0851-0461-2299

Kesan Seorang Perwira India

Blog - March 19,2019 00:00 WIB

Post

 

 

Pada sore hari 4 Oktober 2018, terdengar tawa dari RS Kanker Fuda. Didalam ruangan yang penuh tawa itu terdengar 3 bahasa yaitu bahasa: Inggris, Hindi dan Mandarin. RAM SWARUP KAPOOR seorang pasien asal India sedang berbincang- bincang dengan staf medis ditemani oleh istri dan purtrinya. Orang tuanya berasal dari New Delhi, India adalah seorang kolonel tentara. Ram tidak terlihat seperti orang tua yang sakit di usia 70an. Namun dibalik senyumnya yang hangat tersembunyi sebuah kisah inspiratif.

 

 

Pada akhir 2017, Ram merasakan ketidaknyamanan di bagian perut. Jadi ia pergi ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan. Setelah pemeriksaan dokter mendiagnosisnya dengan ‘Gastritis’ lalu memberinya obat untuk diminum. Namun setelah memakan obat, Ram tidak merasa lebih baik. Dia dan keluarganyapun mencari dokter lain dan meminta saran medis, hingga Ram harus mengalami demam. Pada April 2018, setelah pemeriksaan USG, CT dan MRI di rumah sakit umum setempat, Ram didiagnosa dengan Liver Sirosis, sehingga ia menerima serangkaian perawatan simtomatik, tetapi kondisinya tak kunjung membaik. Sebaliknya ia menjadi tidak nafsu makan, hingga akhirnya lemah, karena kekurangan gizi. Setelah meninjau hasi CT pada bulan Agustus, ia didiagnosis dengan kanker hati. Para dokter menyarankan supaya ia melakukan transplantasi hati dan kemoterapi. Tetapi Ram berpikir bahwa umurnya sudah 71 tahun, dan tubuhnya tidak dapat menanggung resiko bedah yang begitu besar, sehingga ia menolak operasi transplantasi hati. Karena itu ia merasa lebih depresi dan selalu pesimis bahwa hidupnya akan berakhir. Namun keluarganya tetap ingin berusaha untuknya dan tidak ingin menyerah begitu saja.

 

 

 

 

Merekapun masih terus berkonsultasi menyelidiki tentang pengobatan kanker di rumah sakit Inggris dan Amerika Serikat. Hingga secara kebetulan ia mendengar bahwa seorang kenalannya baru saja berkerja di rumah sakit onkologi Cina. Perawatan Nano-knife di RS Kanker Fuda, Guangzhou telah diakui di dunia. Dan dokter di sana memiliki banyak pengalaman. RAM sendiri percaya bahwa metode ini lebih baik daripada perawatan yang ditawarkan oleh rumah sakit umum, sehingga akhirnya ia memilih untuk mencoba nano-knife dengan datang ke RS Kanker Fuda, Guangzhou.

 

 

Ia mendengar bahwa Prof Niu Lizhi adalah seorang ahli terkenal bedah onkologi di Cina, yang juga merupakan wakil ketua International Society of Cryotherapy (ISC), Wakil Ketua Asian Society of Cryotherapy, dan guru utama Universitas Jinan. Ia berhasil lulus dari Universitas Kedokteran Militer 04 dengan gelar Ph.D. Beliau sangat ahli dalam bedah tumor dan cryoablasi minimal invasif. Terutama dalam perawatan minimal invasif tumor padat, seperti kanker pankreas, hati, paru- paru, ginjal, tiroid dan tumor perut, serta ia telah mencapai keberhasilan yang luar biasa. Ia telah berhasil menerapkan lebih dari 300 kasus Nano-knife, yang memecahkan rekor penanganan pasien terbanyak di Tiongkok.

 

 

 

Akhirnya Ram tiba di RS Fuda pada tengah malam jam 1 pagi akibat keterlambatan pesawat dikarenakan cuaca yang kurang baik. Namun staf medis tetap menyambut Ram dengan senyum dan salam yang hangat. Staf medis mengetahui dari keluarga, bahwa Ram sudah terlalu lama beraa dalam kondisi pikiran yang buruk sejak didiagnosis dengan penyakitnya, hingga nafsu makan yang turun disertai suasana hati yang kelam. Setelah mendengar penjelasan tersebut dan memahami status Ram, para dokter mengatur agar Ram dapat diperiksa menyeluruh sesegera mungkin. Setelah mendiagnosis dengan kanker hati, tim dokter kemudian membahas rencana perawatan Ram tanpa ditunda lagi. Dengan adanya kolaborasi dengan para dokter, pada hari ketiga dilakukanlah rencana bedah yang cocok untuk Ram, lalu dikembangkan, sehingga membuat Ram merasa puas dan nyaman akan kebijakan- kebijakan yang telah diambil.

 

 

 

 

 

 

Perawatan untuk mengembalikan rasa percaya diri

 

 

Pada hari ek-14 setelah operasi berlangsung, pemulihan pasca operasi berjalan dengan baik. Ram merasa tubuhnya sudah lebih kuat daripada sebelumnya, nafsu makannya juga sangat baik, suasana hati sangat bahagia dan harapan hidup sudah muncul kembali. Kepala staf medis memberinya sebuah hadiah agar terus bersemangat untuk tetap hidup. Ia lalu berterima kasih kepada seluruh staf dan juga para dokter yang ramah seperti temannya sendiri. Dan juga Prof Niu yang telah tampil secara luar biasa saat melakukan pembedahan. “Setiap kali saya meliha Prof Niu datang ke kamar saya, saya merasa bahwa penyakit saya sudah jauh lebih baik.”

 

 

 

Hal yang paling mengesankan Ram selama dirawat inap ialah disaat ia merasa sakit akibat luka setelah operasi dan tabung drainage, setiap menit perawat datang ke sisi Ram untuk memijat dan mengobrol dengannya sehingga mengalihkan rasa sakitnya. Pertolong perawat dan staf medis di RS Fuda membuat jantungnya terus berdebar karena semangatnya untuk sembuh terus tumbuh dari waktu ke waktu.

 

 

Setelah datang berobat ia berkata dengan percaya diri, “Saya merasa bahwa saya dapat hidup lebih lama lagi setidaknya untuk 10 tahun kedepan, saya merasa memiliki harapan untuk hidup kembali, bahkan ketika saya jauh dari kampung halaman saya sendiri, dan saya tidak kaya, namun saya berasa dalam kondisi yang sangat baik. Saya berharap banyak pasien yang juga memiliki kesempatan yang sama, sehingga dapat mendapatkan pengobatan yang efektif sesegera mungkin di tempat ini. Serta mengurangi penderitaan akibat penyakit ini sesegera mungkin. Saya juga ingin mendorong lebih banyak orang untuk mengobati penyakit anda sedini mungkin.”