0851-0461-2299

Satu Tembakan Ampuh

Blog - February 28,2019 00:00 WIB

Post

Lin Bo, 54 tahun asal Beijing menderita adenokarsinoma paru pada bagian kanan bawah paru-parunya. 2 tahun lalu operasi pemotongan paru kanan (lobektomi) bagian tengah dan bawah beserta serangkaian kemoterapipun dilakukan setelah lobektomi. Sekarang tumornyapun kambuh lagi dan menjalar ke bagian lobus kanan atas paru.

 

 

Hasil Rontgen Tumor Paru Lin Bo

 

 

Masa rentan dimana kanker dapat kambuh kembali yaitu masa setelah operasi dilakukan. Kanker paru-paru setelah operasi dan serangkaian pengobatan terlihat mengecil, namun setelah periode waktu tertentu kanker yang sama dapat beregenerasi di tempat yang berdekatan dengan kanker yang semula. Sesuai ringkasan klinis, pengobatan untuk kanker yang kambuh menjadi lebih sulit dibanding pengobatan untuk kanker semula. 

 

Pengobatan kanker yang berulang atau kambuhan menjadi sangat sulit, terlebih pada bagian paru-paru kanan hanya tersisa lobus atas saja, dan operasi pengangkatan lobus atas (lobektomi) kembali akan berpengaruh pada fungsi pernapasan, yang juga akan mempengaruhi kualitas hidup pasien tersebut menjadi lebih buruk, serta resiko operasi kedua yang menjadi lebih besar. Jadi setelah mempertimbangkan banyak hal, pasien memutuskan untuk tidak mau menjalani operasi lagi dan mencari metode lain. Setelah banyak berkonsultasi dan mencari berbagai informasi, ia menemukan RS Kanker FUDA di Guangzhou yang dapat melakukan Cryoablasi untuk membekukan lesi kecil tersebut dan secara efektif dapat mengobati sel kanker paru-paru kecil. Akhirnya pasien beserta keluarganya datang berobat ke Guangzhou. 

 

 

Kokter Sedang Memeriksa Hasil Rontgen Paru Lin Bo

 

 

Setelah pemeriksaan menyeluruh di RS Kanker FUDA, dokter menemukan bahwa terdapat sebuah tumor yang aktif atau kanker pada lobus kanan atas paru. Setelah berdiskusi dengan tim ahli akhirnya diputuskanlah untuk melakukan Cryoteraphy atau Cryosurgery. Tantangan utama dalam menjalani operasi dengan Cryoteraphy ini adalah dimana letak lesi pada bagian lobus atas paru yang berdekatan dengan berbagai macam saraf. Sedikit kelalaian saja dapat melukai saraf yang menyebabkan kerusakan pada saraf. Tantangan lainnya ialah ukuran tumor yang masih relatif kecil, sehingga lesi tersebut terus bergerak mengikuti gerakan pernapasan paru- paru. Tumor mudah berlarian mengikuti gerakan paru sehingga sulit untuk ditusuk dengan jarum Cryoteraphy dalam satu tusukan. Jika pada tusukan jarum pertama tidak tepat berada di tengah, maka tusukan kedua akan menjadi sulit karena tumor mungkin tidak bisa terlihat lagi tertutup dengan cairan edema dan darah. 

 

Menurut kepala bedah Profesor Niu Lizhi, wakil direktur RS Kanker FUDA, ablasi kanker paru- paru sel kecil merupakan tantangan tersulit bagi para dokter. Masalah terbesar adalah penentuan posisi jarum. Bagaimana cara menangkap tumor yang bisa bergerak dengan bebas?

 

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki RS Kanker FUDA dimana kami telah berhasil menyelesaikan 10.000 kasus dengan minimal invasif dalam berbagai tingkat kesulitan tertentu, Prof Niu Lizhi menjawab bahwa dalam menghadapi situasi sulit seperti ini, terdapat teknik yang disebut sebagai “Metode Penjepit Dengan Jarum Ganda.” Metode ini menjadi pilihan yang tepat untuk menjepit tumor kecil di paru-paru yang bergerak mengikuti pernapasan. Berbeda dengan metode biasa yang dapat membuat tusukan jarum pertama tidak akurat, dengan metode ini jarum dapat menjepit tumor sehingga tumor tidak bergerak, dan mengenai tumor pada tusukan jarum kedua. 

 

 

Penjepitan Tumor Dengan Jarum Ganda

 

 

Cryoteraphypun akhirnya dilakukan. Berbeda dengan rencana sebelumnya yaitu dengan menggunakan “metode penjepit kedua jarum”, ternyata Prof Niu Lizhi berhasil menusukkan jarum tepat ke tengah- tengah tumor dengan sangat akurat, seperti tembakan yang tepat berada di tengah- tengah sasarannya yang bergerak. 

 

Bagaimana caranya supaya dapat tepat mengenai sasarannya? Prof Niu Lizhi mengatakan bahwa hal ini berdasarkan pengalaman dokter, peralatan bedan dan kerja sama dengan pasien termasuk tim anastesi. Pasien ini pun menjadi sangat beruntung. 

 

 

Hasil CT Scan Pada Tumor Yang Membeku

 

Setelah pemeriksaan dengan CT scan, terlihat pembekuan dengan jarum tersebut sudah sepenuhnya menutupi area tumor hingga mati. Sekali lagi Prof Niu Lizhi telah berhasil menyelamatkan paru-paru kanan pasien tersebut dan memberinya sebuah kesempatan baru. Meskipun pengobatan Lin Bo untuk kekambuhan kankernya menjadi lebih sulit, ia beruntung telah menemukan perawatan yang cocok tanpa harus memotong paru-parunya lagi di RS Kanker FUDA. 

 

Seperti yang disampaikan dalam siaran langsung sebuah radio Tiongkok, Prof Niu Lizhi mengatakan bahwa ketika tumor tidak dapat dioperasi, dapatkah radioterapi dan kemoterapi lokal digunakan untuk mengendalikan tumor? Jawabannya adalah Tidak. Kanker tidak seperti penyakit jinak pada umumnya seperti pneumonia dan kolesistitis (peradangan akut pada empedu) karena penyakit ini dapat disembuhkan dengan minum obat. Saat ini pemahaman masyarakat tentang kanker masih terbilang sangat minim. Dengan metode pembedahan, radioterapi dan kemoterapi kanker tidak sepenuhnya dapat disembuhkan. 

 

 

Prof Niu Lizhi Memberikan Pidato

 

 

Dalam konferensi “The Fourth Tumor Ablation Summit Forum” CCMA 2019 dan “Second Annual SIO Tumor Ablation Conference” yang diadakan baru- baru ini di Nanjing, Cina dan diikuti oleh berbagai ahli dan peniliti yang berasal lebih dari 30 negara berdiskusi mengenai ‘Ide Terbaru Ablasi Tumor di Dunia’ Prof Niu Lizhi ikut membagikan sebuah presentasi mengenai ‘Cryoablasi pada Glass-like Nodule pada Paru’ di depan.

 

 

Prof Niu Lizhi Menyampaikan Pidato

 

Prof Yang Renjie, ketua konferensi tersebut dalam pidato pembukanya mengatakan “Dengan perkembangan ilmu pengetahuan alam dan juga teknologi dunia. Ablasi menjadi salah satu pengobatan minimal invasif yang memegang peran sangat penting dalam pengobatan tumor. “

 

Prof Niu Lizhi Bersama Dokter Dari Negara Lain

 

Dengan Cryoteraphy kanker hati dini, kanker lidah, kanker payudara dan kanker dubur dapat dibekukan, yaitu membekukan tumor tanpa mempengaruhi organ dan fungsi tubuh lainnya.