0851-0461-2299

Pasien Hongkong Merasakan Kemajuan Teknologi di Cina

Blog - March 21,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Dai, seorang pegawai negeri sipil asal Hongkong berumur 46 tahun. Ia terlihat selalu sehat dan bugar seperti orang- orang seumurnya. Namun pada 2016 tahun silam, ia pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan bagian kanan atas perut. Dan hasilnyapun menunjukkan bahwa ia terkena kanker hati yang telah menyebar ke beberapa bagian tubuh. Mendengar berita ini ia menjadi depresi dan tertekan.

 

 

Dokter di Hongkong berkata bahwa kankernya sudah tidak bisa dioperasi lagi dan menyarankannya untuk menggunakan obat oral kemoterapi bertarget saja. Akhir Juni 2016, ia mulai menggunakan obat- obat tersebut, dan gejala sakit perutnya perlahan- lahan mulai berkurang. Namun setelah meminum obat tersebut dalam jangka waktu tertentu, efek samping yang tidak diinginkan mulai bermunculan, seperti kulit kaki pecah- pecah. Iapun mulai merasa keputusasaan kembali menghampiri hidupnya. Maka ia memutuskan untuk berhenti minum obat.  

 

 

Setelah berhenti minum obat, kondisinya terus memburuk, sehingga membuat keluarganya merasa khawatir. Namun akhirnya mereka mulai menemukan secercah titik cerah untuk pergi berobat di RS Kanker Fuda, Guangzhou.  

 

 

 

“Dokter keluarga menyarankan saya untuk menghadiri seminar yang diadakan oleh Prof Xu Kecheng dan Prof Niu Lizhi dari RS Kanker Fuda. Setelah mendengarkan seminar tersebut, saya mencari informasi mengenai Prof Xu di internet, dan didalamnya tertulis bahwa beliau adalah seorang Ahli Onkologi terkenal yang juga seorang pasien kanker hati, sehingga ia sangat memperhatikan pasien yang senasib dengannya. Jadi saya dan istri saya akhirnya memutuskan untuk datang ke RS Fuda di Cina.” kenang pak Dai.

 

 

Pada 3 Agustus 2019, Dai, pertama kalinya tiba di RS Fuda. Disitulah ia mengetahui bahwa tumor di hatinya sudah berkembang menjadi lebih besar daripada sebelumnya, dan terdapat beberapa kelenjar getah bening pada rongga perut yang ditemukan sudah tercemar. Dengan kondisinya tersebut diputuskan supaya pertama- tama ia menjalani perawatan komprehensif yaitu intervensi microsphere.

 

 

Dari bulan Agustus hingga Desember, ia terus bolak- balik antara Guangzhou dan Hongkong untuk menjalani pengobatan. Selain intervensi microsphere, ia juga menjalani implantasi biji partikel Iodin 125 serta cryoablasi untuk tumor utama di liver.

 

 

 

 

Setelah seluruh rangkaian pengobatan berakhir, Pak Dai merasa senang sekali, ia berkata “Setelah operasi cryoablasi dan minum obat Cina, Prof Li Chaolong berkata bahwa indeks penanda tumor telah menurun dengan signifikan, dan berat badan sayapun meningkat. Rencana pengobatan ini memainkan peran yang sangat penting dalam kesembuhan saya.”

 

 

Dai berkata, disaat ia sehat ia tidak tahu banyak tentang kanker. Namun setelah didiagnosis kanker, ia belajar banyak mengenai penyakit ini, terutama bagaimana cara mencegah penyaki ini supaya tidak terus berkembang dari buku yang ditulis oleh Prof Xu sendiri. Dan yang paling penting bahwa selain pengobatan, namun ia juga menerima dukungan secara mental dan manusiawi dari para staf medis, perawat dan juga pasien yang berasal dari berbagai daerah di seluruh dunia. Sehingga semua pasien merasa nyaman selama masa perawatan.