakitkan untuk mengangkat lengan saya” ujar Mr Li setelah menjalani serangkaian terapi Intervensi.

 

 

 

Keluargapun ikut bahagia, “Kita semua adalah karyawan biasa, tetapi perawatan disini seperti merawat pemimpin besar. Para suster perawat sangat giat dan mengerjakan segala hal untuk kita. Kami sangat puas. Setiap bertemu kami selalu bertanya banyak pertanyaan kepada Dr Chen Zhixian. Dan beliau dengan sabar menjawab pertanyaan kami satu per satu. Beruntung kami masih bisa menggunakan asuransi kesehata yang kami miliki, karena kami hanyalah karyawan biasa. “ Mr Li yang sudah tidak memiliki perkejaan berterima kasih kepada dokter yang telah merawatnya. Khususnya Dr Yang yang telah menghilangkan rasa sakitya. Hingga sekarang ia bisa tertidur dengan nyenyak.